
Dan memegang jari tangan Hanum lalu mengecup punggung tangan perempuan cantik itu, kemudian Parto mendongakan dagu Hanum ke atas dan mengecup lembut bibir mungil perempuan yang berada disampingnya itu.
Hanum berusaha mendorong dada Parto yang menyentuh kedua miliknya tapi kedua tangan Parto justru menekan kedua miliknya dan memijatnya sesuai irama.
"Sudah mas tolong lepaskan aku". Seru Hanum seraya menutupi kedua miliknya menggunakan tangan nya menyilang.
"Maafkan aku dek, tapi bisakah kita melakukan nya sekali saja, tubuhmu ini sungguh menggoda ku sebagai laki-laki yang normal". Jelas Parto merayu Hanum.
"Tapi mas aku ini belum pernah melakukan nya, bagaimana jika aku hamil setelah melakukan nya". Tukas Hanum menundukan kepalanya.
"Aku akan bertanggung jawab dek, apapun akan aku lakukan tapi tolonglah sekali ini saja, aku benar-benar sudah tidak tahan". Ucap Parto melenguh menahan keinginan nya.
Dulu kau mengatakan hal yang sama padaku, dan setelah aku serahkan kesucian dan kehormatanku, kau menghianati kepercayaanku, kau meninggalkanku disaat aku sedang hamil anakmu, dasar laki-laki laknat kau memang tidak pernah berubah dari dulu, batin perempuan itu yang ternyata adalah jelmaan Narti yang sedang menyamar untuk mencelakai Parto.
"Lho dek kenapa kau diam saja". Tukas Parto membelai wajah cantik Hanum.
"Tidak apa-apa mas, apakah kau berjanji akan bertanggung jawab jika aku hamil, apalagi kita tidak saling mengenal". Ucap Hanum menyenderkan kepalanya ke dada lapang Parto.
"Aku berjanji dek meski kita baru pertama bertemu aku merasa sudah lama mengenalmu, dan tatapan matamu itu mengingatkanku pada seseorang". Seru Parto menatap kedua mata Hanum seraya mengecup bibir gadis itu.
Keduanya saling memagut menikmati satu sama lain, sampai akhirnya jari-jari Hanum mengeluarkan kuku-kuku yang panjang dan runcing, nampak Hanum sibuk memainkan saliva nya di atas puncak milik Parto dan membuat laki-laki itu mengeluarkan suara-suara aneh nya, dan disaat Parto mendorong tubuh Hanum hingga terjepit di antara kursi mobil, Parto bersiap ingin menghujamkan miliknya ke bibir mungil Hanum tapi tiba-tiba Hanum menggigit kuat milik Parto sehingga membuat laki-laki itu berteriak kesakitan dan berusaha melepaskan miliknya dari bibir Hanum.
Setelah dia berhasil melepaskan miliknya, nampak Parto meringis kesakitan dengan memegangi milik pribadi nya yang nampak mengucurkan darah dan sedikit membiru.
"Dasar perempuan jalang, berani sekali kau membuatku seperti ini". Pekik Parto seraya mengepalkan tangan nya ingin memukul Hanum.
Tapi perempuan itu berhasil menghentikan tangan Parto yang hampir mengenai wajahnya, lalu Hanum mendongakan kepala nya dan menyeringai dihadapan Parto membuat dia semakin kesal.
"Aku akan membunuhmu perempuan laknat". Seru Parto membulatkan kedua matanya.
Dan disaat Parto membulatkan kedua matanya, Parto baru menyadari jika kuku jari Hanum sangat panjang dan runcing membuat Parto bergidik ngeri dan memundurkan tubuhnya berusaha keluar dari dalam mobilnya.
Kemudian Parto berlari keluar dengan memegangi miliknya yang berdarah hebat dan berteriak meminta pertolongan dari warga sekitar, tapi Hanum mengejarnya dan menarik lengan Parto hingga terjungkal ke tanah.
"Siapa sebenarnya kau, kenapa kau berbuat seperti ini padaku, padahal kita baru saja bertemu, seharusnya jika kau tidak ingin melakukan nya, kau tidak perlu membuatku sampai seperti ini". Cetus Parto yang meringis menahan sakit yang luar biasa.
"Yakin kau tidak mengenalku mas, apakah kau lupa masa-masa indah kita dulu". Ucap Hanum menatap tajam ke arah Parto.
"Dulu... Apa maksudmu sebenarnya hah, kita baru pertama bertemu kenapa kau seperti menaruh dendam padaku". Sahut Parto merangkak menjauhi Hanum yang melotot melihatnya.
"Lihat aku baik-baik mas, apakah kau lupa padaku". Seru Hanum dengan tatapan nanar.
Setelah itu nampak Hanum berubah menjadi sosok yang mengerikan, dengan wujudnya yang sebenarnya dia sudah berubah menjadi kuntilanak merah.
Kedua mata Parto membulat sempurna melihat penampakan perempuan yang berada dihadapan nya, dengan rambut panjang yang menjuntai ke tanah dan baju panjang berwarna merah perempuan itu masih menundukan kepalanya, lalu tangan dengan kuku-kuku panjang nya mencakar sebelah wajahnya.
"Aaargh... Toloong". Teriak Parto ketakutan.
Kemudian kuntilanak merah itu mendongakan kepala nya ke atas menatap wajah Parto yang sudah berlumuran darah karena cakaran nya.
Hi hi hi hi...
Cekikikan kuntilanak merah itu semakin membuat Parto ketakutan, dia berusaha melarikan diri tapi tangan dengan kuku panjang itu menghujam dada Parto, mengoyak kulit ditubuhnya.
"Nartiii...". Ucap Parto lirih mengingat nama seorang gadis yang dulu pernah ada didalam hati nya.
"Sekarang kau sudah mengingatku mas, hi hi hi dasar laki-laki bejat, dulu kau meninggalkanku tanpa kepastian disaat aku sedang mengandung anakmu, dan sekarang saatnya kau membayar semua yang telah kau perbuat padaku". Seru kuntilanak merah dengan tawa khas nya.
"Ma maafkan aku Narti... Dulu aku terpaksa meninggalkanmu karena orang tuaku menjodohkanku dengan anak pak Kades". Jelas Parto terbata-bata menahan sakit di sekujur tubuh nya.
Hi hi hi hi...
Narti menatap nanar tubuh laki-laki yang dulu dicintai nya, tidak ada rasa kasihan di mata nya hanya ada kebencian dan dendam di hati nya.
"Aku akan melenyapkanmu mas, tidak ada guna nya kau hidup di dunia ini bahkan kau tidak pernah berubah, pikiranmu hanya berisi tentang kepuasan dan nafsu, apa bedanya kau dengar makhluk sepertiku, lebih baik kau mati saja". Pekik Narti seraya mencekik leher Parto mengangkatnya tinggi ke atas udara.
Braaaks...
Tubuh Parto dilempar ke sembarang tempat, membuatnya memuntahkan darah dari dalam mulutnya, kuntilanak merah itu berusaha mengakhiri nyawa Parto disana tapi tiba-tiba dia melihat kalung yang melingkar di leher Parto, kalung itu adalah pemberian nya semasa hidup dulu.
Nampak Narti sedikit goyah, hati nya menciut seketika untuk melenyapkan Parto, dia teringat masa-masa indah waktu dirinya memberikan kalung itu pada Parto.
Tapi tiba-tiba ada beberapa warga yang baru pulang dari pengajian melewati tempat dimana dia akan melenyapkan Parto, setelah itu Narti memutuskan niatnya untuk menghabisi Parto disana, lalu dia terbang ke atas pohon tinggi bersembunyi di antara rerimbunan supaya dia bisa melihat keadaan Parto darisana.
"Loh kok ada mobil yang berhenti disini, tapi orang nya kemana ya". Ucap salah satu pemuda yang baru saja pulang dari pengajian.
Kemudian mereka berempat memeriksa keadaan didalam mobil itu, tapi mereka tidak dapat menemukan seseorang didalam sana, hanya ada bercak darah yang tertinggal dan mengarah keluar mobil.
"Wah jangan-jangan pemilik mobil ini kena begal lagi". Seru Dion yang pertama kali melihat ada darah didalam mobil itu.
"Ayo kita bantu sepertinya pemilik mobil ini sudah terluka". Ajak Rahman seraya berjalan mengikuti jejak darah yang ada di tanah.
Sedangkan dua orang lain nya tetap berjaga di dekat mobil itu, hawatir jika mobil itu dibawa lari pencuri.
Nampak Dion dan Rahman berjalan mengikuti jejak darah itu sampai akhirnya mereka menemukan Parto yang tergeletak di tanah dengan berlumuran darah di sekujur tubuh nya, lalu Dion berusaha membalikan tubu Parto yang tengkurap dan betapa terkejutnya mereka berdua setelah melihat milik pribadi Parto berdarah hebat dan sudah membiru seperti akan putus dari tempatnya.
"Astagfirullah, apa yang sebenarnya terkadi". Tukas Dion dengan membulatkan kedua mata nya.
"Kita bawa bapak ini ke rumah sakit saja dulu, ayo kita angkat bersama". Ajak Rahman menepuk pundak Dion menyadarkan nya dari lamunan nya.
Sementara itu kuntilanak Narti nampak bersedih di atas pohon, dia menyesali perbuatan nya yang telah menyakiti Parto.
Mas Parto masih memakai kalung pemberianku, apa mungkin dia masih mencintaiku, batin kuntilanak Narti meneteskan air mata berwarna merah.
Sementara mbah Wongso yang berada di dalam pondoknya nampak sangat gelisah karena kuntilanak merah peliharaan nya belum kembali juga ke pondok nya.
"Dimana kuntilanak merah itu, aku memberinya tugas untuk mengawasi rumah Sumi, tapi dia belum kembali juga, dasar setan tidak ada guna nya". Seru mbah Wongso dengan mengkerutkan kening nya.
*
*
...Bersambung....