DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Menunggu penjelasan?


Terlihat mbah Darmi sangat panik, karena tiba-tiba mbah Karto merasakan sakit di jantung nya, lalu Anto bergegas memapah beliau ke sebuah kursi, Rania dengan cekatan memberikan botol air minum untuk mbah Karto.


"Ini pak obatnya diminum dulu, tadi sudah ku ingatkan untuk di rumah saja, tapi bapak tidak mau mendengarku, kalau sudah kumat begini malah merepotkan semua orang to." seru mbah Darmi seraya memberikan beberapa butir obat untuk mbah Karto.


Lalu mbah Karto meneguk air putih dengan obat-obatan nya, nampak beliau mengatur nafas nya, yang sebelumnya tersengal-sengal, dan ketika keadaan nya sudah mulai membaik, mbah Karto bangkit dari duduknya, berjalan tertatih menghampiri sosok hantu Narsih, beliau berkomunikasi melalui batin nya, dan hantu Narsih menjelaskan alasan keberadaan nya disana, setelah mengetahui alasan Narsih, nampak mbah Karto menghembuskan nafas nya panjang, beliau menggelengkan kepalanya seraya memijat pangkal hidung nya.


Sepertinya mbah Karto menerima kehadiran hantu Narsih, disekitar orang-orang terdekatnya, apakah beliau mengetahui kisah kelam habtu perempuan itu, batin pak Jarwo didalam hatinya.


Dan tiba-tiba mbah Karto berkata, jika beliau mengetahui apa yang ada didalam pikiran semua orang saat itu, beliau mengatakan jika ada yang ingin disampaikan nya, tentang suatu hal yang penting.


"Tapi lebih baik aku mengatakan nya di rumah saja, setelah Wati diperbolehkan pulang, aku akan mengatakan sesuatu pada kalian semua." cetus mbah Karto dengan terbatuk-batuk.


"Sudah mbah Karto istirahat dulu saja, jika ada yang ingin mbah Karto katakan, lebih baik katakan saja setelah kesehatan mbah Karto membaik." ujar Rania dengan menyunggingkan senyum nya.


"Aku tidak bisa menyimpan segala kisah dimasa lalu, mungkin umurku tidak akan lama, jadi aku akan mengatakan segala hal yang belum kalian ketahui, supaya aku tidak membawa beban ini sampai aku menghembuskan nafas terakhirku." ucap mbah Kartp dengan menundukan kepalanya.


"Bapak ini ngomong apa to, bapak harus sembuh dan banyak istirahat, bukankah bapak sudah berjanji pada Parti, untuk menjaga keluarga nya, lihatlah pak Wati baru saja hilang di alam gaib, dan keponakanmu masih tersesat di alam lain, bagaimana mungkin bapak berkata seperti itu, tugas bapak masih banyak jangan menyerah secepat itu pak huhuhu." srru mbah Darmi berderai air mata.


Tanpa menjawab ucapan istri nya, nampak mbah Karto berjalan tertatih menghampiri istrinya itu, beliau menjelaskan pada mbah Darmi, jika umur manusia tidak ada yang tau, beliau hanya mengatakan demikian supaya beban dipundaknya berkurang.


"Aku tidak pernah putus asa dengan hidupku bu, kita sebagai manusia cepat atau lambat, akan segera berpulang ke rahmatulloh, dan aku hanya ingin mengatakan sesuatu pada kalian, mari bu kita pulang saja karena ada yang harus ku kerjakan di rumah." tukas mbah Karto seraya memandang ke arah hantu Narsih, yang hanya terdiam disudut ruangan dengan wajah sendu.


Kemudian Anto menawarkan diri untuk mengantar sesepuh desa itu pulang, sementara Lala ikut membantu memapah mbah Karto sampai ke tempat parkir mobil, lalu Anto berpamitan pada Lala, gadis yang membuat jantung nya berdegup kencang.


"Aku pergi dulu ya nanti sore aku akan menjemput kalian semua." ucap Anto dengan tersipu malu.


"Iya mas Anto hati-hati di jalan, aku menunggumu kembali." seru Lala seraya melambaikan tangan nya.


Kemudian Bagaskara mengikuti mobil Anto, nampak disepanjang perjalanan, mbah Karto selalu komat-kamit dengan membaca mantra-mantra nya.


Kenapa aku merasakan kehadiran makhluk jahat, dimanakah makhluk itu berada, batin mbah Karto dengan memejamkan kedua mata nya.


Disaat mbah Karto berusaha melihat melalui mata batin nya, nampak Bagaskara melesat pergi, dan bersembunyi menyamar menjadi manusia, disekumpulan orang yang berada di keramaian, mbah Karto yang belum mengetahui jika makhluk gaib, yang akan dihadapi nya memiliki kemampuan khusus, nampak kebingungan mencari keberadaan makhluk gaib yang dicurigainya.


"Stop dulu Le berhentilah sebentar." seru mbah Karto.


Dimana makhluk itu, tadi aku merasakan kehadiran nya, tapi tiba-tiba dia tidak ada, batin mbah Karto dengan membuka kedua matanya, seraya memandang ke segala arah.


"Apa ada yang ingin mbah Karto lakukan, kenapa mendadak minta berhenti disini?." tanya Anto dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Tidak ada Le jalanlah kembali." jawab mbah Karto dengan menghembuskan nafas nya panjang.


Setelah itu Anto mengemudikan mobilnya kembali, sementara Bagaskara yang telah menyamar menjadi manusia, sengaja membiarkan mereka melanjutkan perjalanan nya.


Aku akan menunggu disaat yang tepat, ketika manusia sakti itu tidak bersama nya, aku akan membuatnya celaka, supaya dia tidak bisa mendekati Lala lagi, batin Yudistira dengan senyum licik nya.


*


*


...Maaf segini dulu ya Author sedang ada kesibukan, silahkan tunggu bab selanjutnya 🙏...


...Bersambung....