
"Ya sudah sayang kau turuti saja perkataan ibu, temui pakde mu itu dan minta bantuan nya, sebelum usaha mu semakin kacau." tukas Brian meyakinkan Luna.
"Aku sudah lama tidak bertemu dengan pakde ku itu, semenjak ayah meninggal dunia, aku dan ibu sudah tidak berkomunikasi dengan keluarga ayah, mana mungkin tiba-tiba aku datang menemui nya hanya untuk meminta tolong." jelas Luna dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
"Kenapa tidak sayang toh mereka masih kerabatmu, jika kau sungkan menemui pakdemu sendiri, aku yang akan menemani mu pergi kesana." ucap Brian seraya mengecup punggung tangan Luna.
Nampak Luna sedikit luluh dengan ucapan Brian, gadis cantik itu menganggukan kepala nya, dia setuju untuk pergi ke desa menemui pakde nya itu.
"Aku masuk ke kantor lagi ya sayang, kau hati-hati di jalan." tukas Brian dengan mengecup kening Luna.
Kurang ajar berani sekali kau mempengaruhi Luna, aku tidak akan membiarkanmu membawa Luna bertemu dengan pakde nya itu, batin Pardi didalam hati nya dengan membulatkan kedua mata nya.
Setelah itu nampak arwah Pardi meninggalkan Luna dan mengikuti Brian, Luna yang tidak memiliki firasat buruk pada kekasihnya nampak mengemudikan mobil nya dengan santai menuju cafe, sedangkan Brian yang sedang berjalan masuk ke dalam kantor nya mengalami insiden kecil, disaat dia berjalan menaiki anak tangga, arwah Pardi membuat nya terpeleset sampai akhirnya Brian kehilangan keseimbangan dan jatuh disana.
Braaks...
Terdengar suara seseorang yang terjatuh, nampak dibawah sana ada seorang lelaki yang tergeletak karena jatuh dari anak tangga, dengan kening nya yang berdarah, akhir nya beberapa pegawai kantor itu berdatangan dan membawa Brian ke rumah sakit terdekat.
Sementara Luna yang baru saja sampai di cafe, nampak sibuk membantu pegawai nya mempersiapkan bahan-bahan makanan yang baru saja di beli, karena siang nanti ada pelanggan yang sudah memesan tempat di cafe nya.
"Semoga acara siang nanti berjalan lancar ya, karena yang membooking tempat di cafe ini adalah anak seorang walikota, siapa tau dia akan mempromosikan cafe ini ke teman-teman nya, dan kalian semua bisa terus mendapatkan penghasilan dari cafe ku ini." ucap Luna pada semua pegawai nya.
Dreet dreet dreet...
Terdengar suara ponsel Luna bergetar, ternyata itu panggilan telepon dari rekan kerja Brian yang memberi kabar pada Luna, jika Brian saat ini sedang dirawat di rumah sakit, nampak wajah cantik Luna berlinang air mata, Luna terpaksa meninggalkan cafe nya, dan bergegas mengemudikan mobil nya ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit itu, nampak Luna berjalan setengah berlari, karena dia sangat menghawatirkan kekasih nya yang terjatuh dari anak tangga di tempat nya bekerja, sementara arwah Pardi yang kembali ke cafe Luna, terlihat kebingungan mencari keberadaan gadis pujaan hati nya, dan Pardi pun mendengar dari pegawai Luna, jika gadis cantik itu sedang ke rumah sakit menemui kekasih nya yang tertimpa musibah.
Kenapa Luna masih saja menemui lelaki itu, aku akan membuat usaha mu benar-benar bangkrut, tapi setelah itu aku akan hadir didalam mimpi mu dan membuatmu menjadi milikku, jika kau ingin usaha mu bangkit lagi, tapi aku harus menjauhkan Luna dari pesaing bisnis nya itu, karena dia akan mengadu pada dukun itu jika Luna masih berada di depan tempat usaha nya, batin Pardi didalam hati nya.
Siang itu beberapa pengunjung di cafe Luna berdatangan, terlihat beberapa pegawai kalang kabut melayani pesanan pengunjung, yang siang itu datang karena undangan ulang tahun anak seorang walikota, nampak arwah Pardi membuat makanan yang baru saja dimasak menjadi basi dan berbau, seketika para tamu undangan itu komplain pada pegawai Luna, sementara sang penyewa tempat nampak sangat kecewa dengan pelayanan cafe Luna, banyak tamu undangan yang menyebarkan pelayanan buruk di cafe Luna melalui media sosial, sehingga banyak pengunjung yang sebelumnya menjadi pelanggan di cafe itu memilih untuk tidak datang lagi kesana.
Semua pengunjung memilih untuk meninggalkan cafe secepatnya, sementara itu Luna yang sedang menemani Brian di rumah sakit nampak terkejut ketika melihat nama cafe nya yang menyebar melalui media sosial, karena pelayanan buruk dan makanan basi yang dihidangkan.
"Ada apa sayang kenapa kau terlihat terkejut setelah melihat ponselmu?." tanya Brian yang masih terbaring di atas brangkar.
"Sayang ada berita buruk tentang cafe ku, yang menyebar melalui media sosial, siang ini ada anak walikota yang membooking cafe, entah apa yang terjadi disana, aku pergi dulu ya sayang." jawab Luna seraya bangkit dari duduk nya.
Luna mengemudikan mobil nya dengan perasaan yang gundah, dan sesampainya di cafe nampak tempat parkir yang biasa nya penuh sesak menjadi lenggang, Luna melangkahkan kaki nya gontai dengan hati yang sangat sedih, lalu semua pegawai Luna bergegas menghampiri bos nya itu, mereka semua menundukan kepala nya dengan wajah yang sendu, setelah itu Desi menjelaskan pada Luna, jika mereka semua sudah bekerja dengan sebaik mungkin, tapi entah apa yang terjadi semua makanan yang baru saja matang dan dihidangkan pada pengunjung cafe mendadak basi dan berbau tidak sedap, lalu mereka semua komplain dan meninggalkan cafe begitu saja.
"Semenjak mereka semua pergi dari sini, tidak ada satupun pengunjung yang datang ke cafe ini mbak." jelas Desi pada Luna yang diam membisu.
Terlihat Luna hanya menghembuskan nafas nya panjang, dia menjelaskan pada semua pegawai nya, jika keadaan seperti ini terus dalam beberapa hari saja, omset nya akan menurun drastis dan kemungkinan terbesar nya, Luna akan menutup usaha nya.
"Tidak ada yang salah dari kalian semua, mungkin memang sudah jalan nya seperti ini, dengan berat hati aku mengatakan pada kalian semua, cafe ini akan bertahan sampai lima hari ke depan, jika keadaan semakin memburuk aku akan menutup cafe ini segera, dan terima kasih karena kalian semua sudah bekerja dengan baik selama ini." ucap Luna dengan berderai air mata.
Terlihat semua pegawai Luna ikut hanyut dalam suasana sedih itu, karena selama mereka menjadi pegawai di cafe itu, Luna tidak pernah bersikap tidak adil pada mereka, bahkan Luna selalu ikut membantu melayani pelanggan, dan ikut bekerja bersama pegawai nya.
"Kalian berdoa saja semoga dalam waktu lima hari ke depan, cafe ini dapat beroperasi seperti semula, dan omset kita bisa naik kembali, supaya kalian semua dapat terus bekerja sama dengan ku." tukas Luna seraya merangkul para pegawai nya.
Terlihat keakraban semua orang disana, nampak Luna terharu dengan dukungan dari semua pegawai nya, sedangkan Pardi yang melihat kesedihan diwajah cantik Luna, hanya bisa menundukan kepala nya.
Maafkan aku Luna, aku terpaksa membuatmu menderita seperti ini, karena aku tidak mau semua keluarga ku disakiti oleh dukun jahat itu, gumam Pardi pada dirinya sendiri.
Kemudian Luna meminta semua pegawai nya untuk pulang lebih cepat, karena tragedi hari ini pasti tidak akan ada pengunjung yang datang.
"Kita close saja hari ini, semoga besok akan lebih baik ya teman-teman." ucap Luna dengan senyum manis nya.
Nampak Luna tidak ingin menunjukan kesedihan nya yang berlarut, dia ingin semua pegawai nya termotivasi untuk menjalani hari esok, yang entah akan jadi lebih baik atau justru semakin memburuk.
*
*
...Bersambung....