
Bude Walimah terburu buru mengendarai motornya menuju rumah mbah Karto, beberapa menit kemudian dia sampai di rumah sederhana mbah Karto.
Tok tok tok...
Cekleek...
"Eh Walimah tumben datang kesini, biasanya kan telepon dulu kalau ada perlu", ucap istri mbah karto yang mempersilahkan bude masuk kedalam.
"Tadi sudah telepon tapi tidak bisa tersambung ngomong ngomong mbah Karto nya di rumah apa tidak ya mbah Darmi", tanya bude dengan cemas.
"Lho mbah Karto nya baru saja berangkat ke kota ada pertemuan penting sama majelis agama", ujar mbah Darmi dengan senyum ramahnya.
"Oalah ya sudah mbah, nanti tolong disampaikan ke mbah Karto di tunggu simbah Parti di rumah", ucap bude Walimah seraya berpamitan pulang pada mbah Darmi.
Kemudian bude Walimah pulang ke rumah dengan hati gelisah karena tidak dapat menemui mbah Karto di rumah nya.
"Bagaimana nduk sudah kau sampaikan pesanku pada mbah Karto", tanya simbah yang sedang duduk dikursi goyang nya.
"Mbah Karto sedang pergi ke kota mbah, tapi aku sudah menyampaikan pesanmu pada mbah Darmi", jawab bude Walimah seraya berjalan ke dapur.
Setelah menunggu mbah Karto sampai keesokan hari nya, mbah Karto yang ditunggu tidak kunjung datang.
Simbah meminta bantuan Evana dan Petter untuk menjaga Rania dan selalu bersamanya, karena jika Rania sendirian pasti makhluk menyeramkan itu akan berusaha membawa jiwa Rania keluar dari tubuh nya.
Simbah juga meminta Rania memperbanyak doa dan tidak putus ibadahnya, supaya Tuhan selalu melindungi nya.
Tiba tiba Evana melesat dengan cepat keluar rumah meninggalkan Petter didalam bersama Rania dan Wati.
*W**uuuuussshhh*...
"Aku hanya akan mengambil budakku yang melarikan diri, dia sudah membuat masalah di tempatku", ucap makhluk itu dengan suara berat dan mengerikan.
"Rumah ini sudah dipagari oleh mbah Karto sehingga hantu jahat sepertimu tidak akan bisa masuk ke dalam", seru Evana mencoba menghalau makhluk itu pergi.
Tapi tiba tiba makhluk itu menyerang Evana tanpa henti, Evana yang sudah melakukan perlawanan pun sudah kalah telak.
Dia terkapar tak berdaya, Petter yang melihat mama nya tersungkur ditanah hendak menyelamatkan nya, tapi Rania mencegah Petter karena dia takut teman nya itu juga akan terluka seperti mama nya.
Makhluk tinggi besar itu membawa Evana bersamanya karena dia telah berani melawan nya, Petter semakin memberontak dan ingin menyusul mama nya ke kampung gaib itu.
"Petter tunggu dulu, kau jangan terburu buru mengambil keputusan, tunggulah sampai mbah Karto datang dia pasti akan membawa mama mu kembali", ucap Rania mencoba membujuk Petter.
" tapi rania aku takut mama ku kenapa kenapa " ujar peter dengan wajah sedihnya.
"Tenanglah Petter mama mu adalah hantu yang hebat, dia pasti akan baik baik saja dan menemuimu kembali kita hanya perlu menunggu mbah Karto datang".
"Apa kau yakin mbah Karto bisa membawa mama ku kembali", tanya Petter dengan gelisah.
"Tentu saja aku yakin, buktinya mbah Karto sudah pernah membawa mama mu untuk bertemu denganmu kembali bukan".
"Baiklah Rania aku percaya padamu", jawab Petter dengan menundukan kepalanya.
Setelah itu keesokan hari nya Rania dan Petter menunggu kedatangan mbah Karto didepan rumah, sementara mbah Karto menghubungi bude Walimah melalui ponselnya jika dia baru bisa pulang besok lusa karena masih ada urusan yang harus diselesaikan terlebih dulu.
...Bersambung....