
Pagi itu pak Jarwo yang masih berada di desa Rawa belatung mendapatkan panggilan telepon dari istri nya, yang meminta dirinya untuk segera ke desa mertuanya karena ada hal yang tidak masuk akal disana.
Tapi pak Jarwo yang masih merawat mbah Karto dan juga ingin memperdalam ilmu supaya kelak dapat menggantikan mbah Karto merasa berat hati jika harus meninggalkan desa itu, lalu simbah Parti yang melihat kecemasan di wajah pak Jarwo pun menanyai nya tentang apa yang mengganggu pikiran nya saat itu.
"Ada apa to Le kok sepertinya ada yang kau pikirkan?". Tanya simbah Parti dengan mengkerutkan kening nya.
Jika aku mengatakan yang sebenarnya pasti simbah Parti akan memintaku pergi saat ini juga, tapi aku sudah berjanji pada mbah Darmi untuk menggantikan posisi mbah Karto saat ini, batin pak Jarwo didalam hati nya.
"Tidak ada apa-apa mbah, aku hanya bingung dengan istriku yang terus memintaku pulang padahal sudah aku bilang jika aku masih harus berada di desa ini sampai mbah Karto benar-benar sembuh". Tukas pak Jarwo tidak mengatakan yang sebenarnya.
"Ya sudah terserah kau saja Le, kau pasti tau mana yang terbaik untuk semua orang". Sahut simbah Parti dengan senyum ramah nya.
Setelah berbincang dengan simbah Parti pak Jarwo bergegas pergi ke rumah mbah Karto untuk mempelajari ilmu beliau supaya kelak dapat menggantikan tugas dan tanggung jawab nya sesuai janjinya pada mbah Darmi.
Tok tok tok...
Assalamuallaikum, seru pak Jarwo.
Waalaikumsallam, sahut mbah Darmi dari dalam sana.
Cekleek...
"Masuklah Le, kau sudah ditunggu". Tukas mbah Darmi.
Setelah itu pak Jarwo masuk ke dalam ruang khusus yang biasa mbah Karto gunakan ketika sedang melakukan ritual.
"Duduklah Le, sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan padamu, setelah kejadian tempo hari tubuh tua ku ini mudah sekali lelah dan merasa sakit, aku ingin meminta tolong padamu supaya mengembalikan jiwa Ari ke raganya seperti semula dan pisahkanlah dia dari istri gaib nya Sukma melati". Ucap mbah Karto dengan terbatuk-batuk.
Terlihat pak Jarwo semakin mencemaskan mbah Karto, karena kesehatan nya belum membaik juga, apalagi setelah mendengar permintaan mbah Karto.
"Baiklah aku akan melepaskan jiwa Ari yang masih tersimpan didalam botol suci milik pak haji Faruk, tapi aku tidak tau pasti apakah aku bisa membuat Ari berpisah dari istri gaibnya". Tukas pak Jarwo mengkerutkan kening nya.
Sementara di hutan angker tempat Sukma melati tinggal, nampak dia gelisah memikirkan suami nya yang belum juga kembali, sedangkan didalam rahim nya ada janin hasil hubungan nya dengan Pangeran Asopati.
Aku harus segera menemukan suami manusia ku itu, jika tidak romo akan mengetahui kalau janin yang ku kandung ini bukanlah anak dari suamiku, batin Sukma didalam hati nya.
Setelah itu Sukma memerintahkan pengawal nya untuk mencari tau dimana keberadaan Ari, dan pengawal pendopo nya pun segera melaksanakan tugas yang diberikan anak penguasa gaib itu.
Ternyata jiwa Ari telah kembali ke dalam raganya, tapi pak Jarwo memperingatkan Ari untuk tidak kembali menemui istri gaibnya, karena sekarang istri gaibnya itu telah memiliki hubungan lain dengan makhluk gaib sepertinya.
"Jika kau tidak ingin menjadi korban kemarahan makhluk gaib yang selama ini telah mendekati istrimu itu, kau harus melepaskan istri gaibmu dan melanjutkan kehidupanmu sebagai manusia normal, dengan begitu kau tidak akan mendapat gangguan". Jelas pak Jarwo pada Ari.
Mana mungkin aku bisa hidup tanpa Sukma, setelah aku kehilangan semuanya hanya dia yang aku punya, batin Ari didalam hati nya.
Sedangkan pengawal pendopo yang telah mengetahui keberadaan Ari bergegas kembali ke hutan angker untuk memberi kabar pada Tuan puteri nya itu, dan setelah mendengar kabar dari pengawalnya nampak Sukma melati menyeringai dengan liciknya dia akan menjadikan Ari kambing hitam atas kehamilan nya.
Wuuusshh...
Diam-diam Sukma melati mencari Ari di rumah nya, nampak laki-laki itu tengah tertunduk lemah karena jiwa nya baru kembali ke dalam raga nya, kedua mata Sukma memandang ke segala arah mencari tau keberadaan pak Jarwo, Sukma melati tidak ingin pertemuan nya dengan Ari terusik dengan kehadiran pak Jarwo karena bagaimanapun juga pak Jarwo bisa mempengaruhi Ari untuk meninggalkan nya.
Nampak Ari langsung memeluk istri gaibnya itu mendekapnya dengan erat, kedua mata mereka saling memandang lalu bibir mereka saling memagut melepas rindu.
"Kangmas kau darimana saja, sudah lama aku mencarimu, aku merindukan saat-saat bersamamu seperti ini". Ujar Sukma melati didekapan Ari.
"Benarkah kau merindukanku dek, aku mendengar jika kau sudah berhubungan dengan laki-laki lain selain aku". Tukas Ari melepaskan pelukan nya.
"Siapa yang telah berkata seperti itu padamu kangmas, aku tidak pernah menghianatimu bahkan sekarang aku sedang mengandung anakmu". Jelas Sukma melati meraih kedua tangan Ari dan meletakan nya di atas perut nya.
"Benarkah dek itu anak kita". Seru Ari tersenyum bahagia.
"Benar kangmas ini adalah anakmu, apakah kau tidak ingin hidup bahagia bersama kami di pendopo". Bujuk Sukma bergelayut manja.
Tapi bagaimana dengan peringatan laki-laki tadi, dia mengatakan jika aku kembali mendekati Sukma nyawaku akan terancam, batin Ari didalam hatinya.
"Apa yang kau pikirkan kangmas, ayolah ikut bersamaku kembali ke istana ku". Ucap Sukma membujuk Ari.
Lalu tiba-tiba ada yang datang mengetuk pintu kamar Ari, terlihat keduanya panik karena ada yang datang.
Dan tanpa mendengar jawaban Ari, Sukma melati bergegas membawa Ari kembali ke dimensi gaib karena dia tidak ingin kehamilan nya dengan Pangeran Asopati akan memancing amarah Romo nya.
Sesampainya di dimensi gaib hutan angker nampak Ari kebingungan dengan keputusan nya mengikuti istri gaib nya kembali kesana, tapi Sukma melati meyakinkan Ari dengan penuh kelembutan.
"Kangmas aku sangat merindukanmu". Bisik Sukma melati ditelinga Ari membuat laki-laki itu bergidik karena geli.
Nampak jiwa laki-laki Ari terpanggil dengan perlakuan Sukma yang selalu membuatnya panas dingin ketika mereka berdua, tapi Ari berusaha menahan keinginan nya karena dia tidak ingin melakukan nya ketika Sukma tengah hamil muda, tapi Sukma melati terus menggoda sisi laki-laki nya.
Tangan Sukma sibuk memainkan milik Ari dari luar, membuat Ari hanya bisa menelan ludah nya kasar.
"Sudah dek jangan kau goda diriku seperti ini, aku tidak ingin melakukan nya disaat kau hamil muda". Cetus Ari dengan mengusap peluh di kening nya.
Tapi Sukma melati tidak menghiraukan ucapan Ari, tangan nya masih sibuk memainkan sesuatu yang sudah nampak sesak didalam sana, lalu Ari mulai melenguh panjang berusaha menahan keinginan nya, tapi godaan Sukma terlalu besar dan sangat di sayangkan untuk dilewatkan dan Ari pun mulai membalas godaan Sukma melati dan mulai mencumbu nya.
Sedangkan di istana gunung wingit tempat Pangeran Asopati berada nampak obor di depan singgasana mengobarkan api yang tiba-tiba membesar.
Whuuut whuuut...
Terlihat kedua mata Pangeran Asopati membulat sempurna, pikiran nya tertuju pada Sukma melati yang mungkin sekarang tengah mengandung anaknya.
"Kurang ajar, apa yang dilakukan Sukma melati bersama manusia laknat itu".Gumam Pangeran Asopati murka.
*
*
...Bersambung....
...Yuk kak dukung author dengan memberikan Vote atau hadiah nya, supaya aku semakin semangat setiap hari nya, salam sayang untuk kalian semua 💕💖...