
Kemudian Rania melangkahkan kaki nya, dia berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam ruang kelas nya, nampak di dalam sana sudah ada beberapa mahasiswa yang masuk, dan ternyata hantu pak Parjo masih setia menanti Rania di depan ruang kelas nya.
Ah untunglah arwah pak Parjo tidak ikut masuk ke dalam, jika dia nekat masuk ke dalam bisa-bisa aku tidak akan fokus belajar, batin Rania seraya melirik sesosok hantu yang sedang berdiri di depan pintu ruang kelas nya.
Tidak berselang lama dosen pun datang memberikan mata kuliah pada semua mahasiswa itu, terlihat Rania sangat terkejut ketika dia menyadari ada dua sosok hantu yang tengah memperhatikan nya.
Kenapa arwah teman Wati ikut memandangiku seperti itu sih, apa dia sudah tau ya jika aku bisa melihat wujudnya, batin Rania didalam hatinya dengan menundukan kepala nya.
Tapi tiba-tiba arwah Icha melesat mendekati Rania, nampak arwah itu membisikan sesuatu ditelinga Rania, arwah Icha mengatakan jika dia tau dari Wati jika sepupu nya itu bisa melihat sesuatu yang tak kasat mata.
"Toloong aku, jangan berpura-pura tidak melihatku, karena aku tau kau melihatku dengan jelas." ucap arwah Icha didekat telinga Rania.
Sementara itu Rania hanya menelan ludah nya kasar, seraya mengusap telinga nya yang terasa dingin, tanpa merespon ucapan arwah Icha, Rania hanya diam dengab terus memperhatikan materi dari dosen nya.
Lalu arwah Icha melesat tepat dihadapan Rania, seraya menunjukan wujudnya yang berdarah dengan tempurung kepala yang menganga, reflek Rania pun terkejut dan berteriak histeris, seraya menutup kedua mata nya dengan tangan.
Plaak...
"Ada apa Rania, kenapa kau berteriak seakan ketakutan begitu." seru temab sekelasnya seraya menepuk pundak Rania.
"Ma maafkan saya." tukas Rania meminta maaf di hadapan semua orang di kelas itu.
Lalu Rania meminta ijin pada dosen nya, gadis itu nampak berkeringat dingin berjalan menyusuri lorong gedung fakultas nya.
Kreaak...
Rania mendorong pintu toilet perempuan, lalu dia melangkahkan kaki nya ke dalam, segera dia menyalakan keran air dan mencuci wajah nya, nampak Rania menghembuskan nafas nya panjang, gadis itu terlihat sangat terkejut karena arwah Icha menunjukan wujud nya yang menyeramkan, dan tiba-tiba lampu di toilet itu berkedip, mati menyala beberapa kali.
Kenapa aku mencium anyir darah disini, jangan-jangan salah satu hantu itu mengikutiku sampai kesini, batin Rania didalam hati nya.
Nampak Rania memandang ke segala arah, terdengar degup jantung nya yang kencang, mengisi kesunyian ruang hampa di toilet itu.
Wuush...
"Tolong aku Rania... aku tidak rela mati dengan cara seperti ini." tukas arwah Icha melesat dihadapan Rania.
"Sudah cukup Icha kau tidak bisa menakuti ku seperti ini, meski aku sudah sering melihat wujud hantu sepertimu, aku akan tetap terkejut jika kau menampakan wujudmu seperti itu, aku sudah terlalu banyak masalah, banyak arwah yang meminta tolong padaku, entah yang mana yang harus ku tolong terlebih dulu, aku hanya manusia biasa yang kebetulan memiliki kelebihan bisa melihat penampakan kalian, tapi tolong mengertilah keadaanku, jangan sembarangan menampakan dirimu seperti itu dihadapanku, apalagi di tempat umum seperti tadi, pasti semua orang yang ada disana menganggap ku tidak waras, karena ulahmu yang sengaja ingin membuatku terkejut" seru Rania dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
Nampak arwah Icha hanya menundukan kepala nya dengan wajah sendu, hantu perempuan itu menangis dengan air mata darah, yang menetes dari kedua matanya, terdengar arwah Icha meminta maaf pada Rania, dia tidak sengaja melakukan itu semua, dia hanya ingin Rania menanggapi dirinya.
"Maafkan aku Rania, aku tidak sengaja melakukan itu semua, aku hanya sedih hidupku berakhir mengenaskan seperti itu, hanya karena masalah lelaki kami sampai berdebat, dan akhirnya aku lah yang terjatuh dari atas gedung itu." jelas hantu Icha yang masih berlinang air mata darah.
"Apa maksudmu Icha, jadi kau tidak bunuh diri disana?." tanya Rania dengan mengkerutkan kening nya.
"Aku tidak mungkin mengakhiri hidupku seperti itu, tadi aku sedang berdebat dengan teman dekatku, ternyata kami mencintai lelaki yang sama, dan temanku itu menganggap diriku merebut lelaki itu dari nya, padahal aku sama sekali tidak pernah tau jika teman ku itu mencintai lelaki yang ku cintai juga, dan disaat aku menjelaskan semua nya, temanku itu tidak percaya padaku, dia mengibaskan tangan ku, dan aku pun terpeleset sehingga aku terjatuh dari atas gedung itu, entah apa yang harus ku lakukan, temanku sangat ketakutan, karena dia mengira jika dirinya lah yang membuatku terjatuh hingga tewas, meski aku pun tau jika dia tidak pernah sengaja melakukan itu." jawab hantu Icha dengan wajah sendu.
"Jadi teman dekatmu yang menyebabkan kau terjatuh dari atas gedung itu." seru Rania dengan membulatkan kedua mata nya.
Cekleek...
Siapa teman dekat yang dimaksud arwah Icha ya, batin Rania didalam hati nya dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
Lalu dua orang mahasiswi itu memberi tau Rania, jika jam mata kuliah nya sudah selesai dan dosen sudah meninggalkan ruang kelas.
"Oke terima kasih sudah memberi tau, aku permisi dulu ya." tukas Rania seraya melangkahkan kaki nya kembali ke ruang kelas nya.
Nampak Rania sedang membereskan buku-buku nya, lalu arwah pak Parjo pun melesat mendekati Rania, hantu lelaki itu hanya berdiri mengambang disamping Rania, dia tidak mengatakan apapun tapi Rania mengerti maksud dan tujuan pak Parjo yang selalu mendatangi nya.
Lalu Rania memejamkan kedua mata nya, dan memfokuskan pikiran nya mencoba mencari tau wajah orang yang telah menabrak pak Parjo.
Tapi yang terlihat di mata batin Rania, justru adegan dua orang perempuan yang tengah berdebat di atas sebuah gedung tinggi, nampak kedua nya saling berteriak dengan argumen nya masing-masing, sampai pada akhirnya salah satu perempuan itu terjatuh dari sana, dan salah satu nya lagi tengah menangis histeris, meratapi seorang perempuan yang sudah tergeletak dengan bersimbah darah di bawah sana.
Kemudian Rania membuka kedua mata nya dengan nafas yang tersengal-sengal, gadis itu sangat terkejut melihat kejadian yang diceritakan hantu Icha tadi.
Seharusnya kan aku melihat wajah pelaku tabrak lari itu, kenapa justru insiden yang membuat Icha tewas, yang terlihat dimata batin ku, mungkin karena kekuatanku belum sempurna, sehingga apa yang ingin ku lihat jadi salah sasaran, batin Rania dengan mengkerutkan kening nya.
Dan tanpa Rania sadari sepupu nya tengah berjalan masuk ke dalam ruang kelas nya, lalu Wati berdiri tepat dihadapan Rania, dengan melipat kedua tangan nya didepan dada.
Kenapa Rania diam saja melamun seperti itu, bahkan dia tidak sadar jika aku sudah ada dihadapan nya, batin Wati dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Ehem ehem... Rania kita jadi ke kantor polisi kan, kenapa kau masih berdiam diri disini." seru Wati dengan berkacak pinggang.
Tapi Rania tetap diam seribu bahasa, nampak nya gadis itu tengah hanyut didalam lamunan nya, kemudian Wati yang sedikit kesal akhirnya mencubit kedua pipi chuby Rania, sampai gadis itu meringis kesakitan.
"Aaww sakit sakit... Wati lepaskan aku." pekik Rania seraya bangkit dari duduknya, dan mengusap kedua pipi nya yang sedikit merah.
*
*
...Terima kasih buat semua kritikan dan dukungan kalian, maaf bukan nya Author baperan, dikarenakan suasana hati terkadang tidak mendukung dengan berbagai masalah yang ada di Real Life, sehingga mood Author terkadang kacau dan tidak bisa menulis lagi, ditambah kritikan kalian yang terkadang menyesakan, tapi Author masih berusaha menulis untuk kalian semua, meski banyak problem di kehidupan sehari-hari, Author masih berusaha update, jadi tolong berikan semangat yang membangun mood Author supaya tetap menulis bab selanjutnya 🙏🙏🙏...
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Dan tolong mampir baca ke novel sobat Author yang baik hati ini 🤗...
...Mau referensi novel Romantis yang beda dari yang lain? ...
...cekidot aja nih novel pertama dari Author Black_Queen dengan judul Supir untuk sang nyonya....
...Jangan lupa untuk dukung ya agar Author nya semakin semangat....
...Bersambung....