DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Abimana terpojok!!!


Setelah Senopati melesat meninggalkan Abimana bersama romo nya, nampak Elang memandang anak lelaki nya itu dengan tatapan tajam, Elang memicingkan kedua mata nya dan mengajak Abimana ke sebuah ruangan khusus, karena Elang tidak ingin ada yang mendengar pembicaraan nya dengan Abimana.


Braak...


Elang membanting pintu ruangan itu, ditatapnya anak lelaki nya, dengan perlahan Elang berbicara pada Abimana, tentang apa yang diucapkan nya didalam batin, seketika wajah Abimana berubah panik, keringat dingin membasahi kening nya, mulut nya bungkam tidak berani menjawab perkataan romo nya.


"Abimana romo sedang bertanya padamu, apa yang kau maksud didalam batinmu tadi, jujurlah pada romo jika kau berdusta pada romk, maka ketika romo mengetahui segala kebenaran nya, bukan hanya hukuman yang akan kau dapat, tapi gelarmu sebagai penerusku akan ku lepaskan darimu." cetus Elang menahan amarah didalam dirinya.


Astaga apa yang harus aku katakan pada romo, ternyata ketika aku berada dihadapan romo, dia bisa mendengar semua yang ku katakan didalam batinku, batin Abimana resah dengan wajah yang ketakutan.


"Cepat bicaralah Abimana, sekali lagi kau berbicara didalam batinmu, tentu saja romo mengetahui nya, kau mau jujur pada romo atau tidak cepat tentukan pilihanmu." pekik Elang dengan membulatkan kedua mata nya.


"Ehm anu itu romo... A aku aku takut mengatakan yang sebenarnya." ucap Abimana terbata-bata karena ketakutan.


"Kau tidak perlu takut pada siapapun, kau adalah keturunanku, tidak ada yang berani menyakitimu di istanaku sendiri, percayalah pada romo."


"Sebenarnya aku hanya mengetahui sedikit cerita saja romo, karena ibundaku menceritakan nya padaku, jika ibunda tidak mengatakan nya padaku, aku tidak akan tau apa-apa." seru Abimana dengan menundukan kepala nya.


"Jadi kau takut pada ibundamu nak, percayalah romo akan melindungimu dari amarah ibumu itu, sekarang kau katakan pada romo apa yang kau ketahui tentang pangeran Bagaskara, kenapa romo harus marah jika mendengar sesuatu tentang nya." ucap Elang meyakinkan Abimana.


Kemudian dengan suara yang bergetar, Abimana mengatakan semua yang diketahuinya tentang pangeran Bagaskara, menurut cerita Abimana pangeran Bagaskara mencintai ibu tiri nya Lala, dan pangeran Bagaskara yang telah membuat kesalah pahaman, diantara romo nya dan juga ibu tiri nya Lala.


"Apa kau yakin dengan ucapanmu ini nak." tukas Elang dengan membulatkan kedua mata nya.


"Yang aku dengar dari cerita ibunda begitu ada nya romo, dan cerita selebihnya aku sama sekali tidak tau, karena ibu tidak pernah menceritakan kejadian selanjutnya, dan aku pun tidak tertarik untuk mengetahui kejadian setelahnya." jelas Abimana dengan menundukan kepala nya.


Apakah benar yang dikatakan Abimana, aku harus bertanya langsung pada Sekar, apakah mungkin dia terlibat dengan apa yang dilakukan Bagaskara, kenapa Sekar menyembunyikan semua ini dariku, batin Elang penuh tanya.


Setelah itu Elang meminta Abimana untuk kembali ke kamar nya, dan jangan mengatakan apapun pada siapapun, karena Elang ingin mengetahui kebenaran itu dari mulut Sekar sendiri, dan setelah itu dia akan menentukan apa yang akan dilakukan nya, pada adik tiri nya Bagaskara.


Tapi setelah menunggu beberapa lama, nampak Sekar tidak kunjung kembali ke istana nya, Elang yang sudah tidak tahan menahan kesabaran nya, akhirnya melesat pergi mencari keberadaan Sekar ataupun Abimana, tapi pencarian nya nihil, Elang tidak dapat menemukan kedua nya di dalam istana milik nya.


Jangan-jangan mereka sudah mengetahui, jika aku akhirnya aku mengetahui kebenaran yang mereka sembunyikan, gumam Elang dengan mengepalkan kedua tangan nya.


Kemudian Elang berusaha mencari Sekar dan Bagaskara melalui kekuatan batin nya, nampak di penglihatan nya jika Sekar sedang berada di istana romo nya, karena romo nya sedang tidak sehat, dan Sekar sedang merawat nya disana, sementara Bagaskara sedang berada di dalam sebuah goa yang sangat gelap, sepertinya dia sedang bertapa di suatu gunung tertinggi yang ada di alam gaib sana.


Sepertinya mereka tidak tau, jika aku mengetahui kebenaran yang selama ini mereka sembunyikan, dan Sekar apa yang harus ku katakan padanya, dia sedang merawat romo nya yang sakit, jika aku meminta nya berkata jujur pasti dia akan takut, batin Elang gelisah didalam hati nya.


Tanpa terasa hari berlalu dengan cepat, Sekar ataupun Bagaskara belum menampakan dirinya dihadapan Elang, Abimana yang nampak lebih murung di dalam kamar nya, terlihat ketakutan jika romo nya meluapkan amarah nya pada ibunda nya, anak lelaki itu tidak berani menampakan dirinya pada seluruh penghuni istana itu.


Sepertinya anak itu sangat takut jika aku sampai murka pada ibu nya, sehingga dia memilih untuk mengurung diri di dalam kamar nya, batin Elang dengan mengkerutkan kening nya.


"Kau temui saja anak itu, mintalah dia untuk menemuiku di pendopo istana." pinta Elang dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


Elang berdiri mendongakan kepalanya ke atas langit, yang ada dibenak nya saat ini hanya Lala, sekarang Elang semakin yakin jika Lala tidak pernah menghianati nya.


Maafkan aku istriku tercinta, karena kecemburuanku sudah membutakan mata hatiku, aku tidak sanggup melihat kebenaranmu, dan kau Bagaskara lihat saja apa yang akan ku perbuat padamu, batin Elang dengan membulatkan kedua mata nya.


Wuush...


Ternyata Abimana melesat menghampiri romo nya, dia berlutut dibawah kaki romo nya dengan menyatukan kedua telapak tangan didepan dada.


"Romo bisakah kau mengampuni ibunda ku, meski dia sudah menyembunyikan kebenaran, tapi dia melakukan itu karena perasaan nya yang terluka, ibunda ku terlalu cemburu pada ibu Lala, sehingga dia bungkam dan tidak mengatakan kebenaran itu pada siapa pun, aku mohon pada romo jangan hukum ibunda ku, aku mohon romo huhuhu." pinta Abimana berlinang air mata.


"Berdirilah anakku, kau adalah penerusku, tidak sepantas nya kau berlutut dan menangis seperti ini, apapun yang dilakukan ibu mu adalah sebuah kesalahan, dan jika sampai saat ini aku masih diam, itu karena aku menghargai nya dan menginginkan penjelasan langsung dari nya, kau tidak perlu memohon ampunan untuk nya." jelas Elang seraya merangkul anak lelaki nya.


Apa yang dibicarakan romo dengan Abimana, sepertinya ada masalah yang tidak ku ketahui, batin Senopati seraya melesat menghampiri romo dan saudara tiri nya.


"Maaf romo jika aku mengganggu, apakah ada masalah yang tidak Seno ketahui, kenapa Abimana terlihat bersedih?." tanya Seno dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Tidak ada apa-apa Seno, Abimana hanya menghawatirkan kakek nya yang sedang sakit, dan sudah beberapa hari ibunda nya tidak pulang, karena merawat kakek nya disana." jawab Elang dengan menepuk pundak Seno.


Terlihat Abimana membulatkan kedua mata nya, menatap Senopati dengan penuh kebencian, didalam hati Abimana ingin sekali membuat Senopati pergi dari istana romo nya.


Seharusnya kau tinggal bersama ibu mu di alam manusia, kenapa kau tetap bertahan di istana ini, karena kau dan ibumu itu, ibunda ku jadi menderita, batin Abimana dengan mengepalkan kedua tangan nya.


*


*


...Yuk kak panjangkan List Vote dan hadiah nya, karena Author sudah menargetkan season ke dua untuk novel Desa Rawa Belatung, ditunggu dan baca kelanjutan cerita nya, semoga kita semua diberi kesehatan selalu amin 🙏...


...Bersambung....


...Mampir baca ke novel horor yg terbaru, karena akan ada giveaway disana, favoritkan dulu novel nya, biar tau update terbaru nya 😉...