DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Arwah pardi bertemu dukun ilmu hitam.


Setelah mendengar nasehat Evana dan Jansen Pardi nampak acuh, dia melesat ke tempat dimana jazadnya akan dikuburkan, sedangkan Petter dan kedua orang tua nya melesat kembali menemani Rania yang akan mengebumikan jazad simbah Parti.


Terasa suasana duka yang begitu mendalam, setelah jenazah itu akan dikubur didalam tanah, terdengar suara tangisan Rania dan Wati yang begitu menggetarkan hati, kedua nya nampak terpukul dengan kepergian simbah untuk selamanya, lalu mbah Karto menghampiri keduanya dan merangkul kedua gadis itu seraya menepuk pundaknya.


"Yang kuat yo nduk jangan ditangisi lagi kepergian simbah kalian, biarkan dia beristirahat dengan tenang, mulai sekarang aku yang akan menggantikan tugas simbahmu untuk menjaga seluruh keluarga kalian." ucap mbah Karto dengan wajah sendu.


Terlihat Rania dan Wati hanya bisa memeluk mbah Karto, sebagai pengganti simbahnya yang telah tiada.


"Mbah Karto terima kasih banyak, sudah membantu keluarga kami terlebih setelah simbah tiada pasti kau akan lebih kesusahan mengurusiku, yang selalu bermasalah dengan dunia gaib." ujar Rania dengan sesegukan.


"Tidak apa-apa nduk kalian semua sudah ku anggap seperti keluarga sendiri, jika terjadi sesuatu jangan sungkan-sungkan untuk memberitauku." pinta mbah Karto dengan menghembuskan nafasnya panjang.


Setelah pak haji Faruk membacakan doa-doa, beberapa pelayat mulai pergi meninggalkan tempat pemakaman, yang tersisa hanya beberapa orang saja, Rania dan Wati memanjatkan doa dan salam terakhir untuk simbahnya, lalu Dedy mengajak kedua gadis itu kembali ke rumah.


"Kalian duluan saja kami akan segera menyusul." tukas mbah Karto yang sedang berdiri disamping pak Jarwo.


Setelah itu pak Jarwo mengatakan pada mbah Karto, jika Petter dan keluarganya melihat Pardi di pemakaman itu, bahkan sebelum ini pak Jarwo juga melihat Pardi melakukan perjanjian dengan sesosok genderuwo, demi untuk membalaskan dendamnya pada pak Rahmat.


"Sepertinya Pardi belum bisa menerima kematian nya mbah, dia bersekutu dengan makhluk gaib lain nya, aku hanya takut ada manusia jahat yang akan memanfaatkan nya." jelas pak Jarwo dengan mengaitkan kedua alis matanya.


"Sebenarnya ini bukan urusan kita lagi, tapi kita tidak bisa membiarkan nya gentayangan di dunia ini, apalagi dia memiliki niat yang tidak baik, dan aku juga hawatir jika suatu saat arwah Pardi diperbudak oleh manusia yang berilmu hitam, karena itulah lebih baik kita menyadarkan nya untuk kembali ke alam nya sebelum semua terjadi." tukas mbah Karto.


Lalu keduanya berjalan menyusuri tempat pemakaman itu, nampak di suatu sudut ada beberapa rombongan pelayat yang selesai menguburkan jenazah, mbah Karto dan pak Jarwo melangkahkan kaki nya kesana, dan memandang ke segala arah untuk mencari dimana keberadaan arwah Pardi.


"Sepertinya dia sudah meninggalkan tempat ini mbah." seru pak Jarwo dengan mengaitkan kedua alis matanya.


Lalu mbah Karto memejamkan kedua matanya untuk melihat dimana keberadaan arwah Pardi, nampak mulut mbah Karto komat-kamit membacakan rapalam mantra.


Iki donga nyulap, lakune adus bareng metune srengse sawise adus nuli mandeng srengenge. "Bismillahir rahmanir rahim. Manik gumilir cahya gumilang sang gateyap ireng aran kang ningali sajroning soca, copiyang naga marucut arane banyune mata sira lunga.


Terlihat di penglihatan mbah Karto jika arwah Pardi bertemu dengan seorang laki-laki tua yang setengah bungkuk, laki-laki tua itu nampaknya penganut ilmu hitam yang sengaja mencari jiwa-jiwa penuh dendam untuk dijadikan nya pengikut, karena dia tau jika arwah Pardi memiliki kekuatan yang diberikan oleh genderuwo yang bersekutu dengan nya, dan laki-laki itu ingin memanfaatkan arwah Pardi demi keuntungan nya sendiri.


Astagfirullohaladzim ternyata aku sudah terlambat, batin mbah Karto didalam hatinya seraya membuka kedua matanya.


"Ada apa mbah apa yang kau lihat?." tanya pak Jarwo dengan mengaitkan kedua alis matanya.


"Kita sudah terlambat Le, sesuai perkiraanmu ada orang yang memperalat arwah Pardi demi keuntungan pribadi nya." jawab mbah Karto dengan nafas yang berderu kemcang.


Tidak lama setelah itu beberapa keluarga Pardi pun mulai meninggalkan tempat pemakaman itu, nampak mbah Karto sempat menghentikan mereka, dan mengucapkan bela sungkawa, nampak ibu Pardi berderai air mata dan hanya mengucapkan beberapa kata saja, dan segera berpamitan pergi pada keduanya.


*


*


Sementara arwah Pardi yang sekarang menjadi pengikut mbah Ngatimin, nampak berada disebuah rumah sederhana yang menjadi tempat tinggal laki-laki tua penganut ilmu hitam itu.


Terlihat ada beberapa tamu yang berkunjung ke rumah itu, mereka meminta sesuatu dan membayarkan beberapa lembar uang, supaya keinginan nya dapat terkabul, lalu mbah Ngatimin berjalan ke dalam kamar khusus, dia memanggil arwah Pardi dan mengatakan sesuatu padanya.


"Jika kau ingin membalaskan dendam mu dengan mudah, kau harus menuruti perkataanku, pergilah bersama laki-laki yang ada diluar sana, dia memiliki pesaing bisnis yang berada di depan tempat usahanya, pergi dan buat usaha pesaing bisnis nya bangkrut karena tidak ada pembeli, setelah kau melakukan apa yang ku perintahkan, aku akan dengan mudah membantumu membalaskan dendam, bahkan kau bisa hidup kembali dengan merasuki tubuh seseorang, aku akan memberikanmu kekuatan yang lebih." jelas mbah Ngatimin dengan seringai diwajah nya.


Nampak arwah Pardi tersenyum bahagia setelah mendengar ucapan mbah Ngatimin, akhirnya dia melesat mengikuti laki-laki yang seorang pengusaha cafe itu.


Nampaknya laki-laki tua itu bukanlah orang biasa, dia penganut ilmu hitam yang dapat menjelma menjadi sosok yang di inginkan nya, karena itu lah dia mempergunakan kesaktian nya untuk memperkaya diri selama dia masih hidup.


Dengan kekuatan yang sudah dimilikinya Pardi berhasil membuat suasana di cafe itu menjadi sunyi, bahkan beberapa pelanggan cafe itu mulai merasa tidak nyaman berlama-lama disana, setiap pelanggan yang akan memasuki cafe itu nampak memutar kendaraan nya ke cafe yang ada di depan nya.


Nampak pemilik cafe yang mulai ditinggalkan pelanggan nya merasa resah, dia memandang ke cafe pesaing bisnis nya mulai ramai karena beberapa pelanggan nya pindah kesana.


Kenapa tiba-tiba pengunjung disana jadi lebih ramai, dan cafe ku mulai sepi pengunjung, bahkan beberapa pelanggan ku lebih memilih berada disana, batin seorang perempuan muda yang nampak heran dengan perubahan yang terjadi.


Lalu perempuan itu duduk di bangku cafe nya, dia nampak mengkerutkan kening nya memikirkan strategi marketing nya yang mungkin perlu diperbarui, dan tiba-tiba seorang pegawai nya datang memberitau jika semua bahan makanan yang ada didalam kulkas busuk dan tidak dapat dipergunakan.


"Permisi mbak Luna apakah hari ini cafe akan tutup lebih cepat, karena kami tidak dapat menyiapkan menu yang dipesan oleh pelanggan, semua bahan makanan di kulkas membusuk, dan kami tidak bisa menyiapkan pesanan pelanggan, karena itu lah beberapa pelanggan kecewa dan meninggalkan cafe ini." jelas pegawai perempuan itu.


Aneh sekali kenapa bahan makanan didalam kulkas bisa membusuk dengan cepat, padahal setiap hari bahan itu selalu habis dan pegawai ku selalu membeli bahan yang baru, batin Luna didalam hatinya.


"Baiklah kalian buang saja bahan yang sudah tidak dapat digunakan, dan setelah kalian selesai membereskan tempat ini, kalian boleh pulang lebih cepat." jelas Luna dengan memijat pangkal hidung nya.


Terlihat arwah Pardi menatap kagum pada perempuan pemilik cafe itu, karena Luna adalah seorang gadis yang sangat cantik dengan perawakan putih langsing berambut panjang kecoklatan.


Aku tidak tega membuat gadis cantik ini bersedih, wajahnya yang cantik terlihat gelisah jika aku terus melanjutkan niat burukku, tapi jika aku melanggar perintah laki-laki tua itu, dia bisa sangat marah dan entah apa yang akan dilakukan nya padaku, batin arwah Pardi seraya melesat mendekati Luna yang sedang duduk dengan bermuram durja.


Terasa angin dingin menerpa tengkuk Luna, lalu gadis itu menyibak rambut nya dan mengusap tengkuk nya, nampak Pardi berdiri mengambang mencium aroma wangi tubuh gadis cantik itu.


Gadis ini sangat cantik dan wangi, seandainya aku bisa memilikinya tapi semua mustahil karena aku sudah mati, batin Pardi dengan menundukan kepalanya.


Kemudian Luna bergegas menutup cafe nya, gadis cantik itu bersiap untuk pulang ke rumah nya, nampak Pardi ingin mengikuti gadis itu kemanapun dia pergi, arwah Pardi melupakan perintah mbah Ngatimin untuk selalu berada di cafe itu, karena Pardi sudah jatuh hati pada Luna sehingga dia mengabaikan perintah dukun ilmu hitam itu.


Disepanjang perjalanan nampak Luna sering mengusap tengkuk nya, karena bulu-bulu halus ditubuhnya meremang, tubuh Luna seakan merasakan jika ada makhluk halus yang ada di sekitar sana.


Kenapa aku merasakan hawa dingin disekitarku ya, apa ac mobil ini terlalu besar, gumam Luna pada dirinya sendiri.


Setelah itu Luna menghentikan mobilnya di depan pusat perbelanjaan, nampaknya gadis itu ingin bertemu dengan seseorang, dan tidak berselang lama datanglah seorang laki-laki tinggi dan tampan menghampiri Luna, laki-laki itu masuk ke dalam mobil dan mengecup kening gadis cantik itu, seraya membisikan kata-kata cinta, terlihat arwah Pardi sangat marah dan ingin menyakiti laki-laki itu, ternyata dia adalah kekasih Luna seorang pegawai kantor di pusat perbelanjaan itu.


"Sayang maafkan aku jika hari ini tidak bisa menemuimu di cafe, pekerjaanku belum selesai mungkin aku harus lembur." jelas Brian kekasih Luna.


"Ya sudah tidak apa-apa sayang, kau selesaikan saja pekerjaanmu, yang terpenting besok kau harus meluangkan waktumu untukku." ucap Luna dengan mengerucutkan bibir nya.


Setelah itu brian nampak mendongakan dagu Luna ke atas, dan mengecup lembut bibir mungil gadis itu, terlihat keduanya melakukan kecupan panas itu selama beberapa menit, sampai terdengar suara aneh Luna yang mulai menikmati kecupan dari kekasihnya itu, karena tangan nakal Brian mulai menyentuh kedua milik Luna.


Terlihat arwah Pardi sangat marah melihat adegan panas yang ada didepan mata nya, dan dengan kekuatan nya Pardi membunyikan klakson mobil Luna, sehingga suara nya terdengar nyaring dan keduanya pun menghentikan kegiatan nya.


"Maaf sayang mungkin tanganku tidak sengaja menyenggol klakson ini." jelas Luna dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tidak apa-apa sayang, kita lanjutkan permainan kita lain waktu saja, aku harus kembali ke kantor, kau hati-hati di jalan ya." tukas Brian dengan mengecup kening Luna.


*


*


...Yuk kak berikan Vote dan hadiah sebanyak-banyak nya pada author, siapa tau kalian yang beruntung mendapatkan giveaway di awal bulan depan, salam sayang untuk kalian semua 💕...


...Bersambung....