DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Perayaan untuk Kinanti Sailendra.


Lalu Anto membulatkan kedua mata nya, menatap bingung melihat kejadian ganjil yang ada di depan mata nya.


Aah iya aku baru ingat jika mbah Karto, sudah membuat pagar gaib di sekitar rumahku, jangan-jangan semua ular ini adalah ular gaib, yang berusaha untuk menemui mas Ari, batin Anto didalam hati nya.


Dengan berbekal ilmu agama yang seadanya, Anto mengajak pak Dahlan untuk melantunkat ayat-ayat suci, dan setelah itu ular-ular yang menggeliat di halaman rumah Anto, nampak menghilang tanpa jejak, semua hewan melata itu lenyap bagaikan ditelan bumi.


"Alhamdulillah seperti nya ular itu memang bukanlah ular biasa pak, untung saja pak Dahlan menyadari nya dengan cepat, jika tidak mungkin kita akan menghabiskan waktu yang lebih lama, untuk menangkap ular-ular gaib itu." seru Anto dengan nafas yang berderu kencang.


"Pantes saja setiap kali kau menangkap nya, ular itu tidak pernah habis dan akan terus bertambah, lha wong itu gaib kok mana mungkin bisa habis ditangkap." tukas pak Dahlan dengan menggelengkan kepala nya.


"Sebenarnya ada apa lagi ya pak, jujur aku hawatir dengan apa yang diperbuat mas Ari dibelakangku, bisa saja dia masih berurusan dengan hal gaib, karena itu lah kejadian barusan terjadi." ujar Anto dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Yang sabar ya To, mas mu Ari itu hanya mempunyai kau seorang, sebagai keluarga terdekat nya, semoga saja dia akan segera berubah, dan kembali ke jalan kebenaran." ucap pak Dahlan memberi semangat pada Anto.


Tanpa terasa satu minggu berlalu, Ari yang menghabiskan hari-hari nya di dalam kamar, nampak sangat resah karena Sukma melati masih saja belum memberi kabar padanya.


Apa aku harus melakukan ritual pemanggilan kembali, karena hanya dengan cara itu saja Sukma akan menemuiku, batin Ari didalam hati nya seraya bangkit dari tidur nya.


Cekleek...


Terlihat Ari membuka pintu kamar nya, kedua mata nya melihat ke segala arah, untuk memghindari Anto yang mungkin akan memergoki nya.


Dengan perlahan Ari melangkahkan kaki nya, dia berjalan melalui pintu belakang rumah nya, tapi naas bagi nya karena pintu belakang rumah itu, sudah digembok oleh Anto dan Ari tidak dapat menemukan kunci nya.


Lalu dengan rasa kecewa yang ada didalam hati nya, Ari terpaksa keluar melalui pintu utama rumah nya, dan sesuai prediksi nya, nampak Anto sedang duduk santai di depan televisi, dengan sigap Anto pun berdiri dan berjalan menghampiri kangmas nya itu, terdengar Anto sedang bertanya pada Ari, kemana kah dia akan pergi.


"Aku ingin keluar mencari angin di luar, apakah kau keberatan jika aku pergi keluar rumah." seru Ari dengan menatap tajam pada Anto.


"Bu bukan begitu mas, aku hanya ingin tau saja, kemana kangmas Ari pergi seorang diri." tukas Anto dengan menundukan kepala nya.


Astaga kenapa aku jadi takut untuk menjawab pertanyaan mas Ari, biarlah dia pergi mungkin dengan begitu, aku bisa mengikuti nya, batin Anto dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


Nampak Ari mengetahui niat adik nya, yang seperti nya ingin mengikuti nya, lalu Ari sengaja berjalan di sekitar rumah nya saja, dan sesuai perkiraan nya Anto sedang mengikuti nya dari belakang.


Apa yang harus ku lakukan jika Anto terus saja mengikutiku, aku akan kesusahan untuk menemui Sukma melati, batin Ari didalam hati nya.


Dan nampak dari kejauhan ada beberapa burung gagak yang beterbangan, sedang mengelilingi area hutan wingit, seperti ada sebuah acara disana, terlihat Ari yang sudah paham betul dengan tradisi di hutan wingit, sangat tau jika ada perayaan di istana penguasa gaib.


Mungkinkah Sukma juga ada disana, sepertinya aku harus menipu Anto supaya dia tidak mengikutiku lagi, dan aku bisa segera pergi ke hutan wingit, batin Ari dengan mengkerutkan kening nya.


Setelah itu nampak Ari berpura-pura sakit kepala, dia berteriak kencang dengan memegangi kepala nya.


Dan dari kejauhan nampak Anto berlari kencang, menghampiri kangmas nya yang sudah kepayahan, dengan sigap Anto merangkul tubuh Ari, lalu Ari mengatakan pada Anto jika kepalanya sakit seperti dulu.


"To kepala ku sangat sakit, rasa nya seperti akan pecah saja, obat di rumah sudah habis sejak tiga hari lalu, karena itu lah kepala ku sakit lagi." seru Ari bersandiwara.


"Ya Alloh gusti to mas, jika obat mu sudah habis kenapa tidak bicara saja padaku, kalau sudah begini kau juga yang kesakitan." tukas Anto dengan wajah yang panik.


Sepertinya sandiwara ku berhasil, setelah ini Anto akan pergi ke kota, dan aku bisa bebas menemui Sukma di hutan wingit, batin Ari yang masih bersandiwara kesakitan dengan memegangi kepala nya.


"Kita pulang saja ya mas, setelah ini aku akan ke kota untuk membeli obat-obatan mu itu, yang terpenting sekarang mas Ari istirahat saja di rumah." cetus Anto seraya memapah kangmas nya itu.


Sesampainya di rumah mereka, nampak Anto meminta Ari untuk rebahan saja di kamar.


"Mas Ari aku pergi sebentar, kau istirahat lah dulu, tunggu sampai aku kembali ya mas." seru Anto yang bergegas meraih kunci motor di atas meja.


Kemudian terdengar suara mesin motor, yang sudah berjalan menjauhi rumah nya, lalu Ari bergegas bangkit dari tidur nya, nampak Ari bersiap pergi meninggalkan rumah nya, lelaki itu berjalan keluar rumah, melalui pintu belakang, dia sudah kehilangan akal sehat nya, tanpa Ari sadari perayaan di hutan wingit adalah acara penyambutan Kinanti sailendra, cucu dari penguasa gaib itu yang sudah berumur empat bulan, karena di alam gaib sana setiap bayi yang berumur empat bulan, akan dibekali oleh berbagai ilmu gaib dan kesaktian dari seluruh keluarga nya, dan hari itu adalah hari dimana penguasa gaib akan memberkati cucu nya, dengan berbagai kesaktian yang dimiliki nya.


Sedangkan Ari yang sama sekali tidak mengetahui, jika di hutan wingit sedang ada acara besar, nampak melangkahkan kaki nya memasuki bagian terdalam hutan itu, sementara di istana penguasa gaib, ada Sukma melati yang sedang membopong Kinanti didampingi oleh pangeran Asopati yang selalu berada disampingnya.


Tapi tiba-tiba Sukma melati merasa gelisah, jiwa nya merasa terpanggil oleh Ari, yang sedang melakukan ritual di goa malih sukmo, Ari menggunakan darah nya untuk memanggil Sukma melati, tapi setelah menunggu beberapa saat, perempuan gaib itu tidak kunjung datang, nampak Ari yang sudah mulai kehilangan kesabaran nya berusaha mendatangi istana penguasa gaib hutan itu, tapi Ari masih teringat pesan Sukma, jika dia dilarang mendekati perbatasan alam gaib, karena nyawa nya bisa dalam bahaya.


Setan... Apa yang harus aku lakukan, aku sangat merindukan Sukma, tapi sepertinya ada yang menghalangi nya untuk datang menemuiku, batin Ari dengan membulatkan kedua mata nya.


Sementara di istana romo nya, nampak Sukma gelisah memikirkan lelaki yang dicintai nya.


Apa yang harus ku lakukan untuk menghindari, pangeran Asopati yang selalu berada disampingku, batin Sukma resah dengan mengkerutkan kening nya.


Terlihat penguasa gaib itu dapat melihat gelagat aneh putri nya, dia melesat mendekati putri nya dan membisikan sesuatu.


Nampak Sukma membulatkan kedua mata nya, ketika dia mendengar apa yang dikatakan romo nya pada dirinya.


*


*


...Kalian setuju ga kalau novel ini Author buat menjadi 2season, karena bab di novel ini sudah sangat banyak, tulis pendapat kalian dikolom komentar ya 😉...


...Bersambung....