DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Dijahili penunggu hutan.


Setelah berlari ke desa terdekat akhirnya Bude Walimah melihat sebuah rumah tua dengan lentera merah di luar halaman nya.


Tok tok tookk...


"Permisi apa ada orang, bisakah saya meminta tolong". Seru Bude Walimah dengan nafas yang tersengal sengal.


Cekleeekkk...


"Ada apa bu kenapa malam malam begini masih diluar". Tanya seorang pemuda yang membawa sarung ditangan nya.


"Maaf mengganggu bolehkah Saya meminta tolong". Jawab Bude Walimah dengan mengusap peluh di kening nya.


Lalu Bude Walimah menceritakan semua kejadian yang dia alami di hutan, karena pemuda itu merasa kasihan dengan Bude Walimah akhirnya pemuda itu membantu Bude mengambil motor nya yang tertinggal didalam hutan sana.


"Mari bu saya antar mengambil motor nya".


Setelah itu Bude Walimah berjalan ketakutan dibelakang pemuda itu sampai akhirnya mereka sudah menemukan motor nya.


"Mas tolong saya lagi boleh, saya jadi takut pulang sendirian rumah saya di desa rawa belatung bisakah mengantar saya pulang". Tanya Bude Walimah dengan wajah ketakutan.


"Iya bu tidak apa apa, mari saya antarkan". Jawab pemuda itu seraya mendorong motor bude yang mogok.


Kemudian kedua nya berjalan bersama sambil mendorong motor mogok itu tapi tiba tiba setelah keluar dari hutan itu mesin motor Bude Walimah kembali hidup.


"Wah bu mesin motor nya bisa hidup sendiri, sepertinya tadi ibu dijahili penunggu hutan sana". Ucap pemuda itu seraya menaiki motor untuk mengantar Bude Walimah ke rumah nya.


"Benar kata mas nya, tadi memang saya di jahili sama hantu disana untungnya ketika saya kembali sama mas nya hantu itu tidak menakuti ku lagi". Tukas Bude Walimah yang duduk diboncengan pemuda itu.


"Lain kali kalau lewat hutan sana permisi dulu bu sama penghuni disana biar dikasih lewat".


"Sabar ya bu semoga anak ibu cepat kembali berkumpul bersama dirumah".


Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh lima menit, mereka sudah sampai dirumah disambut dengan simbah yang nampak hawatir karena Bude Walimah tidak pulang pulang.


"Kamu kemana saja to nduk ke kampung sebelah saja kok lama banget". Tanya Simbah dengan menatap pemuda yang datang bersama Bude.


"Tadi saya dijahili hantu dihutan sana mbah lalu saya minta tolong pada mas ini". Jawab Bude seraya masuk ke rumah mengambilkan air minum untuk pemuda itu.


"Kamu nama nya siapa Le, terima kasih sudah menolong Anakku". Ujar simbah dengan seringai kecil diwajahnya.


"Ini mas diminum dulu, saya sampai lupa nanya nama nya siapa karena saking takut nya tadi". Seru Bude.


"Ah tidak apa apa nama Saya Rojak mbah, bu".


"Ini sudah larut malam Le, lebih baik kau menginap disini saja besok pagi baru pulang". Ucap simbah seraya mempersilahkan Rojak masuk ke sebuah kamar.


"Wah terima kasih mbah maaf merepotkan".


"Kau tidak merepotkan justru kami yang merepotkanmu Le".


Setelah simbah mempersilahkan Rojak istirahat di kamar nya simbah mengajak bude Walimah ke kamar nya untuk bertanya tentang Pak Jarwo.


"Bagaimana nduk Pak Jarwo nya kapan bisa datang kesini".


"Secepatnya mbah tadi saya sudah sampaikan pada keluarganya untuk secepatnya datang kesini, karena Pak Jarwo nya tadi sedang mengobati orang keluar rumah". Tandas Bude seraya memijat kaki simbah menggunakan minyak gosok.


* Bersambung *