DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Pengakuan Santi.


Karena tidak ada jawaban dari anaknya, ibu Santi membuka pintu kamar mandi, dan nampak dia sangat terkejut ketika melihat anak gadisnya, tengah tergeletak dengan tengkuk yang berdarah, dengan susah payah ibu Santi memapah anaknya ke atas tempat tidur dan mengobati luka di tengkuk nya.


Tok tok tok...


"Assalamuallaikum."


Terdengar suara ketukan pintu di rumahnya, ibu Santi bergegas melangkahkan kaki nya ke depan.


"Waalaikumsallam."


Cekleek...


"Selamat malam bu, Santi nya ada?." tanya Wisnu dengan menyunggingkan senyum nya.


"Malam nak Wisnu, kebetulan sekali kau datang, Santi nak dia terjatuh dari kamar mandi, kepalanya terbentur dan dia belum sadarkan diri." jawab ibu Santi terisak.


"Astagfirullohaladzim, mari kita bawa Santi ke dokter bu, kebetulan saya membawa mobil kesini." seru Wisnu dengan wajah cemas.


Nampak dari sudut ruangan ada arwah Icha yang memandang Wisnu dengan sendu, arwah Icha nampak sedih karena lelaki yang dicintainya, begitu perduli dengan sahabatnya, yang telah membuat dirinya meninggal dunia, terlihat Wisnu berjalan masuk ke dalam kamar Santi, disana sudah ada Santi yang terbaring di atas ranjang, lalu Wisnu membopongnya masuk ke dalam mobil, lalu ibu Santi menyusul masuk ke dalam mobil dengan mata berkaca-kaca.


"Semoga Santi tidak kenapa-kenapa ya nak, kebetulan di rumah kami hanya berdua, karena ayah Santi sedang bekerja di luar kota, jika kau tidak datang entah ibu harus meminta tolong pada siapa." tukas ibu Santi berlinang air mata.


Sebenarnya ini moment yang pas, untuk menjelaskan segalanya pada ibu Santi, tapi aku tidak tega mengatakan segalanya, aku takut ibu Santi tidak akan percaya, jika aku mengatakan hal-hal buruk tentang anaknya, batin Wisnu dengan mengemudikan mobilnya.


Sesampainya di klinik, Wisnu membopong Santi yang masih belum sadarkan diri, dokter pun memeriksa keadaan nya, dan memberikan resep obat, tapi kali ini arwah Icha nekat memasuki alam mimpi Santi, nampak Icha membujuk Santi untuk mengakui segala perbuatan nya, tapi Santi tetap mengelak jika dia tidak melakukan apapun.


"Aku tau kau tidak sengaja melakukan. nya San, tapi semua orang mengira jika aku bunuh diri, karena itulah arwah ku gentayangan, karena aku tidak pernah ingin mengakhiri hidupku, kau harus mengtakan pada semua orang San, setelah itu aku akan merelakan Wisnu untuk bersamamu, karena aku akan kembali ke alam keabadian." ucap Icha didalam mimpi Santi.


"Apakah kau tidak membenciku Cha, kenapa kau mau merelakan Wisnu untukku?." tanya Santi terkejut.


"Untuk apa aku membencimu San, jika memang takdirku seperti ini, aku bisa apa lagi, mungkin Wisnu memang berjodoh denganmu, karena itu lah lebih baik aku ikhlas menerima semua, karena alam kami sudah berbeda, jadi ku mohon San akui semua yang terjadi diantara kita, sebelum aku ditemukan tewas dan dinyatakan bunuh diri, kau adalah sahabatku, aku tau kau tidak berniat buruk padaku, aku pergi ya San, akan ku tunggu pengakuanmu, supaya aku bisa beristirahat dengan tenang." jawab Icha dengan menyunggingkan senyum nya.


Kemudian arwah Icha keluar dari alam mimpi Santi, dan tidak berselang lama Santi pun membuka kedua mata nya, dipandangnya semua orang yang ada di ruangan itu, nampak ibu nya bergegas menghampirinya, perempuan paruh baya itu terlihat mencemaskan anak gadis nya.


"Huhuhu ibu... Maafkan Santi bu." seru Santi berderai air mata memeluk ibu nya.


"Maaf untuk apa nduk, katakanlah pada ibu apa yang sebenarnya terjadi."


"Bu aku lah yang menyebabkan Icha terjatuh dari atas gedung bu, dia berdebat denganku dan aku tidak sengaja mendorongnya huhuhu." jelas Santi terisak pilu.


"Ya Alloh gusti nduk, apa yang telah kau lakukan, Icha adalah sahabatmu nduk, kenapa kau melakukan semua itu." ucap ibu nya dengan memegangi dada nya yang berdetak kencang.


"Aku tidak sengaja bu, Icha mengikutiku ke atas gedung itu, dan kami berdebat disana, aku mengira Icha sengaja menghianatiku, karena dia berpacaran dengan Wisnu huhuhu, ibu tau kan aku dan Wisnu sudah dekat sebelum kami masuk kuliah, aku sangat kecewa pada Icha bu, karena itulah aku sangat marah padanya, sampai akhirnya kejadian itu terjadi, tapi aku bersumpah bu, aku tidak sengaja mendorong Icha sampai dia terjatuh dari atas gedung itu huhuhu." jelas Santi penuh penyesalan.


"Jadi jadi benar yang Rania katakan tentangmu San, kau yang telah menyebabkan Icha tewas, tapi kenapa San, kenapa kau tetap diam saja, dan arwah yang merasukimu di aula tadi, apakah benar itu arwah Icha yang meminta pertanggung jawabanmu." seru Wisnu dengan membulatkan kedua matanya.


"Iya Wis itu memang arwah Icha, dan setiap waktu arwahnya menghantuiku, aku sudah tidak tahan lagi menghadapi semuanya." pekik Santi tertunduk.


"Kau harus mengakui segalanya nduk, meski kau tidak sengaja melakukan semuanya, tapi hukum tetap harus berjalan, mungkin setelah kau mengakui segalanya arwah Icha akan tenang di alamnya nduk." ucap ibu Santi seraya memeluk anak gadis nya.


Setelah penjelasan nya pada Wisnu dan juga ibu nya, Santi meminta Wisnu untuk mengantarnya ke kantor polisi, dengan rasa takut dan penyesalan yang besar, Santi memberanikan diri untuk mengungkapkan kebenaran pada pihak yang berwajib, nampak polisi memerintahkan penahanan sementara pada Santi, karena mereka harus melakukan interogasi lebih lanjut, terlihat ibu Santi menangis tersedu-sedu, mengetahui jika anak gadisnya harus mendekam dibalik jeruji besi.


"Ibu tidak boleh menangis lagi ya, aku akan lebih baik berada disini, daripada aku berada diluar sana, tapi dihantui rasa bersalah, belum lagi arwah Icha selalu menerorku bu, ibu harus menerima semuanya dengan ikhlas ya, maafkan Santi yang telah membuat nama keluarga kita tercoreng." seru Santi seraya memeluk ibunya.


Malam itu berjalan sangat lama untuk Santi ataupun ibu nya, nampak Wisnu menawarkan diri untuk mengantar ibu Santi kembali ke rumah, tapi perempuan tua itu enggan meninggalkan anaknya, terlihat Wisnu meyakinkan ibu itu untuk beristirahat di rumah dan kembali besok, karena besok proses penyelidikan akan memakan waktu lebih lama lagi.


"Karena itu lah ibu harus beristirahat, jika ibu tetap bertahan disini, ibu bisa jatuh sakit, dan tidak bisa menemani Santi melanjutkan proses hukum nya." jelas Wisnu dengan wajah sendu.


Nampak di ujung ruangan itu ada arwah Icha yang berdiri mengambang, menyaksikan ibu sahabatnya tengah bersedih, Icha tidak tega melihat ibu Santi yang sangat rapuh, dan tidak berselang lama datanglah keluarga Icha, yang sudah menerima kabar jika ada tersangka lain dalam kasus tewas nya Icha, kedua orang tua Icha membulatkan kedua matanya, ketika melihat keberadaan sahabat almarhum anaknya, berada dibalik jeruji besi kantor polisi itu.


*


*


...Bersambung....