DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Petualangan gaib Rania ep1


Setelah itu Malik menghentikan mesin motor yang dikendarai Aldo, nampak Aldo kebingungan karena tiba-tiba motornya mogok di tengah perjalanan, lalu Rania turun dari motor itu dan membantu Aldo mendorongnya.


"Rania lebih baik kau pulang lebih dulu saja, tunggu saja angkot di depan sana, aku harus pergi ke bengkel dulu, mungkin membutuhkan waktu yang lumayan lama".


"Tapi Do, apakah kau yakin tidak apa-apa sendirian mendorong motor?", tanya Rania dengan mengerutkan keningnya.


"Tidak apa-apa Rania, motor ini memang sering mogok, mungkin karena mesinnya sudah terlalu tua", jawab Aldo meyakinkan.


"Baiklah, aku akan menunggu angkot di depan sana, kau bisa langsung mencari bengkel".


"Aku akan menunggu sampai kau menemukan angkot ke desa", jelas Aldo dengan menyunggingkan senyumnya.


Terlihat Malik berdiri mengambang dengan bahagia, karena mereka berdua tidak bisa pulang bersama, beberapa saat kemudian datanglah angkot yang akan membawa Rania kembali ke desa, sedangkan Aldo terus mendorong motornya sampai ke bengkel terdekat, dan Malik masih mengikuti Aldo kesana, disaat Malik ingin mencelakai Aldo, dia memiliki firasat buruk pada Rania, dan benar saja angkot yang ditumpanginya sudah diikuti makhluk gaib penunggu jembatan tua, yang ingin meminta tumbal nyawa, dan kebetulan angkot yang ditumpangi Rania baru saja menyeberangi jembatan disaat makhluk gaib itu bersiap untuk mencelakai manusia.


Aku harus menyelamatkan nyawa Rania, jika tidak buto itu akan mengambil nyawa Rania, batin Malik seraya melesat pergi.


Whuuss...


Sesampainya di dekat jembatan tua itu, nampak sang buto sedang bersiap menelan semua manusia yang ada di dalam angkot, nampak Rania berteriak meminta pertolongan karena hanya dia saja yang dapat melihat angkot itu berada di tangan sesosok buto yang siap menelan mereka hidup-hidup, karena yang terlihat oleh manusia lain nya adalah angkot itu akan masuk ke dasar sungai akibat tergelincir di jembatan tadi, terdengar oleh Malik jika Rania sedang berteriak meminta pertolongan, lalu Malik melesat cepat ke hadapan buto itu dan memintanya untuk melepaskan angkot yang berada di genggaman tangan nya yang besar itu, dan sang buto menolak untuk melepaskan calon mangsanya itu.


"Kau bisa memangsa tumbal mu tapi lepaskan satu manusia yang ada di dalam sana, aku adalah penjaga gadis yang ada di dalam sana", seru Malik dengan tegas.


"Kenapa aku harus menurutimu, hari ini adalah hari dimana aku tepas berusia sepuluh ribu tahun, dan aku akan memangsa tumbal nyawa manusia, supaya kekuatan dan kesaktianku bertambah, kau hanya makhluk rendahan untukku, jangan coba-coba menghalangi ku", sahut sang buto dengan bola mata yang memerah.


Terdengar oleh Rania, jika Malik hanya meminta nyawanya saja untuk dilepaskan, tapi Rania berteriak pada Malik supaya semua nyawa manusia yang bersamanya di dalam angkot itu selamat, dan itu membuat Malik semakin kalut karena untuk meminta kebebasan nyawanya saja dia akan kuwalahan, apalagi nyawa semua manusia itu.


Apa yang harus aku lakukan, jika aku tidak menuruti ucapan Rania, dia akan kecewa kepadaku dan sekali lagi aku akan kehilangan kepercayaan darinya, aku tidak mau kehilangan dia lagi, lebih baik aku melawan buto ini, dan aku akan meminta bantuan dari makhluk gaib lain nya, batin Malik seraya memejamkan kedua matanya, dan mengeluarkan kesaktian nya untuk menyerang buto yang ada di hadapan nya.


"Berani sekali kau menyerang ku, kau hanya makhluk rendahan untuk ku, dan aku bisa melenyapkan mu bersama manusia-manusia itu", seru sang buto seraya melemparkan angkot yang ada di genggaman nya.


Braakk...


Angkot itu terpental ke tengah jalan, dan dari arah berlawanan ada mobil yang melaju kencang, sontak kedua mobil itu bertabrakan, dan benturan keras terjadi disana, karena benturan keras kedua mobil itu ringsek dibagian depan, dan semua yang ada di dalam sana mengalami luka-luka, nampak Malik menjadi lemah seketika melihat angkot yang ditumpangi Rania ringsek dan terhimpit badan mobil lain nya, tanpa disadari oleh Malik, buto yang ada di hadapan nya memberikan perlawanan dan membuat Malik terluka parah, jiwa tanpa raganya terpental jauh, dan membuatnya tidak sadar karena kekuatan buto itu sangat besar, nampak buto penunggu jembatan itu sangat murka melihat calon tumbalnya sudah celaka, karena dia tidak dapat menelan hidup-hidup manusia-manusia itu, lalu buto itu bersumpah akan membalaskan dendamnya pada Malik, karena telah mengacaukan rencananya, dan disaat buto itu ingin menghampiri Malik yang tidak sadarkan diri di atas pohon besar, ada bayangan hitam yang melesat pergi membawa jiwa Malik pergi ke suatu tempat.


Siapa yang berani membawa makhluk rendahan itu pergi, karenanya aku tidak mendapatkan mangsa malam ini, aaarrgggh... Gumam sang buto dengan mengepalkan kedua tangan nya.


Dan di lain tempat Wati berusaha menghubungi sepupunya itu melalui panggilan telepon, tapi ponsel Rania tidak dapat dihubungi, lalu seorang mahasiswa lainnya mengatakan jika Rania sudah pergi bersama Aldo.


"Kau hubungi Aldo saja Wat, mungkin mereka sudah sampai di rumah", ucap Lala.


Kemudian Wati menghubungi Aldo dan menanyakan dimana keberadaan sepupunya itu, tapi Aldo mengatakan jika mereka berpisah dipertengahan jalan, karena motornya mogok dan dia harus mendorong motor itu ke bengkel.


"Jadi kau meninggalkan Rania begitu saja Do", seru Wati dengan cemas.


"Aku sudah menemani nya menunggu angkot, mungkin Rania sudah pulang sekarang, coba kau hubungi ibumu saja Wat, kalau memang ponsel Rania tidak dapat dihubungi", sahut Aldo diseberang telepon sana.


Setelah menutup panggilan telepon itu, ibunya mengirimkan pesan, jika dia harus pulang berputar arah karena ada kecelakaan di dekat jembatan tua yang menuju ke arah desa nya.


Hah ada kecelakaan disana, apakah Rania sudah sampai rumah dan ibu tau berita ini dari Rania, batin Wati dengan mengerutkan keningnya.


Plaak...


"Ada apa Wat, kenapa wajahmu berubah cemas seperti itu, apakah ada masalah?", tanya Lala penasaran.


"Entahlah La, perasaanku tidak enak saja, sebentar ya aku akan menelepon ibuku dulu", jawab Wati seraya menekan panggilan telepon.


Setelah ibunya menjawab telepon nya, Wati menanyakan darimana ibunya mendapat berita kecelakaan itu, dan ibunya memberitahu jika tetangganya baru saja pulang dari kota, dan dia memutar arah karena ada kecelakaan di jalan yang biasa mereka lewati.


"Lalu apakah Rania sudah sampai di rumah bu, tadi dia pulang bersama Aldo, tapi mereka berpisah di tengah jalan, dan Rania naik angkot untuk pulang".


"Rania belum sampai di rumah nduk, apakah mungkin dia terjebak kemacetan karena kecelakaan itu", ucap bude Walimah cemas.


Kemudian Wati menutup panggilan telepon nya, dan meminta ibunya untuk memberikan kabar setelah Rania sampai di rumah.


"La lebih baik kita pulang lewat jalan biasa nya saja, fislrasatku tidak enak, karena Rania belum sampai di rumah, dan ponselnya tidak dapat dihubungi", cetus Wati seraya melangkahkan kakinya ke parkiran kampus.


...Berikan Vote dan hadiahnya yuk kak, supaya Author semangat melanjutkan season 2 ini 🙏...


...Bersambung....