DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Berkumpulnya makhluk gaib.


Lalu Sukma berjalan mundur menjaga jarak dengan romo nya, ternyata penguasa gaib itu tau apa yang dilakukan putri nya selama ini, beberapa saat lalu penguasa gaib membisikan semua yang diketahui nya pada putri nya itu.


Darimana romo bisa mengetahui semua itu, sementara pangeran Asopati tidak tau apa-apa selama ini, batin Sukma melati dengan wajah cemas.


Kemudian penguasa gaib itu mengatakan sesuatu melalui batin nya, dan hanya putri nya Sukma saja yang dapat mendengar nya.


Kau tau kekuatan batin romo mu ini, bisa menembus segala nya apa lagi kau adalah keturunan ku langsung, jelas aku bisa mengetahui segala nya, yang makhluk lain tidak ketahui, hanya dengan menatap kedua mata mu saja Sukma, batin penguasa itu didalam hati nya.


Terlihat wajah Sukma melati berubah cemas, perempuan gaib itu sepertinya menghawatirkan keselamatan manusia yang dicintai nya, lalu Sukma melati memberikan Kinanti pada pangeran Asopati, karena dia ingin berbicara empat mata dengab romo nya, dan tanpa curiga pangeran Asopati membopong putri semata wayang nya, sementara Sukma melati sedang menyusul romo nya yang sedang duduk di atas singgasana nya.


"Romo tolong jangan sakiti dia, dia adalah segala nya untukku romo." ucap Sukma memohon dengan wajah sendu.


"Apa kau sadar dengan yang kau ucapkan anakku, kau tidak bisa terus berhubungan dengan manusia itu, jika kau tidak mau mengakhiri segalanya, biar aku saja yang akan mengakhiri hidup manusia itu." cetus penguasa gaib dengan membulatkan kedua mata nya.


Dan dari kejauhan nampak pangeran Asopati sangat penasaran, dengan apa yang dibicarakan anak dan romo nya itu.


Sepertinya ada sedikir ketegangan diantara keduanya, aku tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan, karena ini bukanlah daerah kekuasaanku, batin pangeran Asopati dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


Dan tiba-tiba saja rombongan dari kerajaan Elang datang, Elang datang bersama kedua istri nya Sekar dan Mekar, serta ketiga anak nya Abimana, Senopati dan bayi perempuan Mekar yang baru saja lahir yang diberi nama Surtikanti, datang untuk memberikan berkatnya pada Kinanti, nampak Elang berbincang dengan pangeran Asopati, lalu membicarakan masalah politik di alam gaib itu, tapi fokus pangeran Asopati selalu tertuju pada Sukma melati.


"Ada apa pangeran, sepertinya ada yang mengganggu pikiranmu?." tanya Elang dengan penasaran.


"Maaf jika aku lancang, apakah siluman dan buto seperti kalian, bisa membaca batin satu sama lain." jawab pangeran Asopati dengan pertanyaan.


Nampak Sekar yang mendengar pertanyaan jin muslim itu hanya mengkerutkan kening nya, bagaimanapun Sukma melati adalah sahabat baik nya, Sekar seakan tau jika Sukma menyembunyikan sesuatu dari suami nya itu.


Aku akan mendatangi Sukma dan bertanya langsung padanya, batin Sekar didalam hati nya seraya melesat menghampiri Sukma melati.


Wuush...


Sekar melesat menghampiri Sukma yang masih berada di dekat singgasana penguasa gaib itu, lalu Sukma dan romo nya menghentikan percakapan mereka, karena tidak ingin ada siapapun yang mengetahui perbuatan serong Sukma dengan mantan suami manusia nya.


"Salam raja hutan wingit, aku ingin berbicara dengan sahabatku Sukma, banyak yang ingin aku katakan padanya." ucap Sekar dengan seringai diwajah nya.


"Silahkan putri Sekar, aku bisa berbicara nanti lagi dengan Sukma." tukas penguasa gaib itu seraya bangkit dari singgasana nya.


Kemudian Sukma dan Sekar berbicara empat mata di dalam sebuah kamar, nampak Sekar memaksa Sukma untuk mengatakan apa yang disembunyikan nya dari pangeran Asopati.


"Katakanlah padaku Sukma apa yang kau sembunyikan dari suamimu itu, karena tadi aku sempat mendengar pembicaraan nya dengan suamiku Elang, dia seakan membicarakanmu karena pandangan mata nya mengarah padamu, apa kau berbuat sesuatu yang tidak seharusnya kau lakukan, aku mengenalmu dengan baik Sukma, jujurlah padaku." tukas Sekar menatap tajam pada Sukma.


Apakah aku bisa menceritakan segala nya pada Sekar, dia memang sahabatku tapi romo sudah berpesan, jangan sampai ada yang mengetahui ini selain dirinya, karena romo tidak akan bertanggung jawab jika sesuatu yang buruk terjadi pada kangmas Ari, batin Sukma resah didalam hati nya.


Nampak Sukma yang merasa bersalah, karena telah membuat sahabatnya itu murung, berusaha memanggil Sekar kembali, dan dengan berat hati akhirnya Sukma menceritakan hubungan terlarang nya, dengan seorang manusia yang sempat menjadi suami nya.


"Apa kau kehilangan akalmu Sukma, jika jin muslim itu sampai tau semuanya, dia pasti akan sangat murka, dan itu tidak hanya berakibat pada dirimu saja, seluruh klan jin muslim bisa melakukan perang pada klan gaib seperti kita." tukas Sekar dengan membulatkan kedua mata nya.


"Diamlah Sekar kau tidak perlu berkata lantang seperti itu, aku sudag paham dengan semua resiko yang akan ku terima, karena itu lah aku harus menyembunyikan semua dari pangeran Asopati." cetus Sukma dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


Kreaak...


Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dari luar, nampak disana ada Mekar yang sedang menggendong bayi perempuan nya, dan Mekar ingin menggunakan kamar itu, untuk memberikan asi untuk bayi nya.


"Maafkan aku mbakyu Sekar dan putri Sukma melati, aku lancang masuk ke dalam kamar ini, karena romo mu memberiku ijin untuk memakai kamar ini." seru Mekar dengan menundukan kepala nya.


"Tidak apa-apa Mekar, kau bisa menggunakan kamar ini, lagipula aku dan Sekar sudah selesai berbicara." jelas Sukma seraya melesat meninggalkan Mekar bersama bayi nya.


Nampak nya Sekar tidak suka dengan hubungan Sukma bersama Ari, ingatan Sekar seakan kembali pada Lala, yang dulu sempat merebut Elang dari nya, lalu Sekar menyarankan pada Sukma untuk segera mengakhiri hubungan nya dengan lelaki manusia yang sedang menjalin hubungan dengan nya.


"Sekar kau bilang kau adalah sahabatku, tapi kenapa kau tidak mendukungku sama sekali." seru Sukma dengan membulatkan kedua matanya.


Tapi disaat Sekar belum sempat menjawab ucapan Sukma, nampak pangeran Asopati tengah melesat seraya menggendong Kinanti yang sedang menangis karena kehausan.


"Maafkan aku mengganggu pembicaraan kalian, tapi Kinanti menangis dan sepertinya dia haus, bisakah kau memberinya minum Sukma." tukas pangeran Asopati seraya menyerahkan Kinanti pada Sukma, dan disambut senyuman manis Sukma.


Setelah itu pangeran Asopati melesat pergi, meninggalkan mereka yang sedang saling menatap satu sama lain.


Kenapa aku merasakan jika putri Sekar, mengetahui apa yang dibicarakan Sukma dengan romo nya, tapi aku tidak mungkin bertanya langsung padanya, lebih baik aku meminta bantuan pangeran Elang, supaya dia bisa bertanya langsung pada istri nya itu, batin pangeran Asopati dengan mengkerutkan kening nya.


Kemudian Sukma berpamitan pada Sekar, karena dia ingin memberikan asi pada Kinanti yang sedang rewel dan terus menangis, bayi perempuan itu seakan tau jika romo nya sedang dalam dilema.


Terlihat Sukma masuk ke dalam kamar yang sama, yang di tempati Mekar untuk menidurkan bayi nya, lalu Mekar pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan nya untuk berbicara dengan Sukma, karena Mekar sangat tau jika Sekar sedang menghasutnya, entah untuk tujuan apa.


"Maafkan aku putri Sukma, jika aku boleh memberikanmu saran, tolong jangan pernah kau ikuti ucapan mbakyu Sekar, karena terkadang ucapan nya selalu membawa masalah dikemudian hari." ucap Mekar dengan menundukan kepala nya.


*


*


...Yuk kak berikan Vote atau hadiah yang kalian punya, untuk memberikan dukungan dan semangat kalian padaku, terus ikuti kelanjutan ceritanya ya, semoga kalian semua sehat selalu, dan Author memohon doa yg tulus dari kalian semua, supaya pakde Author yg positif covid bisa lekas sembuh seperti semula amin 🙏...


...Bersambung....