DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Akhir kisah mbah Wongso???


Nampak Rania menundukan kepalanya, dia sangat sedih karena keberadaan ketiga teman hantu nya tidak dapat ditemukan, arwah mbah Sumi yang mengerti kesedihan Rania datang mendekatinya, dan membisikan sesuatu ditelinga Rania.


Aku akan membantumu menemukan mereka, bisik arwah mbah Sumi membuat Rania merinding disekujur tubuhnya.


"Sudah nduk, kau tidak perlu takut pada mbah Sumi, dia hanya belum rela kembali ke alam nya jika anaknya belum ditemukan, dan sekarang dia ingin membantu mencari Petter dan orang tuanya". Jelas mbah Karto dengan suara beratnya.


"Tapi mbah hantu mbah Sumi berbeda dengan Petter, bau mayatnya sangat terasa dipernafasanku". Ucap Rania dengan mengusap tengkuknya.


"Itu karena dia baru saja meninggal kemarin, jadi kau masih bisa menghirup aroma mayat jika didekatnya". Tukas mbah Karto dengan senyum ramahnya.


Karena hari sudah larut malam bude Walimah berpamitan pulang tapi Kasmi meminta Rania atau Wati menemani nya malam itu, karena Kasmi tidak ingin rumahnya semakin sepi.


"Ya sudah bude Rania saja yang menginap disini, kalian pulang saja". Ucap Rania seraya mengantar bude Walimah dan Wati sampai didepan pintu.


Sementara arwah mbah Sumi sedang berada ditengah hutan untuk mencari botol ajaib yang di simpan Bima entah dimana, nampak hantu mbah Sumi melesat ke berbagai sisi hutan itu, dan dia tidak sengaja bertemu dengan mbah Wongso yang sedang terbaring di tengah hutan, nampak beliau sedang berusaha mengumpulkan kekuatan nya tapi tetap saja raganya sudah sangat lemah.


"Akhirnya ajal akan segera menjemputmu manusia laknat". Ucap hantu mbah Sumi dengan menyeringai.


"Kau masih berada di dunia fana ini Sum, apakah kau masih berharap anakmu bisa kembali, jangan harap dia akan kembali ke alam manusia lagi, dia sudah menjadi istri calon penguasa alam gaib di alamnya, meski aku akan segera mati tapi aku sangat puas bisa membuat hidup semua orang menderita". Tukas mbah Wongso dengan terbata-bata karena menahan sakit ditubuhnya.


Nampak hantu mbah Sumi sangat marah dan mengatakan jika kematian sudah mendekati mbah Wongso, tapi beliau tetap angkuh dan sombong, lalu hantu mbah Sumi pun melesat meninggalkan mbah Wongso seorang diri dengan keadaan nya yang sekarat.


Arwah mbah Sumi terbang ke seluruh penjuru hutan itu, sampai akhirnya dia berhenti di depan goa yang berada disamping air terjun, dan disana banyak hantu sejenis kuntilanak yang sedang mandi dan berendam di air terjun, mereka sedang membicarakan beberapa manusia sakti yang tadi sempat beradu kekuatan, ternyata kuntilanak itu menceritakan tentang pertengkaran yang terjadi antara Bima dengan pak Jarwo dan juga mbah Karto, kemudian arwah mbah Sumi melesat mendekati kuntilanak-kuntilanak yang sedang mandi itu, mbah Sumi menanyakan apakah salah satu dari mereka melihat ada tiga hantu yang ditangkap oleh salah satu dari orang sakti yang bertengkar disana.


Setelah itu salah satu dari kuntilanak itu melesat ke dalam goa yang ada disamping air terjun, kuntilanak itu menunjukan pada arwah mbah Sumi jika ketiga hantu yang dimaksudnya sudah berada didalam botol ajaib yang disimpan didalam goa itu.


Kemudin arwah mbah Sumi pun kembali ke rumahnya dan menemui Rania yang sedang tertidur bersama Kasmi, terlihat mbah Sumi masuk ke dalam mimpi Rania dan memberi tau tentang keberadaan ketiga teman hantunya yang saat ini sedang terjebak didalam botol ajaib.


"Nduk cah ayu, aku hanya ingin memberitau mu jika kau harus segera menyelamatkan ketiga teman hantumu itu, mereka sedang terkurung didalam botol ajaib milik Bima, lekaslah pergi ke hutan sebelah timur disana ada goa disamping air terjun, masuklah kesana dan buka penutup botol ajaib itu". Ucap arwah mbah Sumi di mimpi Rania.


Dan tidak berselang lama Rania terbangun dari tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal.


Mimpi tadi seperti nyata, apakah mbah Sumi ingin memberitahuku tentang keberadaan Petter dan orang tuanya, tapi kenapa lewat mimpi, bukankah mbah Sumi bisa menampakan wujudnya padaku, gumam Rania pada dirinya sendiri.


Ternyata Kasmi yang tertidur disampingnya juga terbangun, dia mendengar perkataan Rania tentang simboknya yang datang di mimpi Rania.


"Lho nduk apakah benar kau memimpikan simbokku?". Tanya Kasmi dengan mengkerutkan keningnya.


"Ehm i iyaa bu, baru saja aku bermimpi bertemu dengan mbah Sumi". Jawab Rania dengan mengusap peluh dikeningnya.


"Apakah ada yang simbokku sampaikan padamu nduk". Seru Kasmi dengan wajah sendu.


"Katakan pada anakku nduk, jika aku akan menunggu Lala kembali, baru setelah itu jiwaku akan tenang di alam sana". Bisik arwah mbah Sumi ditelinga Rania.


Kemudian Rania mengusap tengkuknya karena bulu-bulu halus dibadan nya meremang, setelah mendengar bisikan dari arwah mbah Sumi.


"Bu ada yang ingin aku sampaikan, tapi aku mohon padamu jangan bersedih setelah aku menceritakan yang sebenarnya". Cetus Rania dengan menggenggam kedua tangan Kasmi.


"Ada apa to nduk, coba kau katakan yang sejujurnya padaku". Tukas Kasmi dengan mengaitkan kedua alis matanya.


Setelah itu Rania menceritakan semuanya, tentang arwah mbah Sumi yang masih berada di rumahnya, arwah mbah Sumi belum rela meninggalkan dunia ini karena Lala belum ditemukan, dan tadi Rania sempat ketakutan karena melihat keberadaan arwah mbah Sumi.


Terlihat kedua mata Kasmi berkaca-kaca dan dia pun tidak dapat menahan kesedihan nya, Kasmi akhirnya berderai air mata, dia tidak pernah menyangka jika ibu nya saat ini gentayangan menjadi hantu, karena jiwa nya belum tenang meninggalkan dunia ini.


"Lalu apa yang harus aku lakukan nduk". Ucap Kasmi sesegukan dengan air mata yang terus mengalir deras.


"Rania tidak tau bu, mungkin mbah Karto dan pak Jarwo lebih tau, sebaiknya kita istirahat saja dan membicarakan ini besok pagi". Tukas Rania seraya mengusap lembut air mata Kasmi.


"Terima kasih ya nduk, kau sudah seperti adikku, karena kau memang seumuran Lala, semoga Lala cepat ditemukan dan jiwa simbokku bisa tenang di alamnya". Ujar Kasmi dengan menghembuskan nafas yang panjang.


"Amin ya Alloh". Sahut Rania dengan senyum ramahnya.


Setelah itu keduanya berusaha melanjutkan tidurnya, tapi sekarang Kasmi yang susah memejamkan matanya, pikiran nya sibuk membayangkan simboknya yang belum kembali ke alamnya.


Kemudian Kasmi bangkit dari tempat tidur dan berniat mengambil air wudhu untuk segera melakukan shalat tahajud, dan di sela-sela rakaatnya Kasmi menyadari ada hal ganjil didekatnya, seperti ada yang mengiringi gerakan shalatnya, nampak guratan cemas diwajah Kasmi, tapi dia tetap melanjutkan gerakan shalatnya, sampai akhirnya Kasmi selesai melakukan shalat tahajud dan berdoa kepada Allah, dia berdoa supaya adiknya Lala cepat ditemukan dan jiwa simboknya dapat tenang di alam sana, kemudian terdengar suara yang mengaminkan doa Kasmi.


Setelah itu kasmi bangkit dari duduknya dan berlari ke ruang tamu, disana banyak orang yang sedang tertidur termasuk pak Jarwo, dan Kasmi pun membangunkan suaminya yang sedang terlelap itu.


"Kangmas bangun to, cepat bangun mas". Ucap Kasmi seraya menggoncangkan tubuh pak Jarwo yang terbaring di lantai ruang tamu nya.


"Ada apa to dek, tengah malam begini membangunkanku". Sahut pak Jarwo dengan mengusap kedua matanya yang masih mengantuk.


Kemudian Kasmi menceritakan apa yang baru saja di alaminya, Kasmi sangat ketakutan karena ada yang mengiringi gerakan shalatnya dan menjawab doa nya, sedangkan pak Jarwo yang belum bisa mencerna keadaan hanya bisa mengkerutkan keningnya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


*


*


...Yuk akak pembaca panjangkan list Vote dan hadiahnya, karena semua itu sangat berharga untukku, dan menunjukan suport kalian semua padaku, sehat selalu ya kalian semua semoga diberi kebahagiaan selalu amin 😇🙏...


...Bersambung....