DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Lelaki tampan idola kampus.


Keesokan hari nya Rania bersama Wati dan juga Lala, berangkat ke kampus lebih awal, karena mereka penasaran mendengar kabar WA grup, yang mengabarkan jika Santi sudah berada di penjara, karena dia telah mengakui segala perbuatan nya, nampak Rania berjalan ke berbagai tempat di kampus itu, mencari keberadaan arwah Icha, dan memberitau nya untuk tidak gentayangan lagi disana.


Dan di tengah lapangan fakultas ekonomi, tempat dimana Icha menghembuskan nafas terakhirnya, terlihat arwahnya berdiri mengambang dengan menyunggingkan senyum nya, wujudnya nampak lebih cantik karena aura yang terpancar dari jiwa nya jauh lebih terang, arwah Icha melambaikan tangan nya sebagai bentuk tanda perpisahan, dia mengucapkan terima kasih pada Rania, seraya terbang melesat ke atas langit dan menghilang.


Alhamdulillah arwah Icha sudah kembali ke alamnya, setelah dia tenang dia tidak akan gentayangan lagi di kampus ini, batin Rania dengan melambaikan tangan perpisahan.


Plaak...


"Kau sedang apa sih Ran, tidak usah menakutiku seperti itu deh." celetuk Wati dengan menepuk pundak Rania dari belakang.


"Dasar Wati kepo banget sih, Rania sedang menyampaikan salam perpisahan pada sahabatmu Icha, akhirnya dia kembali ke alam keabadian, dia sangat bahagia karena kita semua sudah membantu memecahkan misteri kematian nya Wat." jelas Lala seraya merangkul Wati yang kebingungan.


"Benar itu Wat yang Lala katakan, arwah Icha sudah kembali ke alamnya, semoga Santi bisa tabah menjalani proses hukumnya ya." ujar Rania dengan menghembuskan nafasnya panjang.


Setelah itu mereka bertiga berjalan ke taman kampus, untuk membahas acara acara tahunan di kampus mereka, tapi tiba-tiba terjadi kehebohan disana, banyak mahasiswi yang berteriak kegirangan karena melihat seorang lelaki mahasiswa baru di kampus itu, lelaki itu sangat tampan dengan wajah bersih seperti aktor di drama film korea, Wati yang merasa penasaran bangkit dari duduknya menghampiri kerumunan itu.


Subhanalloh tampan sekali dia, batin Wati didalam hatinya.


Terlihat lelaki itu berjalan menghampiri Rania dan juga Lala, kedua gadis itu menatap bingung lelaki tampan yang ada dihadapan nya.


"Permisis saya mau tanya ruang rektor dimana ya, saya mahasiswa baru di kampus ini." ucap seorang lelaki yang mengenalkan nama nya sebagai Yudistira.


Nampak Rania dan Lala menjelaskan, jika ruang rektor berada di belakabg gedung ini, Yudistira meminta mereka untuk mengantarkan nya kesana.


"Jika tidak merepotkan bisa tidak antarkan saya kesana, karena saya sudah ditunggu disana." jelas Yudistira dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Setelah itu Rania meminta Lala ataupun Wati mengantarnya kesana, karena Rania harus masuk kelas sebentar lagi, terlihat Wati menjawab jika dia juga harus masuk kelas, karena ada tugas kelompok yang harus diselesaikan.


"Ya sudah biar aku saja yang mengantarnya." seru Lala seraya bangkit dari duduknya.


Terlihat Lala berjalan berdua dengan lelaki tampan, yang menjadi pusat perhatian di kampus itu, nampak Yudistiran menatap wajah Lala dengan senyum bahagia, seakan dia sudah lama mengenal Lala.


Aku senang sekali bisa sedekat ini denganmu, batin lelaki yang ada disamping Lala.


"Kalau boleh tau, kau pindahan darimana Yusis?." tanya Lala dengan mengaitkan kedua alis matanya.


"Aku dari luar pulau La, boleh tidak aku berteman lebih dekat denganmu, karena aku tidak mempunyai teman sama sekali disini." jawab Yudistira dengan menggenggam erat kedua tangan Lala.


Nampak Lala melepaskan tangan nya, dari genggaman Yudistira, Lala mengatakan pada lelaki itu jika dia bisa berteman dengan banyak orang di kampus itu.


"Tentu saja Yudis kau bisa berteman denganku, dan teman-teman yang lain nya, itu ruangan rektornya." seru Lala dengan mengarahkan jari telunjuknya ke sebuah ruangan dengan pintu berwarna coklat.


Kemudian Lala berpamitan pada Yudis dan melangkahkan kaki nya pergi, nampak Yudis berjalan ke pojok ruangan itu dia memejamkan kedua mata nya, seraya komat-kamit membaca sesuatu.


Wuush...


Nampak Bagaskara tersenyum bahagia, karena penyamaran nya menjadi manusia sukses, dan tidak ada yang mengetahui siapa dirinya sebenarnya.


Lala merasakan aura negatif didekatnya, dia membalikan badan nya seraya memandang ke segala arah.


Kenapa aku merasakan kehadiran makhluk gaib, tapi tidak ada siapapun disini, batin Lala dengan mengkerutkan kening nya.


Nampak mereka Rania dan Wati masih berada di dalam kelasnya, Lala yang kebetulan ada jam kosong duduk seorang diri di bangku taman, dari kejauhan Bagaskara sudah memperhatikan Lala, dia merubah wujudnya menjadi Yudistira, kali ini Bagaskara benar-benar serius untuk mendapatkan hati Lala, dia sampai bertapa lama di dalam goa selama beberapa bulan, dan hasilnya dia mendapatkan kekuatan untuk menjelma menjadi seorang manusia normal, dan tidak akan ada yang bisa mengetahui siapa dirinya sebenarnya, kecuali manusia suci yang memiliki kesaktian, Yudistira berjalan mendekati Lala dan menyapanya.


"Hai La kenapa sendirian disini, kamu tidak ada mata kuliah?." tanya Yudistira seraya duduk disamping Lala.


"Eh Yudis, iya nih dosen nya tidak datang, karena itu lah aku duduk disini, menunggu kedua sahabatku selesai kelasnya, bagaimana kau sudah menyelesaikan semua urusanmu." jawan Lala dengan pertanyaan.


"Sudah La besok aku sudah mulai masuk kelas, ngomong-ngomong kau jurusan apa La." ucap Yudistira menatap wajah cantik Lala.


"Aku jurusan management Yud, kalau kau sendiri."


"Wah sama dong La, tapi kita berbeda angkatan, aku ini seniormu di kampus." jelas Yudistira dengan mencuri pandang melihat wajah Lala.


Kenapa Yudistira sering melirikku ya, aku kan jadi malu dilihat lelaki tampan sepertinya, batin Lala dengan menundukan kepalanya.


Terlihat Yudistira berusaha memberikan sihirnya pada Lala, supaya Lala jatuh hati padanya, dan dia akan lebih mudah memiliki Lala secepatnya, sementara Lala yang tidak tau apa-apa mulai merasa tertarik melihat ketampanan paripurna lelaki yang ada disampingnya, nampak Rania sedang berjalan ke taman itu, Rania memandang Lala yang sedang berbincang dengan mahasiswa baru yang tadi mereka temui, Rania merasa aneh dengan tingkah laku Lala, Lala yang dia kenal tidak mudah akrab dengan lelaki manapun, terlebih dia memiliki hubungan gaib dengan makhluk dari dunia lain.


Kenapa lelaki itu memiliki aura yang berbeda ya, aura nya sangat teduh dan membuat orang nyaman berada didekatnya, apa karena itu Lala bisa akrab dengan nya, batin Rania didalam hati nya.


Kemudian Rania duduk bersama Lala dan juga Yudistira, mereka membahas acara tahunan yang akan diselenggarakan di kampus itu.


"Enaknya kita buat acara apa ya La, acara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya." ucap Rania dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Yang sedang trend saat ini music kpop Ran, bagaimana kalau kita buat mini drama korea." ujar Lala.


"Kita kan tinggal di pinggir desa bagaimana kalau buat acara tradisional seperti wayang atau ketoprak saja." seru Yudistira.


Nampak Rania terkejut mendengar jawaban Yudistira, wajahnya yang tampan bak aktor korea, tapi selera nya tradisional sekali, Rania mengkerutkan keningnya seraya memicingkan kedua matanya melihat aneh ke arah Yudistira.


*


*


...Panjangkan list Vote dan hadiahnya kak, berikan like dan komentar disetiap bab nya, dukung karya Author dan dapatkan hadiah kecil yang tidak seberapa hehe 😉...


...Bersambung....