
Ternyata yang datang menemui pak Jarwo adalah pengawal setia Pangeran Asopati yang berwujud seperti monster yang memiliki otot kekar disekujur tubuh nya.
"Aku adalah Ki Seno pengawal setia Pangeran Asopati, beliau mengutusku untuk mengiringi perjalanan mu ke dimensi gaib dan membantumu membebaskan jiwa-jiwa yang tidak berdosa itu". Jelas Ki Seno dengan suara berat nya.
Dan setelah mendengar penjelasan Ki Seno, pak Jarwo segera melakukan ritual ngerogo sukmo nya.
Jiwa pak Jarwo sudah terlepas dari raga nya dan segera berjalan ke dimensi gaib hutan angker, sesampainya di pintu gerbang yang mewah itu nampak pengawal pendopo sudah bersiap di depan pintu dan menahan pak Jarwo untuk tetap menunggu disana.
Kemudian pengawal pendopo itu memasuki istana untuk menemui Tuan puteri nya yang sedang merias diri untuk menyambut kedatangan suami nya, dan ketika Sukma mendengar jika pak Jarwo sudah dagang ke pendopo nampak Sukma melati terlihat sangat bahagia karena dia mengira Ari akan datang menemui nya.
Sesampainya Sukma di depan gerbang pendopo, kedua mata Sukma sibuk memandang ke segala arah mencari keberadaan Ari suami yang sangat dia rindukan.
"Hei manusia laknat dimana suami ku hah, apa kau berniat menipuku kali ini". Bentak Sukma melati dengan membulatkan kedua mata nya.
"Ampun nyai aku tidak bisa memenuhi janjiku, karena ada yang menghalangi ku untuk membawa suami mu ke alam gaib ini dan dia telah membawa jiwa Ari bersama nya". Tukas pak Jarwo menundukan kepala nya.
"Siapa yang berani menghalangimu membawa suamiku kesini hah!!!". Seru Sukma melati murka.
"Aku tidak mengenalnya, yang aku tau dia seorang laki-laki tampan memakai baju adat jawa dan dia bilang berasal dari gunung wingit". Jelas pak Jarwo dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
"Apa... Jangan-jangan dia adalah Pangeran Asopati". Gumam Sukma melati pada dirinya sendiri.
Nampak wajah Sukma melati berubah sangat cemas, dia mengkerutkan kening nya dan berpikir tentang apa yang pak Jarwo ceritakan.
"Apa yang laki-laki itu katakan padamu?". Tanya Sukma melati dengan menggigit bibir bawah nya gelisah.
"Laki-laki itu berpesan padaku, jika dia menginginkan nyai Sukma melati datang untuk menemuinya, jika nyai ingin jiwa Ari selamat dan tidak musnah". Jawab pak jarwo dengan mengusap peluh di kening nya.
"Kurang ajar berani sekali Asopati mengancamku, dan menahan suami ku baiklah kau tunggu disini aku akan pergi menemui Asopati sekarang juga". Tukas Sukma melati seraya menghilang dengan sekejap mata saja.
Setelah kepergian Sukma melati terlihat Ki Seno segera merubah wujudnya menjadi Tuan puteri hutan angker itu.
Dari dalam pendopo seseorang yang menyerupai Sukma melati telah datang menemui beberapa pengawal pendopo dan meminta nya untuk melepaskan pak Jarwo karena dia ingin berbicara dengan nya.
"Kalian bisa pergi ke Ranupane untuk beristirahat sebentar". Ucap sesosok perempuan yang menyerupai Sukma melati.
Nampak semua pengawal yang berbadan setengah kuda itu saling memandang karena merasa aneh di jam jaga saat itu Tuan puteri nya memberi perintah istirahat di Ranupane (tempat semua makhluk gaib mendapatkan makanan dan hiburan semacam mall kalau di dunia nyata).
"Tapi Tuan Puteri Romo mu akan marah dan menghukum kami". Sahut salah satu dari mereka.
"Kalian tidak dengar ini perintahku". Pekik Sukma melati memandangi semua pengawal itu dengan tatapan marah.
"Ampun Tuan Puteri, jika itu perintahmu kami permisi dulu". Tukas semua pengawal itu serempak.
Setelah semua pengawal itu pergi nampak Sukma melati memperlihatkan wujudnya yang sebenarnya pada pak Jarwo yang tengah berdiri mematung di depan pendopo gaib itu.
"Astaga apakah itu kau Ki Seno". Ucap pak Jarwo lirih dengan membulatkan kedua mata nya seakan tidak percaya.
Nampak pak Jarwo memejamkan kedua mata nya seraya menganggukan kepala nya, menandakan dia mengerti dengan pesan batin yang Ki Seno sampaikan.
Meskipun Ki Seno telah menyamar menjadi Sukma melati, dia tetap harus berhati-hati karena penguasa gaib akan bisa mengenali siapa dirinya sebenarnya meskipun dia telah menyerupai anak perempuan nya.
Mereka berjalan perlahan dan waspada, hawatir jika Romo Sukma melati keluar dari dalam istana nya, dan tidak lama kemudian datanglah seorang selir kerajaan yang bertugas melayani penguasa gaib, dia bersimpuh dibawah kaki Sukma melati dan mengatakan jika Romo nya ingin bertemu.
"Sampaikan pada Romo, aku sedang ada urusan jika semua urusanku selesai aku akan segera menemui nya". Sahut Ki Seno yang berwujud Sukma melati.
Kemudian selir itu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju istana penguasa gaib nya, nampak pak Jarwo menghembuskan nafas nya panjang dia sangat lega karena Ki Seno dapat memberi alasan pada selir penguasa gaib itu.
Setelah itu kedua nya telah sampai di depan sebuah penjara dengan jeruji emas nya, lalu Ki Seno dengan kekuatan gaib nya membuka paksa jeruji emas itu karena ternyata Sukma melati memakai mantra khusus supaya tidak ada siapapun yang bisa membuka jeruji emas itu selain dirinya.
Karena kehebatan Ki Seno dalam merubah wujud menyerupai Sukma melati akhirnya jeruji besi emas itu dapat dibuka dengan mudah hanya dengan sentuhan telapak tangan nya.
Wah hebat sekali Ki Seno benar-benar tiruan yang sesungguhnya, batin pak Jarwo didalam hati nya seraya berjalan masuk ke dalam penjara itu.
Terlihat pak Jarwo buru-buru berlari dan beringsut ke bawah lantai karena melihat kondisi jiwa mbah Karto yang sudah sangat melemah dan tidak memiliki energi sama sekali, mbah Karto hanya duduk dengan nafas yang tersengal-sengal dan cahaya kehidupan nya sudah sangat redup.
Lalu pak Jarwo dengan segala kepanikan nya berusaha memindahkan sedikit energi yang ada pada dirinya untuk mbah Karto, nampak suar cahaya putih keluar dari telapak tangan nya dan berpindah ke jiwa mbah Karto yang sedang terduduk lemah.
Sementara Ki Seno sedang berusaha membebaskan jiwa dua hantu londho yang ada disebelah penjara mbah Karto, nampak Jansen dan Evana terbang menghampiri mbah Karto yang sedang duduk bersila karena diberi energi kehidupan oleh pak Jarwo.
"Mari kita segera pergi dari sini". Ajak Ki Seno pada semuanya.
Terlihat Jansen memundurkan langkahnya dia tersadar jika seseorang yang membebaskan nya tadi adalah Sukma melati yang telah mengurung jiwa nya disana, lalu pak Jarwo menjelaskan jika dia adalah Ki Seno yang sedang menyamar dan membantu mereka keluar dari sana.
Sedangkan mbah Karto yang mulai mendapatkan energi kembali menjelaskan jika masih ada satu warga yang di tahan disana, tapi dengan tegas pak Jarwo mengatakan jika waktu mereka tidak lama sebelum Sukma melati atau Romo nya datang dan mengetahui semua nya.
"Mbah Karto lebih baik kita keluar terlebih dulu dari dimensi gaib ini, setelah itu kita baru pikirkan bagaimana caranya membebaskan warga desa mu itu". Cetus pak Jarwo seraya memapah jiwa tua mbah Karto.
Terlihat mbah Karto hanya bisa pasrah dengan keputusan yang pak Jarwo ambil, bagaimanapun mbah Karto telah berhutang nyawa pada pak Jarwo.
Namun disaat mereka semua akan melewati pintu pendopo itu, nampak penguasa gaib tengah berjalan menuju singgasana yang berarti akan bertemu dengan mereka semua, lalu semua jiwa-jiwa itu melesat dengan cepat berusaha melewati pintu gerbang gaib yang ada didepan nya, tapi seorang pengawal yang tengah mengiringi penguasa gaib menyadari jika jiwa-jiwa yang telah mereka kurung di tahanan telah melarikan diri dan bergegas mengejar nya.
Dan dengan mustika alundanu pengawal itu berusaha menutup pintu gerbang gaib itu, tapi Ki Seno yang telah merubah wujud asli nya berusaha menepis mustika itu supaya pak Jarwo dapat membawa pulang semua jiwa-jiwa yang telah dia selamatkan, namun usaha Ki Seno di ketahui penguasa gaib yang akhirnya memberi perlawanan dam membuat pak Jarwo yang tengah memapah jiwa mbah Karto tersungkur di depan pintu gerbang gaib itu.
*
*
...Bersambung....
...Yuk kak berikan semangat untuk Author jangan lupa Vote dan hadiah nya ya, salam sayang untuk kalian semua Love u all, selamat menunaikan ibadah puasa bagi kalian yang menjalankan nya 😊💕...