DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Pengaruh buruk Pardi!!!


Malam hari nya Luna pulang ke rumah dengan berbagai beban yang ada dipundak nya, nampak Luna berjalan gontai memasuki rumah nya, tanpa mengucapkan salam seperti biasa nya, sedangkan Wulan yang sedang duduk di ruang tengah dengan menonton acara televisi oke, terlihat terkejut melihat kedatangan Luna dengan wajah sendu nya, lalu Wulan bangkit dari duduk nya menghampiri anak gadis nya.


"Nduk tumben jam segini sudah pulang, kenapa kau masuk tanpa mengucapkan salam cah ayu, jangan sampai ada makhluk halus yang mengikutimu pulang." seru Wulan dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Maaf bu aku lupa mengucapkan salam." sahut Luna seraya mengecup punggung tangan ibu nya.


Kemudian dia berjalan masuk ke dalam kamar nya, Luna tidak menjelaskan apa pun pada ibu nya, gadis itu merebahkan tubuh nya di atas ranjang dengan menghembuskan nafas nya panjang, lalu ibu nya berjalan menghampiri anal gadis nya yang nampak menyembunyikan sesuatu dari nya.


"Kau kenapa to nduk, katakan lah yang sejujur nya apa yang terjadi hari ini?." tanya Wulan pada Luna.


"Luna hanya lelah saja bu, hari ini mas Brian dirawat di rumah sakit, jadi pikiran Luna terbagi-bagi bu." jawab Luna tidak mengatakan segalanya pada Wulan.


"Kau yakin nduk tidak ada yang ingin kau bicarakan pada ibu." seru Wulan dengan mengkerutkan kening nya.


Sebenarnya banyak yang ingin Luna ceritakan pada ibu, tapi Luna tidak ingin membuat ibu bersedih, jika ibu mendengar kabar tentang cafe ku yang akan bangkrut, ibu akan semakin cemas dan banyak pikiran, batin Luna didalam hati nya.


Nampak Luna bangkit dari tidur nya seraya memeluk ibu nya, gadis itu tidak mengatakan apa pun pada Wulan, tapi hati seorang ibu tidak dapat dibohongi, Wulan merasakan jika anak gadis nya tengah menyembunyikan sesuatu yang tidak ingin diceritakan nya.


Kenapa ibu merasa jika kau tidak mengatakan yang sejujur nya pada ibu nduk, batin Wulan didalam hati nya seraya mengusap lembut rambut Luna.


"Jika kau tidak bisa menceritakan nya sekarang, kau boleh mengatakan nya lain waktu sayang." tukas Wulan dengan menyunggingkan senyum nya.


"Terima kasih ibu, maafkan Luna yang belum bisa mengatakan segala nya pada ibu, tapi Luna berjanji akan mengatakan segalanya jika Luna sudah siap." jelas Luna seraya memeluk erat ibu nya.


Nampak arwah Pardi berdiri mengambang di sudut kamar Luna, dia hanya bisa ikut bersedih merasakan duka Luna, tapi dia tidak mempunyai pilihan lain, setelah itu terdengar Wulan meminta Luna untuk membersihkan dirinya dan melakukan ibadah sholat, tapi gadis itu hanya menghembuskan nafas nya panjang dan mengatakan pada ibu nya, jika dia ingin istirahat sebentar karena hari itu sangat melelahkan untuk nya.


"Biarkan Luna istirahat sesaat ya bu, setelah itu Luna akan mandi dan sholat." seru Luna yang kembali merebahkan tubuh nya ke atas ranjang.


Nampak Wulan hanya menggelengkan kepala nya, dan melangkahkan kaki nya meninggalkan anak gadis nya itu untuk menenangkan dirinya.


Terlihat Wulan terduduk lesu dengan menerka-nerka, apa yang sedang dipikirkan anak semata wayang nya, lalu Wulan meraih ponsel nya dan berusaha menghubungi saudara nya yang ada di kampung, tapi setelah mencoba menelepon beberapa kali, ponsel nya saudara nya tetap tidak dapat dihubungi.


Mungkin saja ponsel pakde nya Luna sedang tidak aktif, lebih baik aku menghubungi nya lain waktu, gumam Wulan pada dirinya sendiri.


Sementara Luna yang tengah terlelap tanpa membaca doa, nampak didatangi oleh seseorang yang sangat tampan dan menawan, lelaki itu adalah perwujudan Pardi didalam mimpi Luna, nampak Luna masih mengingat jelas aroma tubuh lelaki yang pernah menjamah tubuh nya itu, tanpa malu lelaki itu mendekatkan tubuh nya dihadapan Luna, terdengar suara degup jantung Luna yang berkecamuk, seakan gadis cantik itu sangat terpesona dengan ketampanan paripurna lelaki yang ada dihadapan nya.


Jari jemari nya menyentuh dagu Luna dan mendongakan nya ke atas seraya membisikan kata-kata manis, yang membuat Luna terbang ke atas awan, dipeluk nya erat tubuh Luna seraya mengecup lembut bibir mungil Luna yang nampak menggoda jiwa lelaki tampan itu, nampak Luna hanya terdiam menerima setiap sentuhan dan perlakuan manis lelaki yang belum pernah dikenal nya.


"Apakah kau mau menuruti perkataanku Luna?." tanya lelaki itu dengan mengecup kening Luna.


"Apa yang kau minta dariku." jawab Luna didalam mimpi nya.


"Tutup saja usaha cafe mu itu, pindah lah ke tempat yang baru, dan aku akan membuat usaha mu bangkit kembali, asal kau mau menuruti ucapanku, dan terimalah aku menjadi suami mu di alam bawah sadarmu ini, jika kau mau aku akan selalu membantu usahamu, dan kau tidak akan kesusahan untuk membantu keuangan ibu mu." jelas lelaki tampan itu seraya mendekap Luna ke dalam pelukan nya.


"Tapi aku sudah memiliki kekasih, bagaimana mungkin kau menjadi suamiku." sahut Luna yang nampak gelisah.


"Di dunia nyata kau bebas bersama siapa saja Luna, tapi kau tidak boleh melakukan hubungan yang lebih dengan lelaki manapun, jika kau nekat melakukan nya aku akan mencelakai laki-laki itu, apakah kau bersedia menjadi milikku Luna." tukas arwah Pardi yang menyamar didalam mimpi Luna.


Nampak Luna hanya terdiam dengan menundukan kepala nya, lalu lelaki tampan itu mengecup kening Luna seraya berkata jika dia akan membuat hidupnya bersama ibu nya bahagia, karena keuangan nya akan terjamin setelah Luna bersedia menerima permintaan nya, lalu Luna menganggukan kepala nya menyetujui ucapan lelaki yang ada didalam mimpi nya, dan tiba-tiba lelaki itu ingin melakukan sesuatu yang lebih pada Luna, tapi di dunia nyata terlihat Wulan sedang membangunkan Luna dari tidur nya, Wulan menggoncang-goncangkan tubuh Luna supaya anak gadis nya itu terbangun.


"Nduk Luna bangun sudah jam berapa ini, kau belum sholat lho nduk." seru Wulan seraya menepuk-nepuk wajah cantik Luna.


Lalu Luna membuka kedua mata nya seraya meregangkan otot-otot ditubuh nya, gadis itu berkata pada ibu nya jika dia masih ingin tidur dan melanjutkan mimpi yang tertunda.


"Mandi sholat dulu nduk, jangan turuti bisikan setan yang mengajakmu ke jalan yang tidak benar." cetus Wulan dengan mengkerutkan kening nya.


Nampak arwah Pardi sangat kesal dengan ucapan Wulan, entah kenapa perempuan tua itu seakan tau, jika anak gadis nya sedang dipengaruhi sesuatu yang negatif, sementara Luna yang tidak bisa menolak perintah ibu bergegas bangkit dari tidur nya, berjalan masuk ke dalam kamar mandi, di ikuti oleh arwah Pardi yang melesat mengiringi langkah Luna, sedangkan Wulan yang merasakan angin dingin melewati nya, nampak mengusap tengkuk nya seraya membaca ayat-ayat suci dan memutarkan murottal di dalam kamar Luna, terdengar lantunan ayat suci itu menggema masuk ke dalam kamar mandi, dan arwah Pardi pun merasa kepanasan karena mendengar suara ayat-ayat suci yang diputar melalui ponsel Luna, kemudian arwah Pardi melesat menjauhi Luna yang sudah membuka seluruh pakaian nya.


Nampak arwah Pardi mendengus kesal, karena dia tidak dapat melihat tubuh molek Luna, tanpa sehelai benang yang menutupi nya, dan Pardi membulatkan kedua mata nya dengan amarah yang menguasai jiwa nya.


Pasti ini karena ulah perempuan tua itu, dia sengaja ingin menjauhkan ku dari Luna, batin Pardi didalam hati nya.


Setelah itu arwah Pardi nampak ingin melesat kembali masuk ke dalam Luna, tapi suara ayat-ayat suci itu masih terdengar dari luar rumah, sehingga arwah Pardi tertahan di halaman rumah Luna, terlihat Pardi sangat ingin kembali memasuki alam bawah sadar Luna, tapi dia tidak dapat berbuat apa-apa karena lantunan ayat-ayat suci itu membuat jiwa nya terbakar, ketika dia berusaha masuk ke dalam kamar Luna.


*


*


...Yuk kak panjangkan list hadiah dan Vote nya, terus dukung author ya makasi 🙏...


...Bersambung....