DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Duka Elang setelah Lala menghilang.


Kemudian pak Jarwo berjalan ke bawah pohon besar dan berbicara lewat kekuatan batin nya untuk memanggil kedua hantu itu, lalu Evana dan Jansen melesat mendekati pak Jarwo dan menjelaskan tentang semua yang Rania katakan pada mereka, dan Evana ingin memberitau pak Jarwo jika mereka berdua berniat mencari tau tentang perempuan yang dimaksud Rania sangat mirip dengan Lala.


"Baiklah kaliam berdua selidiki dulu baik-baik jangan sampai kalian terjebak seperti kemarin, aku harus menyiapkan semua yang diperlukan untuk ritual Lala karena mbah Karto sedang sibuk mengurusi kepentingan di rumahnya". Ucap pak Jarwo seraya berjalan menghampiri Anto kembali.


Kemudian Evana dan Jansen melesat terlebih dulu menuju ke hutan yang berada di desa Randu garut.


*


*


Sementara itu Senopati yang berada di alam gaib, nampak kurang sehat karena seluruh kekuatan nya terkuras habis setelah mengirim ibundanya meninggalakan alam gaib itu.


Elang yang bangun di pagi hari nampak terkejut karena melihat ada Sekar disampingnya sedang tidur memeluk dirinya.


Kenapa aku berada disini, apakah aku sudah menghabiskan malam dengar Sekar, batin Elang yang berusaha mengingat semua kejadian tadi malam.


Nampak Elang mengkerutkan keningnya berusaha mengingat apa yang terjadi tadi malam, dan dia pun mengusap rambut nya kasar.


Kenapa aku harus melakukan ini, aku sudah berjanji pada Lala jika aku tidak akan melakukan hubungan badan dengan istriku yang lain nya, apakah Lala mengetahui ini semua, tapi dia juga sudah menghianatiku, kenapa aku harus memikirkan perasaan nya, batin Elang dengan menghembuskan nafasnya panjang.


Kemudian Elang bangkit dari duduknya, tapi tangan Sekar menggapai lengan Elang dan memeluk tubuh kekarnya.


"Kangmas mau kemana, aku masih merindukan kehangatanmu mas". Ucap Sekar bergelayut manja di pundak Elang.


"Aku harus menemui Lala, aku ingin melihat keadaan nya Sekar". Tukas Elang datar.


Sialan kenapa manusia laknat itu masih ada didalam pikiran kangmas Elang, aku harus benar-benar melenyapkan nya, batin Sekar dengan mengerucutkan bibirnya.


Lalu Elang melepaskan pelukan Sekar dan bergegas ke kamar Lala untuk melihat keadaan istri mudanya itu, meski pun Elang masih sangat marah pada Lala tapi Elang tetap memperhatikan Lala.


Kreeaaak...


Elang membuka pintu kamar Lala, tapi di dalam kamar itu tidak ada siapa pun, Elang berteriak memanggil nama Lala tapi tidak ada sahutan dari istrinya itu.


Kemana Lala pergi sepagi ini, apakah dia sedang menemui Senopati, gumam Elang pada dirinya sendiri.


Setelah itu Elang melesat menuju kamar anak bungsu nya, tapi disana juga tidak ada Lala, yang terlihat hanya ada Senopati yang terbaring lemah di atas tempat tidurnya.


"Kau kenapa anakku, tubuhmu dingin dan wajahmu sangat pucat?". Tanya Elang pada Senopati.


"Entahlah romo, aku terbangun seperti ini, seluruh tubuhku sangat lemah". Jawab Seno dengan wajah pucat.


"Apakah kau tau dimana ibundamu nak, biar dia saja yang akan merawatmu, karena romo tau kau tidak akan mau dirawat oleh tabib istana". Tukas Elang seraya mengusap lembut kening Senopati.


"Aku tidak tau romo, bukankah setiap malam romo bersama ibundaku". Sahut Seno memandang romonya dengan penuh tanya.


"Semalam romo sedang bersama ibumu Sekar, jadi romo tidak tau kemana ibundamu pergi sepagi ini, dan romo sudah mencarinya di kamarnya tapi dia tidak ada disana". Jelas Elang dengan mengkerutkan keningnya.


Jangan-jangan Lala pergi menemui laki-laki yang sudah bersetubuh dengan nya, kurang ajar aku harus menemukan nya dan memberinya peringatan sekali lagi, batin Elang murka didalam hatinya.


"Tapi romo aku ingin romo menemaniku, jika ibunda pergi romo yang harus menjagaku kan". Pinta Senopati memegangi tangan Elang.


"Anakku turutilah perkataan romo mu ini, beristirahatlah sebentar lagi tabib istana akan datang mengobatimu, dan romo akan segera kembali menemanimu". Tukas Elang mengecup kening anaknya.


Setelah itu Elang melesat ke seluruh penjuru istana nya, dia berharap jika Lala ada di suatu tempat di dalam istana nya, tapi setelah mencari ke semua tempat Elang tidak dapat menemui Lala, nampak wajah tampan Elang berubah menjadi seram, wujudnya telah berubah sebagai buto ireng yang sangat menakutkan.


Buto ireng itu menghilang tanpa jejak mencari keberadaan istri manusia nya, dia melesat ke semua wilayah yang berada di alam gaib, tapi di semua tempat buto itu tidak dapat menemukan keberadaan istrinya.


Dimana Lala berada, apakah ada yang menyembunyikan nya, diseluruh tempat di alam gaib ini aku sudah mencari keberadaan nya, tapi sepertinya ada yang berusaha memisahkan Lala dariku, batin buto ireng Elang dengan membulatkan kedua matanya.


Kemudian buto ireng Elang memejamkan kedua matanya, dan berusaha mencari dimana keberadaan Lala, tapi seperti ada tabir misteri yang menutupi penglihatan batin Elang, kesaktian nya tidak dapat menembus tirai yang menutupi penglihatan nya.


"Kurang ajar siapa yang sudah menghalangi penglihatanku, aku tidak dapat melihat dimana Lala berada". Pekik buto ireng Elang mendengus kesal.


Lalu dia kembali ke istana dengan amarah yang masih menguasai dirinya, Sekar yang mengetahui jika Elang sedang sangat marah tidak berani mendekatinya, lalu Mekar yang sedang ingin berjalan ke kamar Senopati nampak dihentikan langkahnya.


"Mekar kau mau kemana, lihatlah kangmas Elang terlihat sedang sangat marah, pergilah temui dia dan tenangkanlah amarahnya, karena hanya kau dan Lala saja yang bisa meredakan amarahnya, tapi dengan situasi yang seperti ini, tidak mungkin Lala bisa menenangkan amarah kangmas Elang, jadi hanya kau lah satu-satu nya harapanku". Tegas Sekar menatap Mekar.


"Baiklah mbakyu aku akan menemui kangmas terlebih dulu, bisakah kau memberikan obat-obatan ini pada Senopati, karena dia sedang kurang sehat saat ini". Tukas Mekar seraya menyerahkan segelas ramuan obat pada Sekar.


Jadi anak manusia itu sedang sakit, aku akan mencampurkan racun pada ramuan obat ini, batin Sekar dengan seringai diwajahnya.


Sementara itu Mekar yang menghampiri Elang dengan wujud buto nya nampak duduk di samping suaminya itu.


"Kangmas aku tau suasana hatimu sedang sangat kacau, tapi bebanmu itu tidak hanya kau yang merasakan nya, aku juga istrimu dan aku mengerti dukamu, berbagilah kesedihanmu padaku". Ucap Mekar dengan lembut.


Setelah mendengar ucapan lembut istrinya, nampak buto itu berubah wujud kembali menjadi sosok Elang yang tampan, lalu Elang memeluk erat Mekar yang berada disampingnya.


"Mekar apakah aku ini suami yang buruk untuk kalian semua". Tukas Elang dengan wajah sendu nya.


"Kau adalah suami dan romo terbaik untuk kami semua, aku tidak pernah merasa jika kau adalah suami yang buruk, meski semenjak ada Lala kau lebih sering bersamanya tapi aku mengerti itu, karena dulu kau menikahiku bukan karena cinta, jadi wajar saja jika sekarang kau lebih sering bersama Lala, karena dialah perempuan yang kau nikahi dengan cinta". Ujar Mekar membalas pelukan Elang.


"Maafkan aku Mekar, aku memang lebih mencintai Lala, tapi kini dia sudah menghianatiku dan sekarang dia telah pergi entah kemana meninggalkanku dan juga Senopati yang sedang terbaring sakit di kamarnya". Cetus Elang dengan menghembuskan nafasnya panjang.


Nampak Mekar mengkerutkan keningnya setelah mendengar ucapan Elang, Mekar tidak percaya jika Lala telah pergi meninggalkan istana itu.


Apakah benar Lala pergi meninggalkan kangmas Elang dan juga anaknya, jangan-jangan ada yang sengaja mengatur ini semua, batin Mekar dengan mengaitkan kedua alis matanya.


*


*


...Author akan up dua kali sehari jadi mohon dukungan Vote dan hadiahnya, terima kasih 🙏...


...Bersambung....