DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Diikuti arwah Pardi ke desa Rawa belatung.


"Kangmas kenapa kau datang kesini, jika ada yang melihat kita bersama seperti ini, jiwa mu bisa dalam bahaya." tukas Sukma dengan memandang ke segala arah.


"Aku tidak perduli lagi dengan hidupku Sukma, aku terlalu merindukanmu." seru Ari dengan wajah sendu.


Kemudian kedua nya memutuskan untuk pergi ke sisi utara hutan itu, tempat keduanya biasa memadu kasih, di dalam goa malik sukmo, sesampainya disana nampak Ari menceritakan semua kehawatiran nya pada Sukma.


"Apakah kau tidak bisa masuk ke dalam rumahku, sehingga beberapa hari ini kau tidak datang menemui ku?." tanya Ari dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Bukan begitu kangmas, akhir-akhir ini aku sedang menghabiskan waktuku bersama bayi ku Kinanti, aku harus lebih sering bersama nya, karena suatu hari nanti aku akan pergi meninggalkan nya bersama pangeran Asopati, maka aku memberikan nya kasih sayang yang seharus nya didapatkan nya saat ini." jawab Sukma melati dengan wajah sendu.


"Baiklah jika seperti itu kemauanmu, tapi kapan kita akan bersama kembali Sukma, aku tidak tahan berlama-lama tanpamu, jika aku harus mati supaya bisa terus bersama mu maka aku rela mati sekarang juga." seru Ari seraya mengecup punggung tangan Sukma.


"Kangmas cintamu padaku begitu besar, aku pun juga sangat mencintaimu, karena hanya denganmu aku merasakan sesuatu yang tidak ku rasakan bersama pangeran Asopati." ucap Sukma seraya mengecup bibir Ari.


Tapi tiba-tiba Sukma melati mendapatkan firasat yang buruk, sepertinya ada yang sedang mencari keberadaan nya, lalu Sukma menghentikan kegiatan nya bersama Ari, perempuan gaib itu memejamkan kedua mata nya, dan melihat melalui batin nya, ternyata ada beberapa pengawal istana nya yang melihat dirinya bersama seorang manusia, di depan pagar alam gaib, dan penguasa alam gaib itu memerintahkan pengawal nya untuk mencari dimana anak nya saat ini.


Ternyata ada pengawal romo yang melihat kehadiranku bersama kangmas Ari, semoga romo tidak mengetahui jika manusia itu adalah mantan suami manusia ku, batin Sukma melati dengan mengkerutkan kening nya.


Lalu Sukma memandang wajah Ari dengan sendu, Sukma masih merindukan Ari dan ingin bersama nya melepaskan rindu, dan melakukan permainan panas dengan lelaki itu, tapi Sukma sadar jika tidak ada waktu untuk nya berlama-lama dengan manusia yang sudah merebut hati nya.


"Kangmas di luar sana ada beberapa pengawal dari istana romo ku, mereka sedang mencari keberadaan kita berdua, setelah ini aku akan keluar untuk menemui mereka, dan kembali ke istana romo ku, supaya mereka tidak dapat menemukan keberadaanmu, dalam waktu sepekan kau datanglah ke goa ini, dan lakukanlah ritual pemanggilan seperti tadi, maka aku akan langsung datang ke tempat ini, karena manusia sakti yang berada di desa mu sudah mengetahui segalanya, tentang kita yang kembali menjalin hubungan, tapi kau bersikaplah sewajar nya pada semua orang di desa itu, jangan membuat kecurigaan mereka, karena mereka akan semakin membuatmu susah untuk bertemu denganku." cetus Sukma memberi tau segala nya pada lelaki yang sangat dicintai nya itu.


Nampak Ari hanya menganggukan kepala nya, dengan wajah yang sendu, terlihat Ari begitu sedih harus berpisah lagi dengan Sukma, tangan menggenggam erat kedua tangan perempuan gaib itu, seraya mengecup kening nya.


"Berjanjilah Sukma jika kita akan bertemu kembali, aku bisa gila jika berlama-lama tanpamu." ucap Ari dengan mata berkaca-kaca.


"Aku berjanji kangmas, kita akan segera bertemu kembali, tapi kau harus tetap disini dulu sampai keadaan aman, dan lekaslah kembali ke rumah mu, aku pergi dulu." jelas Sukma seraya melesat meninggalkan Ari di dalam goa itu.


*


*


Sementara di desa Rawa belatung, nampak ada sebuah mobil putih melewati depan pos kampling, ternyata itu adalah Luna dan juga ibu nya, yang sedang kebingungan mencari alamat rumah mbah Karto, lalu Luna menghentikan laju mobil nya di pos kampling itu, dan tidak ada siapa pun disana, terlihat Luna menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Aku harus bertanya pada siapa ya, disini tidak ada siapa pun, oh iya Rania pernah memberikan nomer ponselnya padaku, batin Luna didalam hatinya seraya menghubungi Rania melalui ponsel nya.


"Hallo Assalamauallaikum." seru Rani diseberang telepon sana.


"Waalaikumsallam Rania, ini kak Luna sudah sampai di desa Rawa belatung, tapi aku tidak tau dimana alamat rumah pakde Karto." jelas Luna dengan suara lirih.


"Kak Luna sedang dimana saat ini, biar Rania yang akan menjemput kakak, dan mengantarkan ke rumah mbah Karto?." tanya Rania.


Kemudian Luna mengatakan pada Rania, jika saat itu dia sedang berada di depan pos kampling.


"Baiklah kakak tunggu sebentar disana, Rania akan segera datang." sahut Rania seraya mematikan panggilan telepon itu.


Aku kan belum mengatakan pos kampling mana, kenapa dia langsung mematikan telepon nya, gumam Luna pada dirinya sendiri.


Setelah itu nampak Wulan keluar dari dalam mobil, perempuan itu meminta anaknya untuk berjalan di sekitar sana.


"Tidak perlu bu, Luna sudah meminta tolong pada Rania, dia sedang menuju kesini." jawab Luna yang sedang memainkan gawai nya.


Dan nampak arwah Pardi yang melesat mengikuti Luna sampai ke desa itu, arwah Pardi tidak mengetahui jika Luna ingin menemui pakde nya yang memiliki kemampuan mistis, tapi kehadiran arwah Pardi disana, ternyata diketahui Rania yang sedang mengendarai sepeda motor nya.


Bukankah itu arwah Pardi, berani sekali dia mengikuti kak Luna sampai kesini, batin Rania dengan mengkerutkan keningnya.


Tiba-tiba terdengar teriakan Luna yang memanggil nama Rania, nampak Rania terkejut dan mengalihkan perhatian nya pada Luna yang tengah melambaikan tangan padanya.


Wuush...


Arwah Pardi seketika melesat pergi ketika dia mengetahui ada Rania disana, sedangkan Rania yang menyadari jika Pardi menghilang dari sana, hanya bisa menerka-nerka apa tujuan Pardi mengikuti Luna sampai kesana.


"Assalamuallaikum tante." sapa Rania seraya mengecup punggung tangan Wulan.


"Waalaikumsallam nduk, maaf ya merepotkanmu sekali lagi." tukas Wulan dengan menyunggingkan senyum nya.


"Ah tante tidak usah sungkan begitu, Rania tidak merasa direpotkan, mari Rania antar ke rumah mbah Karto." seru Rania.


Kemudian Luna mengemudikan mobilnya, mengikuti sepeda motor yang Rania kendarai, tapi sesampainya di rumah mbah Karto, hanya ada mbah Darmi seorang.


"Oalah ini to keponakanku yang datang dari kota." ucap mbah Darmi dengan senyum ramahnya.


"Mbakyu apa kabarnya, maaf aku tidak pernah datang berkunjung." tukas Wulan dengan menundukan kepalanya.


"Iya Lan tidak apa-apa kangmas Karto sudah menceritakan segalanya, cantik nya si Luna ini." ujar mbah Darmi seraya memeluk Luna.


Nampak Luna hanya tersenyum kecil dengan malu-malu, dan menanyakan dimana pakde nya berada.


"Oh iya nduk pakde mu sedang tidak ada di rumah, mungkin dia sedang di rumah Anto saat ini." jelas mbah Darmi dengan mengkerutkan kening nya.


Kemudian Rania menawarkan diri untuk menjemput mbah Karto, karena Rania sangat hawatir pada Luna, setelah dirinya melihat kehadiran arwah Pardi yang mengikuti Luna sampai kesana.


*


*


...Hai semuanya 🤗...


...Author mau memberikan referensi novel Romantis yang beda dari yang lain? ...


...cekidot aja nih novel pertama dari Author Black_Queen dengan judul Supir untuk sang nyonya....


...Jangan lupa untuk dukung ya agar Author nya semakin semangat....



...Bersambung....