
Wati yang merasa agak aman di bangsal anak, nampak menyenderkan tubuh lelah nya ke sebuah bangku, gadis itu mengusap peluh dikening nya, tangan nya masih sibuk menekan tombol panggilan suara, tapi tetap saja usaha nya itu sia-sia, lalu Wati mengecek kotak pesan nya, terlihat Wati mengucapkan syukur, karena pesan singkatnya sudah diterima Rania.
"Alhamdulillah itu artinya Rania akan segera mencariku, karena dia sudah menyadari jika aku tidak ada disana." ucap Wati dengan menghembuskan nafasnya panjang.
Tiba-tiba ada seorang perempuan muda, yang berjalan masuk ke bangsal itu, nampak dia memeriksa satu persatu tempat tidur bayi yang semua nya kosong, nampak perempuan itu berteriak histeris dan menangis sesegukan, dia mencari bayi nya yang menghilang, lalu Wati yang merasa iba berjalan mendekati perempuan itu.
"Mbak tenang dulu ya, mari kita tanya pada suster atau satpam." ujar Wati menenangkan perempuan itu.
Nampak perempuan itu menepis tangan Wati, dia berjalan tertatih dengan menangis tersedu-sedu, perempuan itu memanggil-manggil bayi nya berulang kali, tapi tidak ada siapapun disana, sementara Wati yang berjalan dibelakang nya, ikut larut dalam duka seseorang yang tidak dikenalnya.
"Suster tolong kembalikan bayiku huhuhu, dia tidak berdosa jangan korbankan bayiku." ucap perempuan itu memohon pada suster yang memalai seragam berwarna putih.
Kenapa suster ini seragam nya berbeda, dengan suster yang berada di IGD ya, perasaan semua suster memakai celana, kenapa suster yang ini mengenakan dress terusan, batin Wati didalam hati nya.
"Bukankah kau sudah tau itu Narsih, bayimu itu memiliki darah iblis, dan kau harus merelakan nya supaya semua orang terhindar dari malapetaka." seru suster itu berjalan pergi.
Nampak perempuan yang bernama Narsih itu mengiba, air mata nya sudah kering tapi dia terus terisak, kemudian Wati menghampirinya dan memapahnya duduk ke sebuah kursi kayu.
"Tolong selamatkan anakku huhuhu, mereka akan menumbalkan nyawa bayi yang tidak berdosa itu." tukas Narsih dengan memegang kedua tangan Wati.
"Ta tapi apa yang bisa ku lakukan mbak, sebenarnya ada masalah apa disini?." tanya Wati dengan suara terbata-bata.
Setelah itu Narsih menceritakan segalanya pada Wati, jika ternyata dirinya bersekutu dengan iblis, supaya dirinya dapat mengandung, karena sudah sebelas tahun pernikahan nya, Narsih dan suami nya belum memiliki keturunan, sampai akhirnya suaminya mengajak dirinya menemui kumpulan sekte ilmu hitam, disana Narsih bersama kelompok sekte itu, memuja mayat yang di awetkan didalam sebuah peti mati.
"Dan disuatu malam disaat aku terlelap bersama suamiku, aku merasakan jika ada seseorang yang melakukan hubungan badan denganku, aku tidak dapat melihat dengan jelas, karena lampu di kamar itu mati, aku menikmati setiap sentuhan nya, tapi aku sadar jika yang bercumbu denganku saat itu bukanlah suamiku, tapi semua sudah terlanjur, dan tidak lama setelah itu aku hamil, dan melahirkan seorang bayi perempuan, tapi suamiku tidak mengakui bayiku sebagai anaknya, dia mengatakan pada semua orang, jika bayiku itu adalah keturunan iblis, karena aku melakukan hubungan gelap dengan kelompok sekte ilmu hitam itu, padahal aku melakukan semua itu karena ajakan nya, tapi lihatlah sekarang dia telah menghianatiku dengan perempuan lain, dan bayiku dipisahkan dariku huhuhu." jelas Narsih berderai air mata.
"Astaga yang sabar ya mbak, jujur saja aku tidak mengerti dengan hal-hal semacam itu, tapi aku akan berusaha membantumu, mari kita cari bersama-sama keberadaan bayimu itu." ujar Wati dengan wajah sendu.
Nampak keduanya berjalan beriringan, menyusuri lorong-lorong sepi di rumah sakit itu, sampai akhirnya Narsih membulatkan kedua matanya, karena dia melihat suami nya berjalan ke sebuah ruangan di salah satu rumah sakit, lalu dia mengendap-ngendap berjalan mendekati ruangan yang tertutup rapat itu, lalu Narsih menempelkan telinga nya di sela-sela lubang pintu, tapi tiba-tiba Narsih mendengar suara-suara aneh seorang perempuan, dengan membulatkan kedua mata nya nampak Narsih membuka paksa pintu yang ada dihadapan nya, entah Narsih mendapatkan tenaga besar darimana, dia mampu mendobrak pintu yang terkunci dari dalam.
Braak...
"Oh jadi ternyata kau berselingkuh dengan suster ini hah, lalu kau memfitnahku memiliki anak dari iblis, kalian berdua sangat kejam, kembalikan bayiku jika tidak aku akan mencelakai kalian." pekik Narsih dengan lantang.
Nampak suster itu mengatakan jika bayi Narsih sudah tiada, karena dia telah membuangnya ke hutan.
"Mungkin bayi itu sudah dimangsa binatang buas, dan kau akan ikut menyusul bayi itu ke alam baka." tukas perawat itu dengan tersenyum licik.
Mendengar perkataan suster itu, amarah didalam diri Narsih meluap, Narsih menjambak rambut suster itu, dan membenturkan kepalanya ke tembok beberapa kali, darah segar menetes dari kepala suster itu, lalu suami Narsih memberikan perlawanan, dan memberikan tamparan diwajah Narsih.
"Hentikan perbuatanmu Narsih, kau bisa membunuhnya." pekik suaminya seraya menyeret Narsih menjauh dari suster selingkuhan suami nya.
Sementara Wati yang berdiri di luar ruangan itu, merasa ketakutan dan tidak berani ikut campur dengan urusan mereka, terlihat didepan nya jika tubuh Narsih dihempaskan keluar ruangan itu, dan suaminya menghampiri suster itu dan memeluknya didepan mata kepalanya sendiri, lalu Narsih bangkit berdiri dan menyiramkan bahan kimia, yang ada di ruangan itu pada keduanya, diraih nya korek api yang ada di atas meja, dan dilemparkan nya ke arah suster yang sudah terkapar di lantai itu, seketika api membakar tubuh nya, dan menjalar mengenai tubuh suami nya, karena terdapat bahan yang mudah terbakar di dalam ruangan itu, akhirnya api membesar dengan cepat, bluuk... Suara letupan api terdengar sampai keluar ruangan, nampak suami Narsih yang sudah terbakar api, berlari ke arahnya dan mencekik leher Narsih sampai lemas, akhirnya mereka semua tewas terbakar di ruangan itu, sedangkan Wati yang berada di luar ruangan nampak sangat terkejut dan membulatkan kedua matanya, Wati berteriak meminta pertolongan, dia berlari ke berbagai arah, tapi tidak ada siapapun disana, sampai akhirnya suasana disana mendadak sunyi, kebakaran yang melahap ruangan yang ada dibelakang nya sudah berhenti dan menyisakan puing-puing hangus, tertegun Wati menatap bingung kejadian yang baru saja dialami nya.
Astagfirullohaladzim sebenarnya apa yang telah terjadi, batin Wati dengan keringat dingin yang membasahi kening nya.
Dan disaat Wati masih terdiam disana, tiba-tiba ada sesosok hantu perempuan gosong, yang menampakan wujudnya dihadapan Wati.
"Toloong aku... Kembalikan bayiku huhuhu." ucap hantu itu tepat didepan wajah Wati.
"Aaaargh... Tolooooong." pekik Wati seraya berlari tunggang langgang.
Ternyata hantu Narsih telah membawa Wati ke dalam kisah masa lalu nya, hantu Narsih memperlihatkan tragedi yang telah menimpa dirinya, sampai akhirnya dia harus tewas terbakar bersama suami dan selingkuhan nya.
*
*
...Yuk berikan Vote dan hadiahnya, dukung terus karya Author, akan ada kejutan bagi pembaca yang selalu mendukung karya Author 😉...
...Bersambung....