
Terlihat hantu Narsih masih berdiri mengambang didepan bude Walimah, entah apa yang dipikirkan hantu itu, lalu bude Walimah berjalan menembus sosok Narsih yang ada didepan nya, nampak bude Walimah menghentikan langkah kaki nya, terasa bulu-bulu halus ditubuh nya meremang, tengkuk bude Walimah terasa dingin.
"Nduk apakah ada makhluk lain disekitar sini, bude tiba-tiba merinding nduk." seru bude Walimah seraya mengusap tengkuknya.
"Ah bude ada-ada saja, kita kan di rumah sakit, pasti banyaklah bude makhluk selain kita, mari kita lihat kondisi Wati di dalam." tukas Rania dengan menggandeng tangan bude nya.
Nampak Lala menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dipandang nya wajah Narsih yang sendu.
Sebenarnya ada apa ya, kenapa aku merasakan ada sesuatu yang tersembunyi, batin Lala didalam hati nya.
Nampak pak Jarwo menepuk pundak Lala, dan mengatakan pada adik iparnya itu, jika pak Jarwo juga merasakan apa yang dirasakan Lala.
"Kau pasti sedang memikirkan hantu perempuan itu to, aku juga merasakan ada yang mengganjal, tapi mata batinku belum bisa menembusnya, kita lihat saja apa yang hantu itu inginkan, kenapa dia masih berada disini, dan menjaga Wati." tukas pak Jarwo dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
"Nduk kau kemana saja to huhuhu." seru bude Walimah seraya memeluk Wati yang masih terbaring di atas ranjang.
"Bude tanya nya nanti saja, biarkan Wati istirahat dulu, dia masih lemas dan belum bisa diajak berbicara." ujar Rania seraya memeluk bude Walimah.
Nampak dari arah belakang hantu Narsih melesat mendekati bude Walimah, jiwa Narsih tiba-tiba merasuki tubuh perempuan yang tengah meratapi anaknya itu, lalu tubuh bude Walimah pun bergetar hebat, nampak kedua matanya membulat sempurna, seketika seluruh tubuhnya dingin seperti mayat.
"Astagfirullohaladzim bude." pekik Rania berusaha menyadarkan bude nya.
Lalu pak Jarwo bersama Lala dan juga Anto, bergegas masuk ke dalam ruang perawatan itu, nampak mereka semua terkejut melihat bude Walimah sedang kerasukan.
Sepertinya ada yang hantu itu cari, apakah yang ingin diketahuinya, sehingga dia nekat merasuki raga Walimah, batin pak Jarwo dengan mengkerutkan kening nya.
Ternyata hantu Narsih sengaja merasuki raga bude Walimah, sebelumnya hantu Narsih merasa memiliki hubungan dengan Wati, ketika dia melihat tanda lahir yang ada dileher Wati, tapi sesuai perkataan Senopati, jika bayi Narsih memang masih hidup, usia nya pasti sudah lebih dewasa, karena itu lah hantu Narsih memutuskan untuk tetap bersama Wati, sampai akhirnya dia melihat bude Walimah memiliki tanda lahir yang sama dengan Wati, karena bude Walimah tidak dapat melihat wujudnya, hantu Narsih memutuskan untuk mencari tau siapa bude Walimah sebenarnya, jiwa Narsih merasuki raga bude Walimah, untuk melihat masa lalu nya dari dia kecil sampai dewasa, dan terlihat oleh hantu Narsih, jika bude Walimah memang bukan darah daging simbah Parti, karena simbah Parti hanya memiliki dua orang anak, Anggi mama Rania dan juga kangmas nya yang berlayar menjadi nahkoda kapal, dia adalah ayah Wati, tapi ketika Narsih berusaha masuk lebih dalam lagi, nampak ada penolakan dari dalam tubuh bude Walimah.
Wuuush...
Jiwa Narsih terpental keluar begitu saja, sedangkan bude Walimah yang mulai mendapatkan kesadaran nya, terlihat mengucapkan istigfar, dengan nafas yang tersengal-sengal, lalu pak Jarwo mendekati bude Walimah dan bertanya ada apa dengan nya.
"Ini Wal diminum dulu, sebenarnya ada apa denganmu, kenapa kau mengeluarkan semua energimu?." tanya pak Jarwo.
"Mas Jarwo kau tau kan ada hantu yang merasuki tubuhku, kenapa kau membiarkan nya bertahan didalam tubuhku mas." jawab bude Walimah dengan nafas yang berderu kencang.
"Aku sengaja membiarkan nya bersemayam didalam tubuhmu, karena ada yang ingin ku ketahui Wal, hantu yang merasuki tubuhmu, dia adalah hantu yang menjaga Wati selama di alam gaib, bahkan sampai saat ini, dia masih berada disamping Wati, dan hantu itu melihatmu dengan wajah yang bersedih, sebenarnya dimasa lalu nya, aku melihat dengan jelas jika dia kehilangan bayi nya, ada kejadian buruk yang menimpanya, dan dia mengangap Wati sebagai anaknya yang telah hilang." jelas pak Jarwo dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
"Aku tidak tau apa tujuan nya Wal, tapi ada penolakan didalam tubuhmu, sehingga jiwa nya terpental keluar, sebelum dia mendapatkan apa yang dia cari." tukas pak Jarwo.
Nampak Rania memperhatikan gerak-gerik hantu Narsih, aura nya tidak seperti hantu-hantu yang berniat jahat, tapi apa yang dilakukan nya membuat Rania penasaran, kenapa dia berani merasuki tubuh bude nya.
"Pasti kau merasa ada yang ganjal kan, apa kau tidak bisa menggunakan mata batinmu Ran, bukankah kau sudah bisa melihat ke masa lalu." ucap Lala memandang wajah Rania.
"Kondisi tubuhku sedang tidak baik, sepertinya aku kelelahan dengan berbagai masalah yang terjadi, dan untuk melihat ke masa lalu itu, membutuhkan energi yang banyak, sedangkan aku sedang tidak bertenaga untuk melakukan nya, karena itu lah aku tidak bisa melihat melalui mata batinku, hanya pak Jarwo dan mbah Karto saja yang bisa." cetus Rania dengan menundukan kepala nya.
Kemudian Lala dan Rania meminta pak Jarwo untuk melihat ke masa lampau, apa yang sebenarnya terjadi dengan bayi hantu Narsih, tapi pak Jarwo menjelaskan jika ada sebuah tabir hitam yang menutupi mata batin nya.
"Sepertinya ada manusia sakti yang sengaja, menyembunyikan identitas bayi Narsih, sehingga mata batinku tidak mampu menembus nya." cetus pak Jarwo dengan mengkerutkan keningnya.
Sementara itu hantu Narsih tetap berada disamping Wati, dengan wajah sendu dan sesekali terisak seraya memanggil bayi perempuan nya, dan disana nampak bude Walimah mengaitkan kedua alis matanya, dengan memandang ke segala arah.
Entah kenapa aku merasa ada yang memanggilku, apa ini hanya firasatku saja, setelah tadi aku bertemu dengan simbah Parti disaat aku kerasukan, beliau memintaku kembali dan membaca ayat-ayat suci, simbah berpesan padaku, untuk menjaga Wati, apakah ini yang dimaksud beliau, ada hantu yang ingin mengambil Wati dariku, batin bude Walimah seraya memeluk Wati yang terbaring.
Ceklek...
Terdengar Anto membuka pintu, dan membawakan beberapa bungkus kue, nampak Anto begitu memperhatikan Lala, yang memiliki asam lambung, dan sedari tadi Lala sudah memegangi perutnya yang perih, tapi kondisi disana sedang kacau, sehingga dia tidak mengatakan pada semua orang, jika asam lambung nya kambuh.
"Terimakasih mas Anto sudah repot-repot membelikan kami semua makanan." ucap Lala dengan menyunggingkan senyum nya.
"Ah tidak repot kok La, aku tidak ingin kita ikut sakit karena terlambat makan." jelas Anto berdalih.
Dan tanpa mereka semua sadari, ada mbah Karto dan juga mbah Darmi yang sedang mengunjungi Luna keponakan nya, tapi perawat di ruang ICU memberitau mereka, jika ada keluarga mereka yang dirawat di ruang lain, dengan tergesa-gesa mbah Karto dipapah mbah Darmi memasuki ruang perawatan Wati, betapa terkejutnya mbah Karto jantung nya terasa sesak setelah melihat penampakan hantu Narsih.
Di diaa... Kenapa dia masih ada disini, batin mbah Karto dengan memegangi jantung nya, yang terasa sesak.
*
*
...Bantu dukung Author yuk berikan Vote atau hadiahnya, semoga kalian ga bosen membaca kelanjutan kisah ini 😊...
...Bersambung....