DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Menyadarkan Luna!!!


Karena simbah Parti tidak dapat meyakinkan Luna untuk ikut bersamanya, akhirnya beliau melesat pergi menemui Rania, lalu simbah Parti mengatakan segalanya tentang Luna, nampak Rania terkejut dan membulatkan kedua matanya, dia tidak menyangka jika Luna sampai hamil karena Pardi, dan Evana mengatakan pada mereka jika anak yang dikandung Luna adalah makhluk halus, tidak mungkin mereka membawa nya ke alam manusia, karena dulu pernah ada kejadian semacam itu, meski di alam manusia tidak terlihat Luna tengah mengandung, tapi dia akan melahirkan makhluk tak kasat mata, dan hanya dia yang bisa melihatnya.


"Kalau menurutku lebih baik biarkan Luna bersama kami disini, kami yang akan menjaganya sampai dia melahirkan keturunan nya, setelah itu kau bisa membawa jiwa Luna kembali ke alam manusia, karena tidak mungkin bayi itu bisa hidup berdampingan dengan ibu nya yang seorang manusia, lagipula kami sekeluarga memutuskan untuk tinggal di alam ini, dan memulai kehidupan kami yang baru." jelas Evana dengan mengaitkan kedua alis matanya.


"Jadi aunty akan merawat bayi kak Luna." seru Rania dengan mengaitkan kedua alis matanya.


Nampak simbah Parti setuju dengan ucapan Evana, beliau menunjukan tempat dimana jiwa Luna berada, lalu Rania bersama Senopati bergegas pergi kesana dan menemui Luna, nampak Luna tengah duduk di teras rumah nya, dan Rania pun berjalan perlahan menghampiri Luna, tapi tiba-tiba Pardi yang tengah menyamar itu datang, dia membulatkan kedua matanya menatap Rania penuh kemarahan.


"Kak Luna mari kita pulang." tukas Rania dengan mengkerutkan kening nya.


"Eh Rania darimana kau tau rumahku disini?." tanya Luna menatap bingung.


"Kak ada yang ingin ku sampaikan padamu, tante Wulan sudah meninggal dunia, apakah kak Luna tidak ingin ziarah ke makam nya." jawab Rania dengan wajah sendu.


"Jadi benarkah ibuku sudah tiada." seru Luna dengan membulatkan kedua matanya.


"Itu semua benar kak, karena itu lah aku datang untuk menjemput kak Luna, lelaki yang kakak anggap suami itu adalah makhluk jahat, percayalah padaku kak." jelas Rania seraya menggenggam erat tangan Luna.


Nampak Pardi sangat murka dan berusaha mencelakai Rania, tapi dengan cepat Senopati menepis serangan Pardi.


"Kau itu makhluk rendahan berani sekali kau ingin menyerangnya." pekik Senopati dengan bola mata yang memerah.


Terlihat Senopati mengeluarkan kesaktian nya, dia merubah wujud Pardi yang sebenarnya, sementara Luna yang terkejut setelah melihat wujud suaminya yang sebenarnya nampak membulatkan kedua matanya, dengan deru nafas yang kencang.


"Lihatlah kak Luna dia adalah arwah penasaran yang sengaja membawa jiwa mu pergi ke alam ini, sampai kakak mengandung anak arwah itu, tapi kami akan membantumu kak, kak Luna jangan takut ya." ucap Rania memandang haru wajah Luna.


"Bagaimana dengan bayi yang ku kandung ini Ran, apakah dia juga hantu." seru Luna berderai air mata.


Setelah itu simbah Parti datang melesat menghampirinya, beliau mengatakan jika Evana dan Jansen yang akan menjaga bayi nya, setelah jiwa Luna kembali ke dalam raga nya, bayi gaib itu akan tetap berada di alam lain, karena mereka tidak dapat hidup berdampingan, nampak Luna hanya terdiam dengan berderai air mata, dia tidak menyangka jika selama ini, ternyata dia tinggal di alam gaib bersama sesosok arwah.


"Kenapa kau jahat terhadapku, apa salahku padamu huhuhu, kenapa kau merusak masa depanku, dan memisahkanku dari ibu ku." pekik Luna memandang Pardi dengan murka.


"Rania tolong bawa aku pulang, aku ingin pergi ke makam ibuku dan meminta maaf huhuhu." tukas Luna terisak.


"Kau harus berada di alam ini nduk, sampai kau melahirkan bayimu itu, setelah itu aku sendiri yang akan mengantar kau ke alam manusia." ucap simbah Parti.


Terlihat Senopati ingin membawa jiwa Pardi ke alam nya, dia akan mengurung jiwa Pardi di alam kegelapan, supaya dia tidak bisa mengganggu Luna lagi, nampak Pardi menolak dan berusaha berontak melepaskan diri dari ikatan gaib yang melilit jiwa nya.


"Apapun yang kau lakukan sia-sia saja, kau hanya makhluk rendahan yang tidak akan bisa, melepaskan tali yang telah membelenggu jiwa mu, kau tidak akan bisa menandingi kesaktianku." seru Senopati seraya melesat pergi membawa jiwa Pardi bersamanya.


Nampak Luna menangis sesegukan, menyadari masa depan nya sudah berantakan, lalu Rania memeluknya dan mengatakan pada Luna, jika semua akan baik-baik saja.


"Kak Luna yang sabar ya, kami semua akan membantumu, dan aku akan menjelaskan semua pada mbah Karto, beliau adalah keluarga terdekat kak Luna, yang masih ada di dunia ini, jadi kak Luna jangan merasa tidak mempunyai siapa-siapa lagi." cetus Rania menenangkan Luna.


Setelah itu simbah Parti mengajak kedua gadis itu kembali ke rumah Evana, nampak Petter terkejut melihat keadaan Luna, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan bertanya pada Rania, apakah dia juga akan tinggal disana bersamanya Luna.


"Tidak Petter hanya kak Luna saja yang semenetara waktu tinggal disini, aku akam kembali ke alam manusia bersama simbah, tolong jagalah kak Luna seperti kau menjagaku, setelah ini aku harus kembali ke alamku." ucap Rania dengan menundukan kepalanya.


Nampak Petter bersedih mendengar jika Rania akan segera pergi dari sana, mereka baru saja berjumpa tapi kini harus terpisah kembali.


*


*


...Simak kelanjutan ceritanya, dan jangan lupa berikan Vote dan hadiahnya, ikuti juga novel hororku yang berjudul Dendam perempuan berjubah merah, terima kasih sudah selalu membaca ceritaku 😉...



...Bersambung....