DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Misteri di desa tetangga.


Tidak ada jawaban dari seseorang yang sudah membongkar ari-ari cucu bu Ratih, lalu kedua manusia itu berjalan perlahan mendekati siluman yang sedang berwujud suami bu Ratih itu lalu dia merubah wujud nya seketika menjadi siluman setengah kuda, membuat bu Ratih dan semua nya sangat ketakutan dan berniat berlari mencari pertolongan.


Kemudian bu Ratih berteriak minta tolong, suara nya terdengar sangat kencang membuat siluman kuda itu terpojok dan tidak ingin membuang waktu nya untuk segera kembali ke alam gaib membawa bahan untuk pengobatan Tuan puteri nya.


Wuuush...


Siluman kuda itu terbang di kegelapan malam menghempaskan tubuh bu Ratih dan juga suami nya sampai terjungkal ke tanah.


Anang yang mendengar suara ibu nya berteriak sudah berlari ke depan pintu rumah nya dan melihat sesosok kuda dengan badan setengah manusia tengah terbang dengan kaki kuda nya yang mengambang dari tanah.


Sedangkan bu Ratih yang terjungkal di tanah nampak tidak sadarkan diri dan suami nya berusaha membangunkan istri nya itu, dan tidak lama kemudian beberapa tetangga bu Ratih datang menghampiri bu Ratih yang sudah tergeletak di tanah.


"Pak sebenarnya ada apa to?". Tanya Anang pada bapaknya.


"Tadi ada siluman yang menyamar menjadi bapak Le, dia mengambil ari-ari bayi mu dan ketika bapak bersama ibu pulang dari shalat di masjid kami terkejut karena melihat ada bayangan seseorang disamping rumah kita, ketika bapak bertanya siapa dia, makhluk itu merubah wujudnya menjadi siluman kuda dan melarikan diri lalu menghempaskan ibu dan bapak sampai terpelanting ke tanah". Jawab suami bu Ratih dengan wajah cemas nya.


Kemudian tetangga samping rumah mereka yang bernama pak Wawan mengatakan jika magrib tadi dia melihat suami bu Ratih membawa pacul disamping rumah bahkan dia sempat berbicara juga tapi dia tidak tau jika itu bukanlah suami bu Ratih melainkan makhluk gaib.


"Lalu bagaimana ini pak, baru saja makhluk itu mencuri ari-ari bayi ku bisa-bisa besok dia mencuri bayi perempuanku pak". Seru Anang dengan mengusap rambut nya kasar.


"Kau minta tolong pada pak Jarwo saja Le, biar bapak membawa ibu mu ke dalam dulu". Tukas suami bu Ratih.


Setelah itu beberapa tetangga bu Ratih menemani Anang menuju ke rumah pak Jarwo, selama diperjalanan Anang menceritakan pada tetangga nya jika hari ini di rumah nya kedatangan tamu seorang kakek tua yang sedang menunggu cucu nya untuk menjemput dan tadi dia memberikan sebuah kamar pada kakek tua itu, sesaat sebelum shalat magrib mereka sekeluarga mendengar suara kuda yang sedang meringkik dengan mendepakan kaki nya, tapi mereka sekeluarga memilih tidak menghiraukan itu dan melanjutkan aktifitas nya, lalu istri nya Mira mengatakan jika suara kuda itu berasal dari kamar yang ada dipojok rumah nya.


"Ya aku bilang pada istriku jika itu hanya perasaan nya saja, mungkin itu memang salahku pak tidak mencari tau dulu asal suara kuda itu". Ucap Anang dengan memijat pangkal hidung nya.


"Lho Nang apa kau tidak curiga dengan kakek tua itu, apakah dia masih berada di rumahmu?". Tanya pak Wawan dengan mengkerutkan kening nya.


"Entahlah pak setelah aku dan bapak memapah simbah itu ke kamar nya aku belum melihat nya lagi karena aku menemani istriku di kamar sampai kejadian tadi itu baru aku keluar rumah". Jawab Anang dengan menghembuskan nafas yang panjang.


Tanpa terasa perjalanan mereka sudah sampai di rumah pak Jarwo, nampak Anang mengetuk pintu rumah dengan dinding berwarna biru ditembok nya.


Tok tok tok...


*Assalamuallaikum, seru Anang dengan wajah cemas nya.


Waalaikumsallam, sahut seorang laki-laki yang seumuran dengan pak Wawan*.


Ceklek...


"Eh bapak-bapak tumben datang nya rombongan, memang siapa yang sakit?". Tanya pak Jarwo seorang laki-laki yang terkenal di banyak tempat karena bisa menyembuhkan berbagai penyakit secara tradisional.


Setelah itu Anang menyampaikan maksud dan tujuan nya datang yaitu untuk meminta perlindungan supaya bayi nya tidak menjadi incaran siluman kuda tadi, nampak pak Jarwo mengaitkan kedua alis mata nya seakan sedang memikirkan sesuatu yang serius.


"Kau serius Nang dengan ucapanmu itu, aku memang mengerti dengan dunia supranatural tapi baru kali ini aku mendengar ada siluman yang merubah wujudnya hanya untuk mencuri ari-ari bayi". Tukas pak Jarwo dengan wajah cemas.


Nampak semua orang ikut merasakan kehawatiran Anang dan berusaha menenangkan nya, lalu pak Jarwo meminta Anang dan bersama warga yang lain nya untuk kembali ke rumah Anang dan mengadakan patroli keliling desa supaya mereka dapat mengawasi sesuatu yang terlihat mencurigakan.


"Kalian harus berjaga dengan membawa kentongan jika ada yang berbahaya segera pukul kentongan itu, bahkan di desa tetangga kita baru-baru ini juga di serang oleh makhluk gaib". Ucap pak Jarwo menceritakan apa yang dia tau tentang keadaan desa Rawa belatung.


"Apakah pak Jarwo tidak ikut bersama kami". Cetus pak Wawan yang sedang memapah Anang untuk pulang.


"Kalian pergi saja dulu, aku harus melakukan ritual pemagaran setelah itu aku akan datang ke rumah Anang". Sahut pak Jarwo dengan mengkerutkan kening nya.


Kemudian mereka semua kembali ke rumah Anang yang mendadak ramai oleh warga yang berdatangan setelah mendengar kejadian tentang siluman kuda yang mencuri ari-ari bayi yang baru saja dilahirkan.


"Ayo bapak-bapak kita meronda bersama dan keliling kampung dulu, ini perintah pak Jarwo supaya desa kita aman lagi". Seru pak Wawan berbicara di tengah keramaian warga.


Setelah itu banyak bapak-bapak yang ikut berpatroli untuk menyisir desa nya, sedangkan Anang yang merasa hawatir dengan keadaan bayi nya bergegas masuk ke dalam rumah nya.


Terlihat Anang menghembuskan nafas nya panjang, dia nampak lega setelah melihat bayi nya baik-baik saja, kemudian dia menghampiri ibu nya yang masih lemas di atas kursi ruang tamu nya.


"Bu bagaimana keadaan ibu, apakah ada yang terluka?". Tanya Anto dengan wajah cemas nya.


"Le maafkan ibu mu ini, ternyata ibu lah yang menyebabkan tragedi ini terjadi hu hu hu". Jawab bu Ratih berderai air mata.


"Ya Allah bu, jangan berbicara seperti itu lagi ya, setelah ini pak Jarwo akan datang dan memagari rumah kita". Seru Anang seraya mengusap air mata yang membasahi wajah ibu nya.


Dan tanpa berkata-kata suami bu Ratih bangkit dari duduknya dan mengajak Anang ke belakang rumah nya, dia berjalan tertatih di gandeng bapak nya yang hanya bungkam tanpa mengatakan apapun, dan sampailah mereka didepan kamar pojok yang tadi nya ditempati simbah tua itu.


Anang yang menerka-nerka maksud bapaknya mengajaknya ke kamar itu hanya bisa terdiam dengan degup jantung yang kencang, lalu dia mendorong pintu yang sudah setengah terbuka itu.


Kreeeaaat...


Mata Anang terbelalak melihat tidak ada siapapun didalam kamar itu, dengan deru nafas yang berat Anang bertanya pada bapak nya kemana simbah tua itu, dan bapak nya hanya menggelengkan kepala nya dengan wajah yang ketakutan.


"Mustahil kemana simbah tua itu pergi, kenapa dia bisa hilang begitu saja". Pekik Anang dari dalam rumah nya.


Setelah itu bu Ratih datang dan menjelaskan pada Anang jika dia curiga pada simbah tua itu, kenapa dia menghilang setelah tragedi buruk di rumah nya.


*


*


...Buat para readers yang mengikuti jalan cerita ini dari awal, kalian ingat gak siapa pak Jarwo itu hayoo??? hehehe sambil mengingat author mau lanjut nulis bab baru dulu ya, Love you all 💕...


...Bersambung....