
Elang berusaha pergi meninggalkan kamar Sekar, tapi Sekar meraih tangan nya dan memintanya untuk menemani nya sampai romonya datang, Sekar sengaja meminta romonya datang saat itu, untuk menghentikan Elang yang akan pergi mencari Lala.
"Tapi Sekar, aku harus mencari Lala sekarang juga, setelah romo mu datang aku akan segera kembali ke istana". Jelas Elang dengan mengecup kening Sekar.
kemudian Elang bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar Sekar, nampak Seno sudah berada diluar sana dan menghampiri Elang.
"Romo ijinkan aku untuk membantumu mencari ibundaku". Tukas Senopati dengan wajah cemas.
"Kau disini saja anakku, biarlah tugas mencari ibundamu, romo saja yang melakukan nya". Tegas Elang dengan mengusap lembut rambut Seno.
Kemudian Elang meminta Mekar untuk menghibur Seno selagi dirinya pergi mencari Lala.
"Mekar tolong jaga Seno, dan hiburlah dia supaya tidak terlalu bersedih memikirkan ibunya". Tukas Elang seraya melesat meninggalkan istana megahnya.
Terlihat Seno hanya tertunduk sendu, dan Mekar yang mengerti kesedihan Seno berusaha menghiburnya, dengan mengajaknya bertemu dengan anak-anaknya yang sedang belajar ilmu kanuragan.
"Senopati kau belajar dengan semua saudaramu disini ya, ibu Mekar harus menyambut tamu yang akan datang, karena ibu Sekar sedang sakit di kamarnya". Ucap Mekar dengan senyum ramahnya.
Ibu Mekar sangat baik padaku, tidak seperti ibu Sekar yang jahat, batin Senopati dengan mengaitkan kedua alis matanya.
Sementara Lala yang terbangun dari tidurnya, merasakan seluruh badan nya sangat sakit, lalu dia berusaha mengingat apa yang terjadi semalam dengan dirinya.
Semalam disaat aku tidur, aku merasakan sentuhan hangat, ada seseorang yang menjamah tubuhku, apakah itu hanya mimpi, entah itu mimpi atau bukan kenapa aku sangat menikmatinya, batin Lala didalam hatinya.
Kemudian Lala keluar dari kamar, dan mencari pemuda yang kemarin memberinya bantuan, Lala mencari ke berbagai sudut rumah kayu itu, tapi dia tidak dapat menemukan laki-laki tampan itu.
Lalu Lala keluar dari rumah itu untuk melihat apakah pengawalnya sedang mencari keberadaan nya, tapi diluar rumah itu tidak ada seorang pun yang berada disana.
Nampak Lala gelisah, dia tidak tau harus kemana, dia berjalan masuk kembali ke dalam rumah kayu itu, dia berjalan ke bagian dapur untuk mencari sesuatu yang bisa dia makan.
Ada buah jeruk aku akan memakan nya selagi pemuda itu belum kembali, gumam Lala pada dirinya sendiri.
Ternyata buah itu sudah diberi mantra yang akan membuat Lala merasakan hasrat yang luar biasa, sehingga dia tidak bisa menahan keinginan nya untuk melakukan permainan bersama seseorang.
Dan tidak jauh dari sana nampak Bagaskara sedang berburu binatang, dan dia tidak sengaja bertemu dengan Elang.
"Kangmas sedang apa kau berada di tengah hutan seperti ini?". Tanya Bagaskara dengan mengaitkan kedua alis matanya.
"Aku sedang mencari Lala istri mudaku, sejak kemarin dia belum kembali ke istana, Sekar dan Mekar memberitahuku jika dia sedang pergi ke atas bukit". Jawab Elang dengan wajah cemas.
"Ijinkan aku membantumu kangmas, hutan ini sangat luas dan kita harus berpencar untuk menemukan istrimu". Jelas Bagaskara menatap tajam pada Elang.
"Baiklah kau pergilah ke selatan bersama beberapa pengawalku, jika kau sudah menemukan nya mintalah salah satu pengawal itu untuk memberitahuku". Cetus Elang seraya melesat kembali ke bagian utara hutan itu.
Kau tenang saja kangmas Elang, aku pasti akan menemukan istrimu itu, batin Bagaskara dengan seringai di wajahnya.
"Pengawal kita berhenti disini dulu, aku mencium aroma manusia di dalam rumah itu, kalian berjagalah di depan". Tegas Bagaskara seraya memasuki rumah kayu itu.
Kreeaaak...
Terdengar Bagaskara mendorong pintu rumah kayu yang tidak terkunci itu, dengan perlahan Bagaskara memasuki semua ruangan sampai akhirnya dia menemukan seorang perempuan yang sedang berbaring di atas ranjang.
Perempuan itu membalikan tubuhnya dan berlari memeluk erat Bagaskara, perempuan itu adalah Lala, istri kangmasnya yang sedang dicarinya, nampak Bagaskara tercekat dengan perbuatan Lala, tapi Bagas tetap diam saja karena mengira pelukan Lala adalah bagian dari rasa syukurnya karena dia berhasil ditemukan.
Kemudian Bagaskara berteriak memanggil pengawal yang berada diluar, dan disaat pengawal-pengawal itu datang menghampiri Bagaskara, nampak mereka semua tercengang karena melihat istri muda Elang sedang mengecup bibir Bagaskara dengan sebelah tangan nya yang berusaha menyentuh milik pribadi Bagas.
"Cepat kalian tahan dia, aku harus memanggil kangmas Elang sekarang juga". Tukas Bagas yang nafasnya tersengal-sengal setelah Lala mengecup bibirnya secara paksa.
Aku yakin semua pengawal ini akan membicarakan perbuatan Lala tadi yang sangat bergairah padaku, dan kangmas Elang akan segera mendapat kejutan yang lebih dari ini, batin Bagaskara dengan menyeringai puas.
Lalu nampak Bagaskara membacakan mantra-mantra lewat batin nya, untuk memanggil Elang kesana.
Dan tidak berselang lama Elang pun sudah datang ke tempat itu, Bagaskara memerintahkan pengawal istana untuk melepaskan Lala, dan seperti dugaan nya Lala menghambur ke pelukan nya dan saliva Lala mulai menjamah bibir dan leher Bagaskara dengan hasrat nya yang sudah ditahan Bagas karena kejantanan nya sudah mulai terpanggil.
Nampak Elang membulatkan kedua matanya, wajahnya merah beserta kedua bola matanya, dia melesat dengan cepat menampar wajah Lala hanya dengan sekali ayunan saja.
Setelah itu Lala terhempas ke tanah dan pingsan disana, Bagaskara bersandiwara didepan Elang jika dirinya tidak tau apa-apa karena ketika dia datang ke tempat itu, istri mudanya sudah berkelakuan seperti itu.
"Aku tidak menyalahkanmu Bagaskara, tapi lebih baik kau melupakan semua kejadian ini, mungkin saja Lala sedang terpengaruh sihir dan tidak sadar dengan perbuatan nya". Ucap Elang berusaha menahan amarah didalam dirinya.
Kemudian Elang membawa Lala kembali ke istana nya, nampak guratan kekesalan di wajah tampan Elang, tapi dia tidak bisa melihat kejadian yang sebenarnya, karena ada yang menutupi diri Lala dari mata batin Elang.
Sementara Sekar yang mengetahui jika Lala sudah dibawa kembali ke istana nya nampak marah, dia tidak menyangka Elang masih mau menerima Lala.
Dengan amarah yang menguasai dirinya Sekar pergi ke istana romonya, dan dia sangat terkejut melihat kehadiran Bagaskara disana.
"Apa yang kau lakukan disini Bagaskara, kau itu benar-benar tidak bisa di andalkan, bukankah aku sudah memintamu untuk membawa Lala pergi jauh dari kehidupanku, tapi kenapa dia kembali bersama kangmas Elang". Seru Sekar dengan mengkerutkan keningnya.
"Mbakyu kau tenang saja, kebersamaan mereka tidaklah lama, karena Lala tidak akan bisa melupakanku, semalam aku sudah menjamahnya dengan menyamar menjadi orang lain, dan Lala tidak sadar sudah melakukan penyatuan nya denganku, dan ketika kangmas Elang mengetahui jika istrinya sudah berhubungan dengan laki-laki lain, dia pasti akan sangat marah dan mengusir Lala, disaat itu akan menjadi pahlawan dan membawa Lala pergi bersamaku ke suatu tempat, dengan begitu aku ataupun kau bisa mendapatkan apa yang kita inginkan". Cetus Bagaskara tertawa bahagia.
Ternyata ilmu batin Elang tidak bisa menembus ke waktu yang lalu karena ada campur tangan raja Rantapati, Sekar memohon pada romo nya supaya membantunya, memisahkan Elang dengan istri muda nya Lala, karena raja Rantapati yang terlalu menyayangi putri semata wayangnya, dia terpaksa menuruti keinginan anak perempuan nya itu.
*
*
...Bersambung....