DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Mbah Karto pulang ke desa.


Keesokan hari nya semua warga berbicara tentang teror pocong tadi malam, bahkan pak Rudi juga ditemukan pingsan didepan rumah nya.


Menurut istri nya pak Rudi tetbangun dengan berteriak histeris karena ketakutan, sementara pak Slamet mata nya masih buta dan tidak bisa melihat apapun.


*


*


Di rumah Rania dan Wati ingin mencari Peter yang sudah beberapa hari tidak datang ke rumah nya.


"Mbah kami ke rumah mbah Karto dulu ya". Ujar Rania berpamitan pada simbah nya.


"Ya nduk hati hati titip pesan pada mbah Karto, minta dia segera kesini simbah ada perlu". Ucap simbah dengan wajah cemas.


Kemudian Rania dan Wati berjalan ke rumah mbah Karto, tapi disepanjang jalan mereka mendengar pembicaraan warga tentang orang orang yang dihantui oleh pocong tadi malam.


Rania bertanya pada pak Dahlan yang sedang membersihkan kandang kambing didepan rumah nya, dia bertanya apakah benar tadi malam banyak warga yang dihantui oleh pocong pak Kasmuri.


Dan pak Dahlan pun membenarkan omongan warga, bahkan pak Dahlan menceritakan semua kejadian semalam tentang pak Slamet yang mata nya menjadi buta karena disembur ludah pocong itu.


Rania dan Wati yang mendengar cerita pak Dahlan merasa takut jika nanti mereka yang akan disembur oleh ludah pocong itu dan membuat mata nya buta.


"Pak tolong kami... kami tidak mau buta seperti pak Slamet". Seru Wati dengan memeluk Rania yang berada disamping nya.


"Tenanglah nduk kalian jangan takut perbanyak saja ibadah dan berdoa pada Tuhan supaya hantu pocong itu segera tenang di alam kubur nya". Ucap pak Dahlan dengan mengusap peluh dikening nya.


"Ya sudah pak kami permisi dulu mau ke rumah mbah Karto, siapa tau mbah Karto sudah pulang dan bisa membantu semua warga desa ini". Tukas Rania seraya berjalan meninggalkan pak Dahlan di rumah nya.


Setelah itu Rania dan Wati melanjutkan perjalanan nya tapi mereka melihat banyak warga yang berkerumun, terdengar samar samar oleh Rania jika semua warga itu mau mendatangi rumah bu Jamilah dan memintanya membongkar makam pak Kasmuri dan melepaskan tali pocong nya.


Jika keluarga bu Jamilah tidak mau mendengarkan ucapan para warga itu, mereka mengancam akan membongkar paksa makam pak Kasmuri dan melepas tali pocong nya supaya tidak ada teror pocong gentayangan lagi.


"Heh Wati kau dengar itu tidak, sepertinya semua warga sedang marah besar, kita harus cepat sampai di rumah mbah Karto dan memintanya untuk menyelesaikan masalah hantu pocong di desa ini". Seru Rania dengan berjalan tergesa-gesa.


"Tunggu Ran jangan lari jalan nya licin". Teriak Wati yang berjalan perlahan karena banyak lumut di jalan setapak yang mereka lalui.


"Baiklah aku akan berjalan pelan, tapi jika kita terlambat datang ke rumah mbah Karto nanti semua warga itu keburu mendatangi rumah bu Jamilah". Pekik Rania yang memelankan langkah kaki nya.


Setelah berhasil melewati jalanan yang sangat licin itu mereka berdua sampai di rumah mbah Karto.


Tok tok tokk...


Cekleek...


"Eh kalian sudah datang lagi, pasti mau ketemu mbah Karto ya". Tanya istri mbah Karto seraya mempersilahkan Rania dan Wati masuk ke rumah nya.


"Iya mbah, apa mbah Karto sudah kembali". Jawab Rania dengan mengernyitkan dahi nya.


"Sudah kok nduk tunggu sebentar ya tak panggilkan dulu". Ucap istri mbah Karto.


Setelah menunggu selama sepuluh menit mbah Karto pun datang dengan menyunggingkan senyum di wajah nya.


Tiba tiba ada hembusan angin yang melewati Rania dan Wati yang membuat bulu di tubuh mereka berdua meremang.


Aduh aku merinding nih jangan jangan ada setan lewat, gumam Wati dalam hati.


Sementara Rania yang melihat Wati ketakutan merasa aneh karena biasa nya Wati bersikap seperti ini jika ada Peter di sekitar nya.


Lalu Rania juga mulai meraba tengkuk nya karena dia merasa ada hawa dingin yang menyeruak di belakang kepala nya, dan setelah itu Rania menolehkan kepala nya kebelakang dan dia berteriak terkejut karena ada penampakan hantu yang meniup belakang tengkuk nya.


"Aaaa setaaan". Pekik Rania yang menutup kedua mata nya menggunankan dua tangan nya.


"Ssstt jangan berteriak Ran, ini aku temanmu Peter, apa kau sudah lupa padaku". Tanya Peter yang terbang ke samping Rania.


Terlihat Wati begitu ketakutan karena teriakan Rania yang membuat seluruh badan nya menggigil.


Sedangkan Rania yang baru tau jika itu adalah Petter mulai membuka mata nya dan tersenyum bahagia setelah melihat peter ada di dekat nya.


"Kau kemana saja Petter, kenapa kau pergi lama sekali". Seru Rania dengan mengerucutkan bibir nya.


"Maaf Rania aku menemani mbah Karto untuk menyembuhkan mama ku di puncak gunung kerinci". Sahut Petter dengan seringai kecil di wajahnya.


"Lalu kenapa mbah Karto tidak memberitahu kami dulu". Ucap Rania menatap pada mbah Karto.


"Kami buru buru nduk, lantas apa yang membawamu sampai kesini berulang kali". Tanya mbah Karto dengan meminum kopi hitam nya.


Kemudian Rania menjelaskan semua permasalahan di Desa Rawa belatung selama mbah Karto pergi, tentang pak Kasmuri yang menjadi pocong dan gentayangan setiap malam.


Lalu mbah Karto berkata bukankah itu masalah yang mudah kenapa harus sampai menunggu nya pulang, mbah Karto meminta keluarga pak Kasmuri untuk membongkar makam nya dan melepas tali pocong pak Kasmuri dan mendoakan nya kembali supaya jiwa pak Kasmuri tenang di alam sana.


Rania yang tidak begitu paham kenapa keluarga pak Kasmuri belum membongkar makam nya meminta mbah Karto untuk datang ke rumah nya karena simbah sudah menunggu nya dan ingin menjelaskan semua.


"Baiklah nduk kita kembali ke rumah kalian saja supaya simbahmu sendiri yang menjelaskan semua". Ucap mbah Karto yang bangkit duduknya.


Setelah itu mereka semua berjalan ke rumah Rania, karena simbah sudah menunggu mbah Karto datang.


Sedangkan Peter tetap tinggal di rumah mbah Karto karena Evana masih belum pulih sempurna, dan dia harus menunggu mama nya sadar.


Disaat mereka bertiga melintasi persawahan beberapa orang berteriak memanggil mbah Karto supaya berhenti sebentar, lalu seorang perempuan mengadu pada mbah Karto jika suami nya jadi buta karena di ludahi oleh pocong.


Oh ternyata ini istri pak Slamet, gumam Rania dalam hati.


Sementara mbah Karto yang mendengar jika pak Slamet menjadi buta setelah di ludahi pocong menjadi sangat bingung, kenapa pocong itu sampai meludahi orang lain padahal biasa nya mereka hanya menakuti saja.


Lalu istri pak Slamet menjelaskan jika suami nya telah membentak bu Jamilah, istri dari pak Kasmuri yang di duga menjadi hantu pocong.


*


*


Bersambung...