DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Nyawa warga desa terancam!!!


Setelah beberapa warga desa datang ke perbatasan hutan untuk membantu pak Budi yang kaki nya terluka, mereka semua berkumpul di pos kampling untuk berjaga karena saat ini kedua hansip desa nya masih dalam perawatan di Rumah sakit, terlihat suasana di malam itu sangat mencekam karena semua warga mendengar desas desus tentang Ari yang bersekutu dengan makhluk gaib penguasa hutan angker.


Sedangkan Edy anak dari almarhum pak Broto sangat marah ketika mendengar kabar itu, dia memprovokasi warga untuk mencelakai Ari dan mengusirnya dari desa itu.


"Tapi Ed apa kau tidak takut jika siluman ular itu akan datang mencelakaimu, banyak yang bilang jika Ari sudah menjadi suami siluman ular itu". Seru pak Tukul mempertingatkan Edi.


"Aku sudah tidak perduli lagi, yang penting aku bisa membalaskan kematian bapakku". Tukas Edi dengan membulatkan kedua mata nya.


"Sekarang ini Ari ada di rumah mbah Karto, karena siluman itu bisa datang kapan saja untuk mencelakai semua warga desa kita, dan hanya mbah Karto saja yang bisa menolong kita semua makanya mbah Karto menahan Ari di rumah nya, supaya istri gaib nya itu tidak berani mencelakai warga desa". Jelas pak Tukul dengan wajah serius.


"Jadi pembunuh itu ada di rumah mbah Karto, kalau begitu aku akan memberinya pelajaran karena telah membuat bapakku tiada". Cetus Edi seraya berjalan meninggalkan keramaian di pos kampling itu.


Lalu Edi berjalan dengan penuh amarah yang ada didalam dirinya, dia berjalan melewati kebun dan persawahan warga, tapi tiba-tiba dia mendengar suara berdesis dari semak-semak yang berada disisi kanan nya.


Kedua mata Edi membulat menyelidik sesuatu yang tidak terlihat oleh mata nya.


Suara berdesis itu seperti suara ular, jangan-jangan istri gaib Ari datang kesini lagi, batin Edi didalam hati nya.


Nampak Edi bergidik ketakutan dia mengusap tengkuk nya, karena bulu-bulu halus di leher nya sudah meremang bahkan kini suara binatang melonglong dengan panjang dapat terdengar di telinga nya.


Edi berjalan setengah berlari meninggalkan persawahan warga yang nampak menyeramkan di malam hari, tapi kaki nya tersandung sesuatu yang membuatnya berguling masuk ke dalam irigasi persawahan.


Ketika Edi berusaha keluar dari irigasi itu badan nya tidak dapat digerakan, semakin Edi berusaha menggerakan tubuh nya semakin kencang sesuatu yang menahan dirinya keluar dari sana.


Lalu Edi berteriak kencang meminta tolong pada siapa pun, tapi mustahil tidak ada seorangpun yang berada disana kecuali dirinya sendiri, dan tiba-tiba ada bayangan hitam besar di belakang badan nya, terlihat Edi sangat terkejut dan membulatkam kedua mata nya.


Ternyata ada seekor ular raksasa dengan tubuh setengah manusia sedang melilit badan nya yang terjebak didalam irigasi itu, Sukma melati menyeringai menghadap Edi yang sedang bergetar ketakutan karena melihat wujud nya yang sudah tidak cantik lagi karena luka bakar disekitar tubuh dan wajah nya karena perlawanan dari mbah Karto malam tadi.


"To toloong lepaskan aku nyai". Pinta Edi dengan suara bergetar.


"Melepaskanmu... Mana mungkin aku akan melepaskan seseorang yang berniat mencelakai suami tercintaku, aku akan menjadikanmu budak di kerajaan gaibku". Seru Sukma melati yang menghempaskan tubuh Edi ke sembarang tempat.


Braaks...


Tubuh Edi terpental cukup jauh dan membentur batu yang besar, terdengar dia mengerang kesakitan dengan memegangi tangan nya yang terluka.


Tapi siluman ular itu datang dan melilit tubuh Edi kembali, membuat Edi semakin berteriak kesakitan karena tulang tangan nya sudah retak karena dililit sangat kencang oleh tubuh setengah ular Sukma melati.


Sementara tidak jauh dari sana terlihat beberapa warga yang hawatir dengan Edi dan berniat menyusulnya ke rumah mbah Karto, tapi mereka semua justru terkejut setelah melihat siluman ular yang sedang melilit tubuh Edi.


"Pergi kalian semua jika tidak kalian semua akan aku mangsa". Gertak Sukma melati membulatkan kedua mata nya.


Semua warga sangat ketakutan melihat wujud menyeramkan yang ada dihadapan nya dan mereka tidak berdaya jika harus menolong Edi yang sedang terancam keselamatan nya itu.


Salah satu dari mereka berbisik jika mereka harus meminta bantuan pada mbah Karto, tapi ternyata niat mereka diketahui oleh siluman ular dengan wajah yang setengah melepuh itu.


"Pergilah kalian menemui laki-laki tua itu dan minta dia untuk membawa suamiku kembali padaku, jika si tua bangka itu mau manusia rendahan ini tetap hidup". Seru Sukma melati mengancam para warga.


"Cepat pergi temui tua bangka itu". Pekik Sukma melati dengan mata yang memerah semerah kobaran api yang dia ciptakan.


Setelah itu semua warga itu berlari ke arah rumah mbah Karto, sedangkan Sukma melati yang masih sangat marah membawa Edi ke alam gaib dan menjadikan nya budak.


Bruuk...


Nampak Sukma melati membanting tubuh Edi dari ketinggian, membuat seluruh badan nya terasa remuk.


Ya Allah aku ada dimana sekarang, kenapa mereka semua nampak menyeramkan, batin Edi didalam hati nya.


Terlihat oleh Edi jika perempuan siluman ular itu sangat murka, dia menghancurkan semua yang ada didekatnya.


Lalu datanglah seorang laki-laki paruh baya yang sangat gagah dan tampan dia datang menenangkan siluman ular itu.


"Wes nduk tenangno ati mu, bojo mu ora bakal ciloko nang tangan ne menungso kui, mbesok bojomu mesti bali karo awakmu (sudah nak tenangkanlah hatimu, suami mu tidak akan celaka di tangan manusia itu, besok suamimu pasti pulang bersama dirimu)". Ucap laki-laki itu dengan wibawa nya.


Setelah itu amarah siluman ular itu sedikit mereda dia merubah wujudnya menjadi seorang perempuan dengan luka bakar di beberapa bagian tubuh nya, nampak dia memeluk laki-laki itu dan menumpahkan semua duka nya.


"Tapi Romo wujudku yang buruk seperti ini akan membuat suamiku tidak mau melirikku lagi". Ucap Sukma melati dengan berderai air mata.


"Tenanglah nduk semua tabib di alam gaib ini akan segera menyembuhkanmu dan membuat wujudmu menjadi cantik kembali seperti dulu". Sahut Romo nya dengan membelai lembut wajah setengah melepuh Sukma melati.


Tapi tiba-tiba sesosok hantu Belanda berteriak dari balik jeruji besi emas dia berkata pada Sukma melati dengan keras.


"Wahai perempuan siluman percayalah padaku sesungguhnya suamimu hanya mencintai wujud cantikmu, jika dia tau wujudmu saat ini pasti dia tidak sudi melihatmu lagi". Seru Jansen mencela Sukma melati.


Dan tanpa menjawab perkataan yang membuat nya sakit hati Sukma melati mengeluarkan ilmu batin nya, dengan memandang penuh amarah ke arah Jansen Sukma melati membuat tubuh hampa Jansen semakin tersiksa, Sukma mengambil energi yang tersisa pada tubuh hampa hantu Belanda itu.


Bruuk...


Jansen terduduk lesu di lantai karena semua kekuatan yang ada pada dirinya diambil secara paksa oleh Sukma melati.


"Hei kau setan Londo jangan berani lagi kau mencela ku, jika kau ulangi lagi perbuatanmu akan ku musnahkan jiwa mu itu". Pekik Sukma melati dengan membulatkan kedua mata nya.


Tapi Jansen yang sudah terduduk lemah itu hanya menyeringai dengan memandang wajah melepuh Sukma melati dan dia berkata jika wujudnya sungguh menjijikan.


*


*


...Bersambung....


...Hai para pembaca, author sudah melakukan undian give away, yang mau tau siapa pemenang nya bisa lihat video nya di chanel youtube ku novi putri ang, buat yang belum beruntung ditunggu give away berikutnya ya. salam sayang untuk kalian semua 💕...