DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Rencana buruk?


Dan disaat mbah Karto dan pak Jarwo sibukel mencari keberadaan Ari, di dimensi gaib sana Ari sedang berbahagia dengan istri gaibnya, di pendopo istana itu sedang ada pesta besar-besaran untuk merayakan kehamilan Sukma melati yang baru saja di umumkan di depan singgasana Romo nya.


Terlihat semua makhluk gaib berpesta merayakan kehamilan Tuan puteri nya, dan penguasa gaib itu pun memberi banyak hadiah pada Ari karena mengira jika Ari lah yang telah menghamili anak perempuan nya.


"Aku sangat bangga padamu, ternyata seorang manusia biasa sepertimu dapat dengan mudah memberi keturunan pada makhluk gaib seperti anakku, karena menurut tabib istana kau akan susah untuk memberi keturunan pada Sukma karena kalian adalah makhluk yang berbeda". Tukas penguasa gaib itu.


Terlihat Ari hanya tersenyum mendengar ucapan penguasa gaib itu, dia merasa aneh karena sudah beberapa minggu dirinya tidak pernah berhubungan dengan Sukma tapi perempuan gaib itu datang dan memberi tau kabar tentang kehamilan nya.


Lalu tiba-tiba seorang pengawal datang memberi kabar jika ada utusan dari gunung wingit datang dengan membawa pesan untuk penguasa nya.


"Bawa dia masuk, jangan ada yang mencelakai utusan itu karena dia datang dengan tujuan menyampaikan pesan". Perintah penguasa gaib pada semua rakyat nya.


Setelah itu sesosok makhluk tinggi besar menggunakan jubah berwarna putih datang melesat ke hadapan penguasa gaib itu, dan dia menyampaikan pesan dari penguasa gunung wingit tentang maksud dan tujuan nya untuk membawa Sukma melati ke istana nya karena dia sedang mengandung keturunan dari Pangeran Asopati.


Nampak penguasa gaib itu sangat terkejur mendengar pesan yang disampaikan utusan itu, mata nya membulat sempurna dan kedua mata nya memerah semerah darah membuat Ari ketakutan melihat wujud menyeramkan penguasa itu.


"Apa yang kau katakan, jika kau bukanlah seorang utusan sudah ku musnahkan kau dari tadi, cepatlah pergi dari hadapanku jika tidak aku akan melupakan jika aku tidak boleh mencelakaimu". Pekik penguasa gaib itu.


"Baiklah aku akan segera pergi, tapi Raja ku mengatakan jika aku kembali tanpa membawa ibu dari calon anak Pangeranku, Raja ku mengatakan akan membawa paksa Tuan puteri Sukma melati bagaimanapun cara nya karena anak yang ada didalam kandungan nya adapah anak dari Pangeran Asopati". Tukas utusan itu seraya berjalan keluar dari pendopo.


Lalu penguasa gaib itu nampak murka dan meminta semua warga gaib nya untuk meninggalkan pendopo itu, karena dia tidak ingin ada pesta perayaan lagi.


"Cepat hentikan pesta ini". Perintah penguasa gaib itu.


Setelah itu penguasa gaib itu memandangi Sukma melati dan juga Ari yang sedang duduk bersandingan, dan dengan kekuatan nya penguasa gaib itu menghempaskan tubuh Ari ke berbagai arah sampai tubuh manusia nya terluka parah, lalu Sukma melati berusaha menghentikan Romo nya dan memohon untuk menyudahi amarah nya pada suami manusia nya.


"Romo berhentilah, semua ini bukan salah kangmas Ari, dia tidak tau apa-apa aku hanya menjadikan dia kambing hitam supaya kau tidak mengetahui yang sebenarnya". Ucap Sukma melati bersimpuh dibawah kaki Romo nya.


"Kau berani mempermainkan Romo mu sendiri nduk, dan kau sudah menghianati kepercayaan Romo". Seru penguasa gaib itu memalingkan wajah nya.


Setelah itu penguasa gaib itu memerintahkan pengawalnya untuk mengurung Sukma melati didalam kamarnya dan memerintahkan pengawal lain nya untuk membawa Ari kedalam sebuah penjara yang dulu menjadi tempat mbah Karto dikurung.


Sedangkan di istana gunung wingit utusan yang telah kembali sudah menyampaikan jawaban dari penguasa gaib itu, dan Raja jin muslim itu nampak murka mendengar jawaban dari pesan nya.


"Dasar makhluk sesat, tidak ada guna nya kita berbicara baik-baik dengan mereka, kita harus membawa Sukma melati bagaimanapun caranya". Seru Raja itu.


"Tapi Romo aku tidak ingin penguasa gaib itu sampai mencelakai calon anakku yang ada di rahim Sukma". Ucap Pangeran Asopati cemas.


Setelah itu nampak Pangeran Asopati merencanakan sesuatu, dia membuat rencana bersama Ki Seno untuk membawa Sukma melati ke istana nya meski harus berhadapan langsung dengan penguasa gaib itu.


*


*


Gadis mana yang harus aku persembahkan, karena di desa ini kebanyakan orang yang sudah berumah tangga dan juga anak kecil, batin mbah Wongso didalam hatinya gelisah.


Dan disaat mbah Wongso sibuk dengan pikiran nya, ada seorang gadis muda yang baru saja pulang dari sekolah, nampak mbah Wongso menyeringai dengan liciknya karena dia sudah menentukan calon tumbal untuk sesembahan nya.


"Assalamualaikum". Seru Lala adik perempuan Kasmi yang baru saja pulang sekolah.


"Waalaikumsalam dek". Sahut Kasmi yang sedang sibuk dengan urusan dapur.


Setelah itu Lala masuk ke dalam kamar nya disusul dengan mbah Sumi yang terburu-buru menghampiri Lala.


"Nduk setelah ini di rumah saja ya, jangan pergi belajar kelompok dulu karena nanti malam ada pengajian di rumah kita, kau bantu ibu dan mbak mu di dapur karena masih banyak pekerjaan yang belum selesai". Tukas mbah Sumi pada anak gadis nya.


"Lho buk kenapa ngomong nya mendadak to gak dari kemarin, aku kan sudah ada janji sama temen". Sahut Lala dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Ibuk lupa nduk, sudahlah cepat ganti baju mu dan segera menyusul ke dapur kami berdua kewalahan memasak karena waktu nya sudah mepet". Jelas mbah Sumi seraya berjalan kembali ke dapur.


Nampak Lala mendengus kesal karena ibu nya melarangnya pergi dari rumah, setelah itu Lala meraih ponselnya di dalam tas dan menghubungi teman nya lewat panggilan telepon jika dia tidak jadi belajar kelompok bersama mereka.


Sementara mbah Wongso yang berada di dalam pondokan nya berusaha mencari tau keberadaan gadis remaja yang tadi dia lihat, nampak beliau tengah duduk bersila didepan dupa dan juga sesajen yang selalu tertata rapi di tempat khusus nya, lalu munculah sebuah gambar didalam baskom yang berisi air dengan bunga tujuh rupa, didalam baskom air itu terlihat Lala yang sedang membantu ibu dan mbakyu nya di dapur.


Jadi gadis ini adalah anak dari Sumi, baiklah nanti malam aku akan mempersembahkan nyawa gadis muda ini untuk menjadi wadalku, gumam mbah Wongso pada dirinya sendiri.


"Buk ini daun nya mau di apain to kok banyak banget?". Tanya Lala.


"Itu lho nduk buat bungkus lontong, kalau sudah selesai diberesin saja ya". Jawab mbah Sumi yang masih sibuk di depan kompor.


Dan setelah urusan dapur selesai mereka semua bergegas mandi karena pengajian di rumah nya akan segera dimulai, nampak Lala sudah siap untuk mengikuti pengajian bersama ibu dan juga mbakyu nya Kasmi, Lala tidak tau jika saat ini nyawa nya sedang terancam karena mbah Wongso berniat untuk menjadikan nya tumbal.


Di tengah-tengah acara pengajian disaat semua orang sedang melantunkan ayat-ayat suci nampak kilatan berwarna merah berusaha memasuki rumah mbah Sumi, tapi selalu saja terpental seperti ada kekuatan yang melawan nya.


Lalu mbah Wongso yang merasa ada gangguan pada tugas nya berusaha mencari tau apa penyebabnya dan dia mengirimkan makhluk peliharaan nya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


*


*


...Bersambung....