DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Resiko perjalanan gaib!!!


Beberapa hari kemudian mbah Karto sudah selesai melakukan semedi nya, hari sabtu kliwon menjadi hari yang tepat untuk Rania melakukan perjalanan gaib nya, tapi sebelum itu dilakukan mbah Karto memperingatkan Rania, tentang resiko yang akan diterima nya.


"Dengarkanlah aku baik-baik ya nduk, apa yang akan kau lakukan ini sangat beresiko, kau bisa saja dalam bahaya meski kau akan pergi bersama Senopati, karena makhluk gaib disana sangat agresif, mereka bisa saja melakukan tipu daya untuk mengambil alih jiwa mu, selain itu waktumu tidaklah lama dalam sepuluh jam di alam manusia kau harus lekas kembali, meski jiwa Luna belum kau temukan, karena jika kau belum kembali dalam waktu sepuluh jam itu, jiwa mu akan tertahan disana, dan hanya jiwa lain dari alam manusia saja yang akan bisa membawamu kembali pulang, dan itu pun harus menunggu dimalam sabtu kliwon yang berikutnya, karena itu lah aku peringatkan kau, bisa tidak bisa kau harus lekas kembali jika kau mendengarkan suara lonceng yang sangat keras, mintalah pada Senopati untuk segera kembali, dan aku akan membukakan portal pembatas dimensi gaib." jelas mbah Karto dengan wajah cemas.


"InsyaAlloh Rania akan baik-baik saja mbah, tapi kenapa waktuku sangat sebentar mbah, padahal jiwa kak Luna sudah meninggalkan raganya sangat lama, tapi dia masih baik-baik saja." tukas Rania dengan mengkerutkan keningnya.


"Semua itu karena peralatan media yang masih menempel ditubuhnya, tanpa semua itu raga Luna tidak akan bertahan lama, karena semua organ tubuhnya tidak akan berfungsi dengan baik, selain itu jiwa Luna yang sedang mengembara tidak menyadari jika dia berada di alam lain, ketika dia menyadari jika dia adalah jiwa tanpa raga, dan dia mengalami keputus asa an dengan hidupnya, bisa saja raga nya akan menerima reaksi itu, dan perlahan semua organ tubuh Luna tidak akan berfungsi dengan baik, perlahan pun dia akan tiada." cetus mbah Karto dengan menghembuskan nafasnya panjang.


"Kalau begitu apa yang akan aku katakan pada kak Luna, jika aku berhasil menemukan jiwa nya mbah, apakah dia akan mau kembali bersamaku, aku heran dengan semua ini mbah, kenapa arwah biasa seperti Pardi bisa membawa jiwa kak Luna pergi ke alam lain, bukankah dia hanya arwah tanpa kekuatan yang besar?." tanya Rania pada mbah Karto.


"Dia memang arwah tanpa kekuatan yang spesial, tapi dia dibantu oleh dukun ilmu hitam, yang telah memberikan nya kekuatan untuk membawa jiwa Luna pergi, itu adalah upah untuk Pardi karena telah berhasil membuat usaha Luna gulung tikar, dan kebetulan sekali hari itu Luna bersama ibu nya mengalami kecelakaan, dan arwah Pardi memanfaatkan keadaan itu, untuk membawa jiwa Luna pergi bersamanya, dan Luna sudah terbuai dengan semua cinta yang Pardi berikan, sehingga Luna tidak menyadari jika dia sedang terperdaya oleh Pardi, karena Luna hanya mengira jika semua yang di alaminya hanya sebuah mimpi disaat dia tidur." jawab mbah Karto dengan menghembuskan nafasnya panjang.


"Jadi kecelakaan yang menimpa kak Luna bukan karena ulah Pardi." seru Rania dengan membulatkan kedua matanya.


"Bukan nduk, itu semua murni karena kecelakaan, arwah Pardi sangat mencintai Luna, dia tidak akan menyakiti Luna seperti itu, untuk membuat usaha Luna gulung tikar saja, Pardi terpaksa melakukan nya karena desakan dukun ilmu hitam itu, bahkan Pardi sampai melupakan dendamnya pada orang yang telah membunuhnya, semua itu hanya karena Pardi jatuh cinta pada Luna." tukas mbah Karto dengan mendongakan kepalanya ke atas.


"Semoga kak Luna bisa ku temukan dengan cepat ya mbah, aku tidak mau kak Luna berada disana lebih lama lagi, karena dia akan menyesali semuanya jika dia tau ibu nya sudah meninggal dunia." ucap Rania dengan wajah sendu.


Setelah itu Rania kembali ke rumahnya, gadis itu menceritakan apa yang dibicarakan nya pada mbah Karto, Lala yang mendengar cerita Rania merasa cemas, untuk melepas kepergian Rania ke alam gaib, tapi Rania meyakinkan Lala jika dia akan baik-baik saja.


"Kau tenang saja La, ini bukanlah pertama kalinya buatku, aku sudah mulai terbiasa dengan semua ini, yang terpenting kita semua harus banyak berdoa, supaya masalah ini lekas selesai." tegas Rania seraya merangkul Lala.


Wati yang tidak mengetahui rencana Rania, akhirnya tidak sengaja mendengarkan ceritanya, Wati dengan wajah sendu meminta Rania untuk tidak pergi, dia tidak mau sepupu nya itu celaka.


"Wati kau harus mendukungku, apa kau lupa pesan terakhir dari simbah, beliau memintaku untuk membantu semua orang yang kesusahan, dan sekarang kak Luna membutuhkan pertolongan dariku, jadi aku minta padamu biarkan aku melakukan apa yang seharusnya ku lakukan, apa kau tidak kasihan pada kak Luna, dia sekarang sudah tidak memiliki orang tua, dia sebatang kara dan masih terjebak di alam gaib, karena itu lah aku akan pergi kesana untuk menjemputnya, tapi aku mohon jangan ceritakan ini pada bude Walimah, aku tidak mau dia hawatir dan memcemaskanku." pinta Rania dengan menggenggam kedua tangan Wati.


*


*


...Terus dukung karyaku kak, jangan lupa baca novel Dendam perempuan berjubah merah, ceritanya akan semakin seru loh, terima kasih 😉...


...Bersambung....