DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Lamaran pangeran Asopati.


Terlihat Anto duduk dengan wajah yang cemas, Anto sedang menunggu Ari mendapatkan kesadaran nya kembali supaya dia bisa memastikan kondisi Ari yang sebenarnya.


Tiga puluh menit berlalu Ari terdengar mengucapkan sesuatu, Anto pun bergegas mendekati kangmas nya itu.


"Ada apa mas, apa yang ingin kau katakan?". Tanya Anto dengan mengaitkan kedua alis matanya.


"Kau siapa...". Jawab Ari terbata-bata.


"Astagfirullohaladzim, kangmas Ari kau tidak mengenalku". Seru Anto dengan mata berkaca-kaca.


Setelah itu nampak Ari berteriak kesakitan dengan memegangi kepalanya yang dibungkus perban, Anto berlari keluar dan memanggil perawat.


"Mohon bapak tunggu disini, kami akan memberikan pertolongan pada pasien terlebih dulu". Tegas perawat itu pada Anto.


Nampak semua orang memandang Anto dengan penuh tanya, lalu mbah Karto bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Anto.


"Bagaimana Le kondisi kangmasmu di dalam". Ucap mbah Karto dengan menghembuskan nafasnya panjang.


"Sepertinya kangmas Ari benar-benar kehilangan ingatan nya mbah, dia sudah sadar tapi dia tidak mengenalku". Sahut Anto dengan mata berkaca-kaca.


"Ya sudah Le, kita pasrah saja sama Alloh mungkin ini jalan yang terbaik untuk Ari, supaya dia tidak mengingat kenangan nya bersama istri gaibnya". Jelas mbah Karto dengan menepuk pundak Anto.


Setelah itu perawat keluar dari dalam ruangan itu, dan mengatakan pada Anto jika kondisi Ari saat ini baik-baik saja hanya ada sedikit trauma di otaknya, sehingga di saat-saat tertentu Ari akan merasa sangat kesakitan.


"Tapi kondisinya itu tidak berpengaruh pada kesehatan nya kan sus?". Tanya Anto menatap tajam pada perawat itu.


"Untuk lebih jelasnya biar dokter yang menjelaskan nya, setelah ini kami akan memindahkan pasien ke ruang perawatan umum". Jelas perawat itu seraya berjalan masuk ke dalam ruangan lagi.


Kemudian mbah Karto pun berpamitan pada Anto untuk pulang karena hari sudah sore, dan Rania harus belajar karena besok ada ujian di sekolahnya.


"Aku pulang dulu ya Le, kalau ada apa-apa kabari aku". Tukas mbah Karto dengan senyum ramahnya.


Lalu mbah Karto dan Rania pun berjalan kembali ke parkiran rumah sakit, sementara pak Sapri masih menemani Anto dan akan pulang untuk mengambil keperluan Ari dan Anto selama di rumah sakit.


"To setelah Ari dipindahkan ke ruangan umum, aku tak pulang dulu yo untuk membawakan baju ganti untukmu dan Ari juga". Ujar pak Sapri dengan menatap wajah sendu Anto.


"Iya pak Sapri terima kasih banyak, maaf jika aku merepotkanmu". Tukas Anto dengan menundukan kepalanya.


Sementara Rania yang sudah sampai di parkiran rumah sakit nampak terkejut, karena hantu Ayu sedang berdiri mengambang di samping sepeda motor nya.


Ya Alloh hantu perempuan itu kenapa ada disana, baiklah aku akan membantunya tapi aku akan fokus dengan ujian sekolahku terlebih dulu, batin Rania dengan menghembuskan nafasnya panjang.


Kemudian mbah Karto menepuk pundak Rania dan mengatakan jika Rania harus berbicara dengan hantu itu terlebih dulu.


"Pergilah katakan padanya jika kau bersedia membantunya tapi kau harus menyelesaikan ujian di sekolahmu terlebih dulu". Ucap mbah Karto.


Kemudian Rania berjalan gontai mengahampiri hantu Ayu yang sedang menundukan kepalanya dengan terisak.


"Baiklah Ayu aku akan membantumu, tapi tolong beri aku waktu dulu, karena besok aku ada ujian sekolah selama seminggu, jadi aku harus fokus belajar supaya nilai ujianku memuaskan, jika kau bersedia menunggu aku akan meminta bantuan pada teman-teman hantuku". Jelas Rania dengan mengkerutkan keningnya.


Nampak hantu Ayu hanya menundukan kepalanya dan menghilang entah kemana, lalu mbah Karto berjalan menghampiri Rania dan mengajaknya pergi dari rumah sakit itu.


Dan disepanjang perjalanan pulang ke desa Rawa belatung, nampak Rania dan mbah Karto mendengar suara gamelan dan gending jawa berkumandang di sekitar hutan wingit.


Seperti ada acara besar di dalam hutan itu, apakah pangeran Asopati berhasil meminang tuan putri Sukma melati, batin mbah Karto dengan mengaitkan kedua alis matanya.


"Sudah tidak ada apa-apa kok nduk, mungkin memang ada warga yang hajatan di dekat sini dan suaranya menggema sampai ke hutan". Tukas mbah Karto menenangkan hati Rania.


*


*


Sementara di dalam hutan wingit memang sedang ada perayaan, untuk merayakan pesta pernikahan anak penguasa hutan itu.


Banyak makhluk gaib yang berkumpul di istana penguasa hutan wingit, mereka memberikan selamat dan berbagai hadiah untuk Sukma melati yang akan segera di pinang oleh jin muslim yang selama ini menjadi musuh mereka semua.


"Kami sudah tidak sabar mendengar kabar kekalahan jin muslim itu, dengan meminang tuan putri Sukma melati jin muslim itu sudah memastikan kekalahan nya". Tukas sesosok makhluk gaib dengan wujud setengah macan, lalu penguasa gaib itu memintanya untuk tidak melanjutkan pembicaraan nya.


"Lebih baik kau hentikan ucapanmu, jangan sampai ada mata-mata di sekitar kita". Tukas penguasa hutan wingit itu.


Sedangkan Sukma melati yang sedang bermuram durja di dalam kamarnya, memikirkan keadaan Ari yang belum jelas kabar beritanya nampak terisak seorang diri.


Aku ingin melihat kondisi kangmas Ari, aku takut terjadi apa-apa dengan nya, batin Sukma melati seraya melesat meninggalkan kamarnya.


Wuuushh...


Sesampainya di rumah Ari, nampak Sukma melati mencari keberadaan Ari di seluruh ruangan, tapi Sukma tidak dapat menemukan Ari dimana saja.


Nampak Sukma memejamkan kedua matanya, dia sedang menggunakan kesaktian nya untuk mencari tau dimana keberadaan Ari, dan Sukma melihat Ari sedang terbaring di tempat tidur.


Kangmas bagaimana keadaanmu saat ini, maafkan aku karena membuat kau menjadi menderita, batin Sukma pilu didalam hatinya.


Setelah itu Sukma melati berniat melesat menghampiri Ari di rumah sakit, tapi tiba-tiba ada pengawal pribadi romo nya yang menghentikam niat nya itu.


"Maafkan hamba tuan putri, hamba di perintahkan untuk menjaga tuan putri Sukma melati, dan romomu meminta hamba membawa tuan putri Sukma kembali ke pendopo, karena rombongan jin muslin itu akan datang membawa mahar berupa sebagian tempat kekuasaan nya". Jelas pengawal itu menundukan kepalanya dihadapan Sukma melati.


Kenapa romo bisa tau jika aku pergi ke tempat ini, batin Sukma melati dengan mendengus kesal.


"Baiklah aku akan kembali ke pendopo, kau kembalilah terlebih dulu". Perintah Sukma pada pengawal itu.


"Maafkan hamba tuan putri, tapi hamba diperintahkan kembali bersamamu". Jelas pengawal itu dengan menyatukan kedua tangan didepan dada.


Dengan sangat terpaksa akhirnya Sukma melati menuruti perintah romonya, dia melesat bersama pengawal pribadi romonya kembali ke alamnya, dan sesampainya disana nampak penguasa gaib itu sedang berdiri memandang Sukma dengan tatajan yang tajam.


"Kenapa kau masih menemui manusia itu Sukma". Bentak penguasa hutan wingit dengan membulatkan kedua matanya.


"Maafkan aku romo, sebenarnya pertemuan terakhirku dengan kangmas Ari ada sedikit tragedi, dan aku menghawatirkan nya". Cetus Sukma menundukan kepalanya.


"Ini kesempatan terakhirmu untuk membuktikan baktimu padaku, bersiaplah untuk menyambut calon suami mu". Perintah penguasa hutan wingit seraya melesat meninggalkan anak perempuan nya yang sedang bersedih.


Terlihat Sukma melati kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian dan berdandan cantik untuk menyambut kedatangan pangeran Asopati, nampak wajah sendu Sukma melati menghiasi wajah cantiknya.


Lalu dia melesat ke pendopo istana yang sudah ramai dipenuhi berbagai jenis makhluk gaib, dan di hadapan nya ada sesosok makhluk gaib yang sangat tampan dengan energi positif yang memancar membuatnya terlihat paling menawan di antara makhluk yang lain nya.


*


*


...Bersambung....