DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Sakaratul maut!!!


Ditengah perjalanan pulang Rania melihat seorang nenek tua yang sedang mencari kayu bakar, nenek tua itu nampak kelelahan dengan menggendong setumpuk kayu bakar dipunggung nya.


Lalu Rania berjalan tergesa-gesa menghampiri nenek tua itu, dan memberikan air minum mineral yang ada didalam tas nya.


"Ini nek diminum dulu". Tukas Rania seraya memberukan botol minum pada nenek itu.


Kemudian nenek tua itu meneguk air mineral yang diberikan Rania, terlihat pak Jarwo menatap nenek itu dengan penuh curiga, dan pak Jarwo pun menerawang melalui mata batin nya karena dia ingin mengetahui siapa nenek tua itu, lalu pak Jarwo dapat melihat semua yang nenek itu lakukan sebelum ini.


...🍀 Flashback on 🍀...


...Disaat nenek Rohyati mencari kayu bakar dia menemukan seorang laki-laki tua tengah tidak sadarkan diri dengan luka dibeberapa tubuhnya, nenek Rohyati sangat cemas, dan dia kembali ke rumahnya untuk meminta tolong pada warga sekitar untuk membawa laki-laki itu ke rumahnya....


...Laki-laki itu adalah mbah Wongso yang sedang sakit parah, dan mungkin hidupnya tidak akan lama lagi, dan sesampainya mbah Wongso di rumah nenek Rohyati, mbah Wongso pun diberi pertolongan oleh mantri desa, tapi sepertinya kondisi mbah Wongso terlalu parah dan mantri desa tidak sanggup melakukan apa-apa kecuali mengurangi sakit yang mbah Wongso rasakan....


...Kemudian mbah Wongso yang merasakan hidupnya tidak akan lama lagi, meminta tolong pada nenek Rohyati supaya membawakan nya botol kayu dengan ukiran aksara jawa yang berada di dalam goa dekat air terjun, mbah Wongso ingin membebaskan jiwa ketiga hantu yang telah dikurungnya, supaya mereka dapat memberitau mbah Karto tentang kabar kematian nya nanti....


...Dan nenek Rohyati yang merasa iba melihat kondisi mbah Wongso yang sudah tidak bisa bertahan lama, beliau segera pergi ke hutan untuk mencari botol kayu yang dimaksud mbah Wongso, nenek Rohyati menyusuri hutan itu sembari mencari kayu bakar untuknya memasak di dapur....


...Tapi akhirnya nenek Rohyati kelelahan karena sudah berjalan dari pagi, dan beliau belum istirahat bahkan air minumnya juga habis, kemudian dia berhenti berjalan dengan nafas yang tersengal-sengal, lalu disana terlihat Rania menghampiri nenek Rohyati dan memberikan nya minum....


...🍀 Flashback off 🍀...


Jadi nenek ini yang sudah membantu mbah Wongso, apakah benar mbah Wongso sudah sadar dengan perbuatan nya, dan botol ajaib itu ada pada nenek ini juga, batin pak Jarwo dengan mengkerutkan keningnya.


"Mbah kami akan mengantarmu pulang ke rumahmu, aku akan membawakan kayu mu ini". Tukas pak Jarwo dengan senyum ramahnya.


"Tapi pak, bagaimana dengan Petter". Sahut Rania dengan mengkerutkan keningnya.


"Kau tenang saja nduk, semua akan baik-baik saja mari kita antarkan nenek ini ke rumahnya". Tegas pak Jarwo dengan menggendong setumpuk kayu bakar seraya memapah nenek Rohyati berjalan kembali ke rumahnya.


Dan disepanjang perjalanan pak Jarwo pun bertanya pada nenek Rohyati kenapa mencari kayu bakar sejauh ini, padahal rumahnya jauh dari tempat tadi, dan nenek Rohyati pun menceritakan semuanya tentang maksudnya mencari kayu bakar sejauh itu, beliau mengatakan ingin membantu seseorang yang sedang sekarat di rumahnya.


"Aku tidak tega Le, sepertinya dia ingin memiliki botolnya yang hilang, karena aku tau hidupnya tidak akan lama lagi, aku terpaksa menuruti keinginan laki-laki tua itu". Jelas nenek Rohyati dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Botol nek, memang nenek ini mencari botol itu dimana". Seru Rania dengan membulatkan kedua matanya.


"Aku mencari botol itu di dalam goa yang dekat air terjun disisi timur hutan ini, karena laki-laki itu memintaku mencari disana". Sahut nenek Rohyati.


"Apa nek, goa... Bisakah aku melihat botol yang nenek temukan itu". Pinta Rania dengan mata berkaca-kaca.


"Tentu saja boleh nduk, tunggu sebentar kita istirahat disini sebentar, botol itu ada didalam keranjang ini". Tukas nenek Rohyati duduk bersender dibawah pohon yang rimbun.


Setelah itu nenek Rohyati menyerahkan sebuah botol kayu dengan ukiran aksara jawa pada Rania, nampak Rania menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena Rania tidak tau bentuk botol yang telah mengurung ketiga teman hantu nya itu.


"Benar nduk itu botol ajaib milik mbah Wongso, kita harus segera membebaskan ketiga jiwa tanpa raga itu". Cetus pak Jarwo seraya meraih botol kayu yang dipegang Rania.


Kemudian pak Jarwo memejankan kedua matanya dengan membacakan rapalan mantra.


Kemudian tutup botol itu terlepas dengan sendirinya dan keluarlah ketiga jiwa tanpa raga itu.


Wuuuuussh...


Ketiga teman hantu Rania sudah terbebas dari dalam botol ajaib milik mbah Wongso, terlihat Rania dan Petter saling memeluk meski pelukan itu tidak bisa dilakukan karena tubuh Petter selalu menembus tubuh Rania.


"Aah aku lupa jika aku tidak bisa memelukmu Petter, maafkan aku karena kemarin aku meninggalkanmu tanpa berpamitan, dan aku sangat menyesal, karena kejadian itu membuat kalian semua tertangkap oleh mbah Wongso". Ucap Rania dengan berderai air mata.


"Sudah nduk yang terpenting mereka sudah terbebas, tolong kalian kembali ke rumah dan beri tau mbah Karto jika saat ini adiknya sedang sekarat dan ingin bertemu dengan nya, aku akan menunggu kalian di rumah nenek Rohyati". Perintah pak Jarwo pada Evana dan Jansen.


Kemudian Evana dan Jansen melesat meninggalkan hutan itu, terlihat Petter hanya ingin terus berada disamping sahabatnya, Rania yang ingin memapah nenek Rohyati kembali ke rumahnya nampak menundukan wajahnya sendu.


Jika mbah Wongso akan meninggal dunia, bagaimana dengan nasib Lala, ya Alloh kasihan sekaki kau La, batin Rania dengan meneteskan air matanya.


"Ada apa nduk cah ayu, kau menangis tiba-tiba seperti ini?". Tanya nenek Rohyati.


"Tidak ada apa-apa nek, aku hanya teringat temanku yang sudah lama menghilang tapi dia belum ditemukan sampai saat ini". Jawab Rania terisak.


"Sabar nduk, banyak berdoa pada gusti Alloh semoga temanmu itu lekas ditemukan". Ucap nenek Rohyati dengan menghembuskan nafasnya panjang.


Sesampainya di rumah nenek Rohyati nampak banyak tetangga nya yang berkumpul disana, lalu salah satu dari mereka berlari menghampiri nenek Rohyati dan mengatakan jika laki-laki tua yang di tolongnya sedang sakaratul maut.


Nampak guratan wajah cemas pak Jarwo, beliau berjalan terlebih dulu masuk ke dalam rumah nenek Rohyati.


"Assalamualaikum". Salam pak Jarwo pada semua orang yang ada di dalam rumah itu.


Waalaikumsalam, sahut semua orang.


Kemudian pak Jarwo berjalan menghampiri seorang laki-laki yang sedang terbaring tidak berdaya di kursi ruang tamu.


"Mbah Wongso ini aku mbah, nyebut syahadat mbah AL LAILAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH". Bimbing pak Jarwo pada mbah Wongso yang tergeletak dengan kedua matanya yang melotot dan lidahnya yang sudah pendek.


Terlihat mbah Wongso sudah susah untuk berucap, suaranya tidak jelas bahkan beliau tidak bisa mengucapkan syahadat dengan benar.


"Astagfirullahaladzim, ya Alloh ampunilah semua dosa beliau". Ucap pak Jarwo dengan wajah sendu.


Setelah itu Rania pun berjalan mendekati mbah Wongso yang masih bernafas dengan satu irama saja, lalu kedua mata mbah Wongso melotot tajam menatap wajah Rania dan berusaha berbicara pada gadis itu.


Nampak Rania ketakutan melihat pandangan mata mbah Wongso pada dirinya, Rania menundukan kepalanya dengan deru nafas yang kencang.


*


*


...Bersambung....