
Keesokan hari nya pak haji Faruk dan beberapa warga serta tukang gali kubur sudah bersiap untuk membongkar makam pak Kasmuri.
Terlihat tangis kesedihan keluarga bu Jamilah pecah di area pemakaman pagi itu, pak haji Faruk membacakan ayat suci untuk melepas tali pocong pak Kasmuri dan menyempurnakan nya kembali dengan rapi dan menutup galian tanah kubur itu secepatnya.
Semua warga nampak bersyukur karena sudah terbebas dari teror pocong yang gentayangan setiap malam nya, tapi tidak dengan bu Ani yang masih dendam pada keluarga bu Jamilah karena sampai saat ini pak Slamet masih buta dan tidak bisa melihat sama sekali.
Lihat saja aku akan membalas semua yang telah suamimu perbuat pada suamiku, karena dia sekarang suamiku jadi buta dan tidak bisa menafkahi keluarganya lagi, gumam bu Ani didalam hati nya.
Sedangkan bu Jamilah yang melihat tatapan penuh amarah pada dirinya berusaha meminta maaf pada bu Ani.
"Bu Ani saya tau sekarang kondisi pak Slamet sudah tidak bisa melihat lagi, atas nama suamiku saya memohon maaf jika selama ini beliau mempunyai salah dan telah membuat mata pak Slamet menjadi buta". Ucap bu Jamilah dengan penuh penyesalan.
"Aku tidak sudi memaafkanmu lihat saja, kau akan merasakan apa yang keluargaku alami, sekarang anakku jadi kelaparan karena bapaknya sudah tidak bisa mencari nafkah itu semua karena perbuatan suamimu yang menjadi hantu si.l.n itu". Pekik bu Ani dengan mengarahkan jari telunjuk nya ke makam pak Kasmuri.
"Astaga bu istighfar jangan bicara seperti itu didepan makam suamiku hu hu hu". Ujar bu Jamilah terisak dengan badan yang lemas seketika.
"Halah tidak usah bersandiwara didepan semua orang, kau tau yang paling menderita disini itu adalah keluargaku bukan keluargamu". Seru bu Ani dengan mata tajam menatap bu Jamilah.
Terlihat pak haji Faruk dan beberapa warga melerai perdebatan kedua perempuan itu, tapi bu Ani yang sangat marah dan penuh dendam terus menghujat bu Jamilah dengan kata kata kasar nya.
Sampai akhirnya menantu dari bu Jamilah kesal dan menampar wajah bu Ani.
Plaaakk...
Sementara bu Jamilah nampak lemah dan hampir pingsan dipelukan anaknya, sedangkan menantunya yang baru saja menampar wajah bu Ani dinasehati oleh pak haji supaya meminta maaf supaya masalah ini tidak semakin berlarut, bagaimana pun bu Ani hanya sedang terbawa emosi karena suami nya sudah buta.
Tapi menantu bu Jamilah bersikeras jika bu Ani yang bersalah dan dia tidak mau meminta maaf pada bu Ani, lalu dia berjalan meninggalkan pak haji Faruk yang masih berdiri didepan makam pak Kasmuri.
Setelah proses pemakaman Selesai semua warga meninggalkan area pemakaman yang tersisa hanya pak haji Faruk dan bu Jamilah berserta kedua anak laki laki nya.
Pak haji Faruk meminta bu Jamilah untuk menasehati menantu nya supaya mau pergi ke rumah bu Ani dan meminta maaf karena bisa jadi bu Ani benar benar dendam dan nekat berbuat yang tidak tidak karena amarah yang menguasai dirinya.
Sedangkan Ari suami dari menantunya itu sudah melarang istrinya untuk ikut campur masalah orang tua nya, tapi memang istrinya yang tidak mau mendengar larangan suami nya.
Sementara bu Ani yang sudah berada di rumah masih terlihat sangat marah dia mengumpat dan mengatakan hal hal buruk tentang keluarga bu Jamilah, lalu pak Slamet yang mendengar umpatan istri nya bertanya apa yang sudah terjadi sehingga istri nya marah besar.
Kemudian bu Ani menjelaskan semua pada pak Slamet jika dia sudah ditampar menantunya bu Jamilah, setelah mendengar cerita istrinya pak Slamet juga naik pitam.
Bu Ani membujuk suami nya untuk mengirimkan guna guna pada keluarga bu Jamilah, dan pak Slamet pun setuju akhirnya bu Ani memutuskan akan segera pergi ke rumah orang tua nya dan menemui dukun sakti untuk mengirimkan guna guna atau santet pada keluarga bu Jamilah.
*
*
Bersambung.