DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Misteri bayi Narsih???


"Baiklah bu aku akan berusaha menemukan nya untukmu, ibu jaga diri baik-baik disini, karena ada desas-desus yang beredar di istana, jika pangeran Bagaskara sedang berusaha mendapatkan kesaktian, untuk mendapatkan kemampuan yang lebih besar, aku hanya takut jika dia datang ke alam manusia untuk menemui ibunda." ucap Senopati.


"Tidak anakku, pangeran Bagaskara sudah lama tidak pernah menemui ibu, mungkin dia masih bertapa untuk mendapatkan kesaktian, lagipula apa yang bisa dia lakukan pada ibu nak, ibu memiliki jimat suci yang akan membuat makhluk gaib terluka, ketika dia menyentuh ibunda." jelas Lala menenangkan anaknya.


"Apakah ibu yakin tidak apa-apa, karena romo juga memiliki firasat yang buruk."


"Ibunda yakin anakku, lekaslah pergi temukan saudara ibu, ibunda akan baik-baik saja disini." tukas Lala seraya memeluk anaknya Senopati.


Setelah itu Senopati pergi ke dimensi lain, dengan membawa barang milik Wati, dimensi lain itu tidaklah kecil, karena ada berbagai macam golongan makhluk gaib yang tinggal didalamnya, beruntungnya Senopati bertemu dengan salah satu sosok yang mengenal romo nya, makhluk itu adalah buto penguasa tempat itu, dengan menunjukan selimut milik Wati buto itu dengan mudah menemukan nya, karena tercium aroma Wati, meski dari jarak jauh sekalipun, sampai akhirnya nampak Senopati melihat, seorang perempuan tengah tergeletak dengan sesosok hantu perempuan disamping nya, hantu itu terlihat bersedih dengan memeluk tubuh Wati.


"Apa yang kau lakukan pada manusia ini." seru Senopati dengan menatap tajam hantu Narsih.


"Bukan aku yang membuatnya begini, dia adalah anakku mana mungkin aku menyakitinya huhuhu." tukas hantu Narsih berderai air mata.


Kemudian Senopati mengucapkan terimakasih pada sosok buto yang membantu nya, lalu Seno akan membawa Wati kembali ke alam manusia, nampak hantu Narsih seakan enggan merelakan kepergian Wati, seperti ada ikatan batin yang membuatnya berat hati melepaskan Wati.


"Tolong biarkan aku menemani gadis ini, aku berjanji tidak akan menyakitinya, aku sudah pernah kehilangan bayiku, dan dengan kehadiran nya seakan gadis ini adalah darah dagingku huhuhu." ucap hantu Narsih memohon pada Senopati.


Nampak Senopati tidak tega melihat tangisan Narsih, nampak Seno teringat ibunda nya Lala, yang harus hidup terpisah darinya.


"Baiklah kau boleh menemani gadis ini, tapi jika sesuatu hal yang buruk terjadi padanya, aku akan mencarimu kemanapun." cetus Senopati.


Lalu Senopati membawa Wati kembali ke alam manusia, nampak portal dimensi gaib itu terbuka, Wati kembali diletakan di suatu ruangan yang sudah tidak terpakai di rumah sakit, tempat terakhir Wati menghilang, dan dibelakang mereka ada sosok hantu Narsih yang selalu setia menjaga Wati, terdengar Senopati mengatakan pada hantu Narsih, jika dia akan meninggalkan Wati disana, dan semua keluarganya akan datang menjemputnya.


"Setelah semua keluarga nya datang, kau harus meninggalkan gadis ini, karena dia bukanlah anakmu, kau hanya salah paham saja, aku tau seperti apa riwayat hidupmu dimasa lalu, jika memang bayimu masih hidup di dunia ini, dia pasti sudah tidak muda lagi, sedangkan gadis ini masih muda, dia lebih pantas menjadi cucu mu, sekali lagi ku ingatkan tinggalkan gadis ini disini." tukas Senopati seraya melesat pergi.


Wuush...


Senopati melesat ke rumah Rania, dan menemui ibunda nya, nampak Lala sedang bersama Wati dan juga bude Walimah, karena bude Walimah sedang terbaring lemah diatas ranjang nya, sementara Rania yang merasakan aura dingin disana, nampak memandang ke segala arah.


"Ada apa Ran, kau merasakan sesuatu, tunggu sebentar ya, sepertinya anakku Senopati datang." ucap Lala seraya bangkit dari duduknya.


Nampak Lala berjalan keluar, disana sudah ada Senopati yang berdiri mengambang dibawah pohon besar.


"Ibunda saat ini gadis itu sedang berada disebuah ruangan yang ada di rumah sakit itu, disana ada sesosok hantu perempuan yang menjaganya, ibu tidak perlu hawatir hantu itu memliki aura positif, sehingga aku tenang meninggalkan nya disana, ibu bisa menemuinya sekarang juga, jika ada apa-apa ibu bisa memanggilku kembali, karena saat ini aku harus kembali ke istana." tukas Senopati dengan mengaitkan kedua alis matanya.


Sebenarnya buto yang ku temui di dimensi gaib tadi, telah memberitauku jika dia sempat melihat sosok pangeran Bagaskara disana, dia yang telah menyesatkan Wati sampai ke alam lain, tapi aku tidak mungkin mengatakan ini pada ibunda, aku tidak ingin dia hawatir, dan larut dalam ketakutan, batin Senopati didalam hatinya.


"Ibunda aku pergi dulu, jika ada apa-apa segera panggil aku, aku tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa ibunda." ucap Senopati dengan wajah cemas.


Kemudian Lala memeluk anak nya Senopati, dia meyakinkan Seno jika tidak akan ada hal buruk yang menimpanya, karena jimat suci pemberian pak Jarwo selalu dibawa Lala kemanapun.


"Pulanglah sekarang nak, ibu juga harus pergi menjemput saudara ibu itu, kasihan dia pasti sangat ketakutan." tukas Lala.


Kemudian Senopati melesat pergi, sementara Lala kembali melangkahkan kaki nya ke dalam rumah, ternyata sedari tadi Rania memperhatikan Lala yang sedang berbicara dengan Senopati.


"Siapakah yang berbicara denganmu La, sepertinya aku baru pertama kali ini melihatnya?." tanya Rania dengan mengaitkan kedua alis matanya.


"Itu anakku Senopati Ran, tadi aku meminta bantuan nya untuk mencari Wati, dan dia telah berhasil membawa Wati kembali, sekarang Wati sudah ada di rumah sakit itu, mari kita kesana dan membawanya pulang." jawab Lala dengan menghembuskan nafasnya panjang.


"Alhamdulillah benarkah itu La, terima kasih ya La huhuhu." seru Rania berlinang air mata.


Setelah itu mereka berdua menghampiri bude Walimah, mereka mengatakan jika Wati sudah ditemukan, dan mereka akan menjemputnya ke rumah sakit, nampak bude Walimah bersikeras untuk ikut ke rumah sakit menjemput anak gadisnya itu, karena Rania tidak bisa menolak keinginan bude nya, akhirnya mereka menyetujui permintaan bude Walimah, kemudian Lala menghubungi Anto untuk mengantarnya ke rumah sakit menggunakan mobil, karena bude Walimah belum terlalu sehat, dan tidak mungkin mereka mengendarai sepeda motor kesana, pak Jarwo yang mendapatkan kabar dari Lala, jika Senopati anaknya berhasil menemukan Wati.


"Syukurlah nduk Wati sudah ditemukan, sebelum mbah Karto mengetahui jika dia menghilang, aku sudah kuwalahan mengurusi segalanya, acara tahlilan ibu Luna tinggal dua hari lagi, dan Luna sendiri masih berada di alam lain, aku masih tidak bisa menemukan nya, apakah anakmu Senopati bisa membantu lagi nduk." seru pak Jarwo diseberang telepon sana.


"InsyaAlloh ya mas Jarwo, karena tadi anakku pergi dengan wajah yang cemas, aku jadi curiga jika ada masalah di alam nya, tapi dia tidak mengatakan yang sebenarnya padaku." tukas Lala dengan mengkerutkan kening nya.


*


*


...Yuk berikan Vote dan hadiahnya, jangan lupa baca novel horor Author yang terbaru, Dendam perempuan berjubah merah 😉...


...Bersambung....