DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Korban meninggal dunia.


Nampak Senopati terus mengikuti ibunda nya pergi, Seno memiliki firasat buruk tentang ibunda nya, tapi dia tidak tau siapa yang bersama ibu nya saat itu.


Dan melalui mata batin nya Bagaskara yang sedang menjelma menjadi Yudistira, mengetahui jika saat itu ada Senopati disekitar nya.


Aku harus bersikap seperti manusia pada umumnya, jika tidak Senopati akan mencurigaiku, dan dia akan lebih sering mengawasiku, batin Yudistira dengan mengkerutkan keningnya.


Sesampainya di perpustakaan kota, nampak Yudistira dan Lala berjalan beriringan, keduanya sedang membahas buku yang Lala cari, tapi tiba-tiba Senopati melesat menghampiri ibunda nya, dia berbicara melalui batin nya, jika ada yang ingin dibicarakan nya dengan sang ibu, lalu Lala mengatakan pada Yudistira jika dia ingin pergi ke toilet.


"Kau duluan saja ya Yud, nanti aku akan segera menyusulmu." tukas Lala seraya berjalan menjauhi Yudistira.


Nampak Senopati segera melesat menyusul ibunda nya, sementara Yudistira segera merubah wujudnya menjadi Bagaskara, dia ingin memgetahui apa yang dibicarakan Senopati dengan Lala, dan dari kejauhan Bagaskara pun samar-samar mendengarkan ucapan Seno pada ibunya, ternyata Senopati diutus oleh romo nya, untuk lebih sering mengunjungi sang ibu, karena romo nya tau jika adik tiri nya, masih berusaha mendekati Lala.


"Apakah ibu yakin tidak pernah melihat keberadaan pangeran Bagaskara, karena sebenarnya yang telah menyesatkan Wati adalah dia bu, pangeran Bagaskara telah membuat Wati tersesat di dimensi gaib, bahkan salah satu buto penguasa tempat itu, sempat melihat wujud pangeran Bagaskara, karena itu lah aku sangat cemas dan segera kembali ke istana, untuk meminta pendapat dari romo, karena menurut romo pangeran Bagaskara sudah ada di sekitar ibunda, tapi ibunda tidak menyadarinya." jelas Senopati dengan wajah cemas.


"Tapi nak jika memang dia yang telah membuat Wati tersesat di dimensi gaib, apa untungnya buat dia, karena Wati tidak tau apapun tentangnya, dan aku sama sekali belum pernah melihat wujudnya di sekitarku, apa mungkin dia menyamar nak." seru Lala dengan mengkerutkan keningnya.


"Itu sangat memungkinkan bu, tapi mana mungkin dia tahan dengan jimat suci yang ibu pakai, hanya aku saja sosok gaib yang tahan dengan energi jimat suci itu, tapi dia tidak akan tahan berdekatan dengan ibu, jika ibunda masih memakai jimat itu." tukas Senopati mendongakan kepala nya ke atas.


Ini sangat misterius, pangeran Bagaskara bisa membuat Wati tersesat, disaat Wati selalu dekat dengan ibuku, tapi kenapa ibu tidak pernah melihat wujudnya, batin Seno dengan wajah cemas.


"Sudahlah nak kau tidak usah pikirkan itu, yang terpenting sekarang Wati sudah kembali berkat kau, dan ibunda akan menjaga diri baik-baik disini." ujar Lala seraya memeluk anaknya.


"Aku akan selalu ada didekat ibunda, aku sangat mencemaskanmu bu, meski kau memutuskan untuk melanjutkan hidupmu tanpa romoku, kau tetaplah ibundaku, aku tidak ingin ibu celaka lagi." ucap Seno seraya mengecup punggung tangan ibunda nya.


Nampak Bagaskara terkejut setelah mendengar percakapan kedua nya, dia tidak pernah menyangka jika ada makhluk lain yang melihat wujudnya, dia tidak sadar jika di dimensi gaib, akan selalu ada makhluk yang bisa mengenali wujudnya.


Sialan jadi Seno sudah mengetahui, jika aku ada disekitar ibunda nya, padahal aku sudah merencanakan semuanya dengan baik, tapi karena ada yang mengadu pada Seno, keberadaanku jadi dipertanyakan, batin Bagaskara didalam hati nya.


Nampak Bagaskara begitu murka, dia tidak dapat mengendalikan amarahnya, sampai dia tidak sadar jika dia terlalu murka wujud menyeramkan nya, akan nampak dimata manusia biasa, dan dibelakangnya ada seorang perempuan paruh baya, tengah berdiri mematung dengan tubuh yang gemetaran, perempuan itu melihat sosok tinggi besar berbulu menyeramkan, dengan gigi taring yang mencuat keluar dari mulutnya, perempuan itu berusaha pergi dari sana, tapi kaki nya seakan terpaku tidak bisa digerakan, akhirnya dia hanya berteriak meminta pertolongan, tapi sosok buto Bagaskara lebih gesit, akhirnya Bagaskara mendekap tubuh perempuan itu, dengan sebelah tangan nya membungkam mulut nya, sampai akhirnya perempuan itu lemas karena kehabisan nafas, tubuhnya lunglai dan tersungkur ke lantai, lalu Bagaskara bergegas melesat pergi setelah menyadari jika akan ada kegaduhan disana.


Sepertinya perempuan ini tiada, lebih baik aku kembali menyamar menjadi manusia, supaya tidak ada yang menyadari jika ini adalah ulahku, batin Bagaskara melesat pergi dari sana.


Beberapa saat kemudian satpam perpustakaan ada yang sedang berjalan di lorong itu, nampak dia membulatkan kedua mata nya, menatap bingung seorang perempuan yang tergeletak tidak sadarkan diri di lantai lorong gedung itu, satpam itu bergegas berlari mendekati perempuan itu, nampak tubuhnya tidak bergerak sama sekali, lalu satpam itu berjongkok dan memastikan keadaan perempuan itu.


Karena mendengar suara satpam itu, Lala berjalan menghampirinya, nampak Lala mengkerutkan keningnya, memandangi seorang perempuan yang tergeletak dengan mata yang melotot.


"Pak ada apa ini, kenapa ibu ini pingsan disini." seru Lala dengan bergidik mengusap tengkuknya.


"Ibu ini bukan pingsan mbak, tapi dia sudah meninggal dunia." cetus satpam itu dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, bagaimana ceritanya pak, tadi saya baru saja lewat sini tidak ada apa-apa." ucap Lala terkejut dengan membulatkan kedua matanya.


"Saya juga tidak tau apa-apa mbak, kebetulan saya sedang patroli keliling gedung, karena melihat ada sekelebatan bayangan hitam, akhirnya saya mengejarnya, takutnya itu maling tapi saya malah menemukan ibu ini tergeletak disini, dengan mata yang melotot seperti itu." jelas satpam itu dengan wajah yang cemas.


Setelah itu nampak Senopati melesat mendekati ibundanya, dia berkata jika perempuan itu meninggal karena ulah makhluk gaib.


"Aku bisa merasakan kehadiran makhluk itu bu, apalagi lelaki itu mengatakan jika dia melihat bayangan hitam yang berlari pergi, seperti nya makhluk itu sengaja melenyapkan perempuan ini." cetus Senopati dengan memejamkan kedua matanya.


Dan benar saja firasat Senopati, dimata batin nya Seno melihat sosok buto dengan wajah yang tersamar, sedang mendekap erat tubuh perempuan itu, sebelah tangan nya membungkam mulut nya, sampai manusia itu kehilangan nafas dan tiada seketika.


Kenapa aku tidak dapat melihat wajahnya, sebenarnya siapa dia, apa tujuan nya melenyapkan nyawa manusia ini, batin Senopati dengan mengkerutkan kening nya.


Sementara Lala yang ketakutan melihat mayat yang ada dihadapan nya, memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya, Lala meraih ponselnya dan mengirimkan pesan singkat pada Yudistira jika dia ingin pulang sekarang juga, dan Lala akan menunggu nya di tempat parkir mobil.


"Nak lebih baik kau segera kembali ke istana mu, tempat ini sudah tidak aman lagi, ibu takut sesuatu hal yang buruk terjadi pada kita." ucap Lala melalui batin nya.


Kemudian Senopati mengatakan oada ibundanya, jika dia akan berjaga didekat ibunya, firasat Seno semakin tidak enak, setelah melihat kematian manusia karena ulah buto sejenisnya, Senopati resah jika itu adalah perbuatan pangeran Bagaskara.


*


*


...Sepertinya kalian sudah mulai bosan dengan kisah ini, kalau Author buat tamat, dan berlanjut di season 2 dengan judul yang berbeda bagaimana? ...


...Bersambung....