DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Permainan Sukma Melati.


...Warning bab ini ada sedikit adegan dewasa yang belum cukup umur di skip dulu ya, maafkan Author yang latah menulis adegan hareudang di bab ini 🙏🙏🙏...


...🍃...


...🍃...


...🍃...


Setelah itu mbah Karto melangkahkan kakinya dengan gontai sembari memikirkan apa yang akan beliau katakan pada Anto yang sudah menanti kedatangan kangmas nya.


Dengan langkah yang berat mbah Karto meninggalkan dimensi alam gaib, melewati beberapa pengawal yang sedang berjaga di pintu gerbang alam gaib.


Wush...


Dengan sekelebatan angin jiwa mbah Karto kembali ke dimensi alam manusia, lalu jiwa mbah Karto memasuki raganya kembali dengan perasaan yang tidak menentu.


Disaat mbah Karto membuka kedua matanya ternyata keadaan di hutan angker itu sudah sangat gelap, padahal baru sebentar saja dia pergi ke dimensi gaib.


Dan samar-samar terdengar suara adzan dari masjid, ternyata saat itu sudah subuh, mbah Karto pun mengernyitkan dahinya seakan bingung menerka waktu.


Lalu mbah Karto berjalan meninggalkan hutan angker itu untuk kembali ke desa Rawa belatung, tapi dari kejauhan mbah Karto merasa ada seseorang yang mengikuti nya dari belakang, tapi ketika beliau membalikan tubuhnya dan memandang ke segala arah tidak ada siapapun disana.


Sopo seng ngetutno aku mulih (siapa yang mengikuti aku pulang), batin mbah Karto didalam hatinya.


Kemudian mbah Karto beristirahat di pos kampling yang ternyata sudah ada kedua hansip yang sedang berjaga disana.


"Loh Le awakmu piket to (loh nak kamu piket ya)". Tanya mbah Karto seraya menepuk pundak pak Dahlan yang sedang duduk di bale pos kampling itu.


"Eh enjeh mbah, melas kang Eko neg jogo teng pos piyambakan (eh iya mbah, kasihan mas kang Eko kalau jaga di pos sendirian)". Jawab pak Dahlan dengan seringai kecil diwajahnya.


"Yo wes Le, seng ati-ati nek jogo mulai wengi iki, perasaanku ora kepenak iki ( ya sudah nak, yang hati-hati kalau jaga mulai malam ini, perasaanku tidak enak ini)". Tukas mbah Karto dengan mengusap peluh dikening nya.


"Memange wonten nopo mbah, Ari dereng ketemu to, lha bu Ema kadose pripun nek ngoten (memangnya ada apa mbah, Ari belum ketemu ya, terus bu Ema bagaimana kalah begitu)". Celetuk pak Eko yang menyahuti pembicaraan pak Dahlan dan juga mbah Karto.


"Wes Le rak usah mbok pikirke, pesenke mung siji akehno leh mu dungo, nek ono seng ora wajar morono neng omahku (sudah nak tidak usah dipikirkan, pesanku hanya satu lebih banyak berdoa, jika ada yang tidak wajar datanglah ke rumahku)". Perintah mbah Karto dengan wajah cemas nya.


Setelah itu mbah Karto berpamitan pada keduanya dan melanjutkan perjalanan nya kembali ke rumah nya, lalu tiba-tiba hidung mbah Karto mencium aroma bunga melati didekatnya.


Ojo-ojo bojo gaib e Ari ngetutno aku mulih iki (jangan-jangan istri gaib nya Ari mengikuti aku pulang ini), batin mbah Karto didalam hati nya.


Lalu mbah Karto membaca rapalan mantra dan mulai memejamkan matanya untuk mengetahui siapa yang dari tadi mengikutinya dari belakang, dan benar saja mata batin mbah Karto melihat sesosok perempuan cantik sedang bersembunyi dari penglihatan nya, dan mengikutinya kembali ke rumah.


Terlihat mbah Karto berbicara dengan memejamkan matanya, beliau mengatakan pada Sukma melati jika dia harus segera kembali ke alam gaib karena sebentar lagi hari sudah pagi dan matahari akan segera bersinar, lebih baik Sukma kembali ke alam nya.


Dan setelah keberadaan nya diketahui oleh sesepuh desa itu, Sukma melati nampak marah tapi dia tidak bisa melakukan apapun karena didekat sana ada masjid dan ada seseorang yang sedang melantunkan ayat-ayat suci membuat seluruh tubuh Sukma melati kepanasan dan akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke hutan angker dan menemui suaminya yang masih berada di alam nya.


Wuusshh...


Tubuh Sukma melati terbang menuju ke alam gaib hanya dengan hitungan detik saja, dan tibalah dia di kamar tempatnya memadu kasih bersama suami tercinta nya.


"Kangmas maafkan aku tidak bisa memenuhi janjiku hari ini, karena lelaki tua itu mengetahui keberadaanku dan disana ada orang yang sedang membaca ayat suci membuatku tidak berdaya untuk mencelakai lelaki tua itu". Seru Sukma melati dengan menggenggam erat kedua tangan Ari.


Kemudian Sukma melati menggoda Ari dengan memainkan saliva nya di leher Ari, yang membuat suami nya itu bergidik karena geli.


Lalu Ari meletakan salah satu tangan nya di pinggang Sukma dan tangan yang lain nya memegang tengkuk istri gaib nya itu, Ari melahap habis bibir tipis Sukma melati yang selalu nampak menggoda dengan sesekali memainkan saliva nya.


Kecupan kedua nya berlangsung cukup lama membuat Sukma kehabisan nafas dan tersengal-sengal karena menelan ludah nya sendiri, kemudian tangan Sukma mulai bermain manja di area milik Ari.


Tangan Sukma merogoh sesuatu yang sudah nampak padat dan sesak didalam sana, dengan lihai tangan Sukma memainkan milik Ari tidak beraturan dengan irama yang cepat dan sesekali melambat membuat nafas Ari berderu kencang dan mulai mengeluarkan suara aneh nya.


Setelah itu Sukma melahap habis milik Ari dengan bibir tipisnya membuat tubuh Ari bergetar hebat dan mulai melenguh panjang, nampak seringai kecih diwajah cantik perempuan gaib itu, dia memainkan saliva nya di atas puncak Ari.


Ari yang sudah mulai tidak berdaya, tidak dapat melakukan perlawanan pada istri gaibnya itu, terlihat Ari hanya pasrah merasakan setiap perlakuan manis yang Sukma melati lakukan pada dirinya.


Tiba-tiba saja Ari merasakan miliknya sudah mencapai batas, dia mulai melenguh panjang dengan suara aneh nya dan sesuatu didalam dirinya keluar begitu saja menyembur ke wajah cantik istri gaibnya.


Lalu Ari bernafas terengah-engah dengan berbaring di atas ranjang nya, sementara Sukma yang wajahnya sudah lengket dan basah memandang wajah suaminya dengan penuh cinta.


Sukma melati menghambur kedalam pelukan Ari yang sedang terbaring diatas ranjang nya.


"Kangmas kenapa cepat sekali". Ucap Sukma melati dengan manja dipelukan Ari.


"Maafkan aku dek, aku tidak bisa menahan nya lagi, kau memainkan nya terlalu kuat membuat diriku tidak berdaya lagi". Bisik Ari ditelinga istri gaibnya.


"Lain kali kau jangan secepat tadi ya, kita kan belum melakukan permainan yang sebenarnya". Seloroh Sukma melati dengan mencubit kecil lengan suami nya itu.


"Baiklah dek, aku janji lain kali kita akan melakukan permainan yang lebih lama supaya kau bisa lebih puas". Tukas Ari seraya mengecup kening Sukma melati.


Lalu keduanya tertidur bersama dengan saling berpelukan, tapi baru sekejap keduanya memejamkan mata, ada beberapa pengawal pendopo yang datang mengetuk pintu kamar mereka, membuat Sukma melati sedikit marah karena kebersamaan nya dengan suaminya terganggu.


Sukma melati keluar dari sana dengan menembus pintu kamarnya, dan menatap tajam ke arah pengawal pendopo yang sedang berdiri didepan nya.


"Berani-berani nya kalian menggangguku disaat aku bersama suamiku". Pekik Sukma melati dengan membulatkan kedua matanya.


"Maafkan kami kanjeng putri, kami diperintah oleh Romo mu untuk memanggil kalian segera ke pendopo, karena setelah ini sesepuh alam gaib akan berkumpul di pendopo untuk mendengarkan keinginan suamimu". Ucap para pengawal itu dengan menundukan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu, beri tau Romo jika kami akan segera hadir di pendopo". Seru Sukma melati dengan menghembuskan nafas yang panjang.


*


*


...Bersambung....


...Terima kasih bagi kalian yang sudah membaca cerita ku dari bab awal sampai bab ini, karena semua cerita saling menyambung jadi jika tidak membaca dari awal pasti akan sedikit membingungkan....


...Dan maaf 🙏 ya jika Author latah menulis yang sedikit hareudang setiap kali menceritakan tentang Ari bersama Sukma istri gaibnya hehe 😂...


...Semoga kalian sehat selalu ya readers dan bahagia selalu bersama pasangan kalian masing-masing seperti Ari dan Sukma wkwkwk Love u all 💕🌷...