DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Dendam sesosok arwah.


"Dokter bisakah kau membantuku?." tanya Bambang dengan wajah sendu.


"Apa yang bisa ku bantu katakanlah, aku harap setelah jazadmu disempurnakan kau tidak gentayangan lagi." jawab dokter yang bernama Lilik.


"Setelah ini keluargaku pasti akan berdatangan untuk melihat jenazahku, tapi bisakah dokter melarang semua keluargaku, supaya tidak melihat kondisi jenazahku, aku tidak ingin mereka bersedih karena itu akan menghambat kepergianku ke alam keabadian." jelas Bambang dengan wajah sendu.


"Baiklah asal kau dapat pergi dengan tenang, aku akan mengikuti keinginanmu, tapi sebelumnya kau katakan saja padaku, bagaimana kau bisa sampai tewas." tukas dokter Lilik dengan mengaitkan kedua alis matanya.


Setelah itu Bambang menceritakan kronologi, bagaimana dia bisa sampai meninggal dunia, Bambang mengatakan jika juragan nya memiliki sesembahan sesosok pocong yang membuatnya terkejut dan ketakutan saat melihatnya, lalu entah bagaimana kejadian nya Bambang tersandung dan menjatuhkan pisau dan garpu yang ada di atas meja, kemudian pisau garpu itu terjatuh dan menancap tepat di perut Bambang yang tergeletak di lantai dapur.


"Hanya itu dok yang aku ingat, karena setelah itu aku sudah menjadi arwah gentayangan." ujar Bambang yang menundukan kepalanya.


Dan setelah mendengar penjelasan Bambang, dokter Lilik mulai melakukan tugasnya untuk mengautopsi jazad Bambang, di dalam sebuah ruangan yang tertutup, sesuai dengan penjelasan arwah Bambang, nampak dokter Lilik hanya membedah di bagian perut jazad itu untuk mengetahui penyebab kematian nya.


Tanpa terasa hampir satu jam dokter Lilik berada di ruangan forensik, dan penyebab kematian Bambang sudah diketahui, yaitu karena kerusakan jaringan usus yang ada di dalam perut nya, dan dia juga kehabisan darah yang membuatnya tewas hanya dalam hitungan menit saja.


Tiba-tiba terdengar suara gaduh di luar sana, ternyata semua keluarga Bambang sudah datang, termasuk ibu nya yang sedang berderai air mata dengan tubuh yang lemah, nampak arwah Bambang melesat mendekati ibu nya yang terlihat sangat bersedih.


"Bu maafkan anakmu ini yang belum bisa membahagiakanmu." bisik Bambang ditelinga ibu nya.


Entah kenapa perempuan tua itu seakan mendengar bisikan arwah Bambang, nampak ibu tua itu memandang ke segala arah seraya berteriak memanggil nama anaknya.


"Bambang kau dimana Le, ini ibu datang untuk menjemputmu nak huhuhu." tukas perempuan tua itu terisak.


Lalu dokter Lilik berjalan mendekati ibu Bambang seraya memeluknya, dan dokter Lilik mengatakan pada ibu Bambang, jika yang didengarnya tadi memanglah suara Bambang.


"Ibu yang kuat dan tabah ya, anggap saja tadi adalah salam perpisahan dari anak ibu, Bambang juga berpesan supaya jenazahnya tidak dilihat oleh semua keluarganya, karena jika ada yang semakin bersedih, itu akan menghambat perjalanan nya ke alam berikutnya, jadi saya minta ibu dan keluarga yang lain nya bisa ikhlas menerima cobaan ini." ucap dokter Lilik berusaha menenangkan perempuan tua itu.


"Jadi aku tidak salah mendengar dok, tadi benar-benar suara Bambang anakku huhuhu." seru ibu itu semakin terisak pilu.


Nampak semua keluarga Bambang semakin hanyut dalam kesedihan, mereka tidak kuasa mendengar ucapan dokter yang mengatakan jika semua keluarganya tidak ada yang boleh melihat jenazahnya.


"Saya harap semua keluarga mengerti dan mengikuti permintaan terakhir almarhum, karena arwah Bambang sendiri yang mengatakan itu pada saya." jelas dokter Lilik dengan menghembuskan nafasnya panjang.


Kemudian kakak perempuan Bambang pun bertanya dengan terisak, apakah Bambang tewas karena dibunuh oleh juragan nya atau tidak, dan dokter pun menjelaskan jika Bambang meninggal karena faktor kecelakaan dalam bekerja, pak Rahmat dan Pardi hanya berusaha menyembunyikan mayat Bambang, karena pak Rahmat takut bahwa fakta meninggalnya Bambang di warung bakso nya, akan merusak reputasi warung bakso nya, yang sedang sangat laris akhir-akhir itu.


"Kenapa mereka sangat tega menguburkan mayat adikku dengan cara seperti itu, seharusnya mereka bisa memberitau kami, jika memang itu hanyalah kecelakaan kerja saja huhuhu." ucap kakak perempuan Bambang semakin terisak.


Wuush...


Terlihat arwah Bambah melesat menghampiri dokter Lilik, dan memintanya untuk tidak menceritakan tentang juragan nya, yang menumbalkan nyawa nya lalu dokter pun hanya menganggukan kepalanya.


"Bapak ibu silahkan ke ruangan sebelah, untuk menandatangani berkas penyerahan jenazah." ucap seorang petugas laki-laki.


Dan disaat Bambang sedang memperhatikan ibunya, tiba-tiba ada sesosok arwah laki-laki yang melesat ke sebuah ruangan, karena Bambang merasa penasaran dengan sosok itu, dia pun mengikuti arwah itu masuk ke dalam ruangan penyimpanan mayat.


Terlihat arwah laki-laki itu hanya terdiam dengan menundukan kepalanya, terdengar dia sedang mengumpat seraya berusaha menyentuh barang-barang yang ada di dalam sana.


Kenapa aku tidak bisa menyentuh semua nya, apa yang harus aku lakukan, semua orang yang ku temui tidak dapat mendengarku berbicara, aaarggh... Pekik arwah itu yang belum bisa menerima kematian nya.


Setelah mendengar ucapan arwah itu, Bambang semakin penasaran dan melesat menghampiri nya, nampak Bambang membulatkan kedua matanya, karena dia sangat terkejut setelah mengetahui arwah siapa yang ada dihadapan nya.


"Pardi... Kenapa kau masih berada disini." seru Bambang dengan mengaitkan kedua alis matanya.


Terlihat Pardi sangat ketakutan karena melihat Bambang ada dihadapan nya, lalu Pardi berlutut dan bersimpuh dibawah kaki Bambang yang mengambang di atas lantai.


"Mbang maafkan aku jangan sakiti aku lagi, karena aku sudah menjadi hantu sama sepertimu." ucap Pardi dengan wajah cemas.


"Aku tidak akan menyakitimu Di, justru aku ingin tau kenapa kau masih ada di dunia fana ini?." tanya Bambang menatap tajam pada arwah Pardi.


"Aku sangat dendam pada pak Rahmat, karena dia aku terjebak dengan perbuatan jahat, setelah itu dia juga melenyapkanku bahkan menguburkan mayatku begitu saja, aku ingin membuatnya membayar semua yang dilakukan nya padaku." jelas Pardi dengan mengkerutkan kening nya.


"Sudahlah Di jangan kau teruskan dendam mu itu, ikhlaskan saja semuanya kelak pak Rahmat akan mendapat karma dari semua perbuatan jahatnya." tukas Bambang yang menghibur Pardi.


"Apa kau tidak dendam padanya Mbang, dia yang telah menumbalkanmu pada pocong sesembahan nya." seru Pardi yang mendengus kesal.


"Sebenarnya dari awal aku sudah ikhlas Di, aku hanya ingin jazadku dikuburkan dengan layak, karena itu lah aku sering mendatangimu lewat mimpi, tapi tiba-tiba kau menghilang dan pak Rahmat juga memakai jimat, supaya makhluk halus seperti kita tidak dapat mendekatinya, jadi akan sulit untukmu mendekat, karena kau hanya akan merasa kesakitan." tukas Bambang memberi nasehat pada teman nya.


Dan terdengar suara ibu Bambang yang menangis histeris, karena jenazah Bambang sudah ada di depan mata nya, nampak perempuan tua itu jatuh pingsan, karena tak kuasa menahan kesedihan setelah melihat peti mati yang ada dihadapan nya.


Kemudian arwah Bambang melesat mendekati ibu nya yang tidak sadarkan diri, terlihat arwah Pardi hanya terdiam dengan menundukan kepalanya.


Maafkan aku Mbang, seandainya aku tidak mengajakmu bekerja di warung bakso itu, mungkin kau masih ada di dunia ini, batin Pardi yang merasa bersalah.


Setelah itu beberapa orang membantu untuk mengangkat peti mati ke dalam mobil ambulance, di ikuti oleh beberapa keluarga Bambang yang menumpang mobil ambulance, sementara kakak perempuan Bambang masih berusaha menyadarkan ibunya, nampak hidung perempuan tua itu di olesi minyak kayu putih supaya dia dapat segera tersadar dari pingsan nya.


*


*


...Yuk panjangkan list hadiah nya akak pembaca, udah mau pengumuman giveaway aja nih 😂...


...Bersambung....