
Petter dan Evana sampai di rumah mbah Karto, dan mbah Karto meminta Petter kembali kerumah Rania supaya Rania tetap ada yang menjaga.
Mbah Karto mulai mengobati jiwa hampa Evana dengan bertapa dan berpuasa untuk waktu yang belum diketahui mbah Karto sendiri.
Keesokan hari nya Rania dan Wati kembali untuk bersekolah ditemani Petter yang selalu bersamanya, sewaktu diperjalanan ke sekolah perjalanan mereka sempat terhenti karena ada kecelakaan.
Rania dan Wati berusaha mencari jalan lain, mereka memutar ke arah yang berbeda untuk segera sampai ke sekolah.
Tapi ditengah perjalanan Rania melihat ada potongan jari manusia yang tergeletak didekat semak semak, Rania bergidik ketakutan melihatnya sedangkan Wati langsung lari menghindar.
"Rania ayo kita pergi dari sini, aku takut sekali", ucap Wati dengan wajah ketakutan.
"Tapi tapi ini jari siapa Wati, aku penasaran", ujar Rania dengan mengernyitkan dahi nya.
"Sudahlah kau jangan mulai ingin tau, kita bisa terlambat ke sekolah".
"Ya sudah ayo kita pergi dari sini Wati".
Saat Rania ingin menaiki sepeda nya kembali, tiba tiba sepedanya tidak bisa bergerak seperti ada yang menahan.
Kemudian Rania membalikan badan nya dan melihat ada seorang wanita dengan jari jari yang sudah terlepas dari tangan menahan sepeda nya.
"Toloong kembalikan jari jari ku", ucap hantu wanita itu dengan suara datar yang menyeramkan.
Rania yang mulai terbiasa dengan para hantu hanya terdiam dengan menghela nafas yang panjang.
"Hmmm baiklah aku akan membantumu tapi tidak sekarang karena aku akan terlambat kesekolah jika terus berada disini", ucap Rania dengan menaiki sepedanya yang masih ditahan hantu itu.
"Heh Rania kau sedang bicara dengan siapa, cepatlah naik sepedamu", tanya Wati dengan wajah bingung.
Setelah itu Rania dan Wati berangkat kesekolah nya dan jam pelajaran pun dimulai, tapi hantu tanpa jari itu ternyata mengikuti Rania sampai kesekolah.
Dusaat Rania sedang belajar hantu itu kerap muncul tiba tiba dan membuat Rania kaget dan ketakutan.
"Apa yang kau lakukan tolong jangan ganggu, nanti aku akan membantumu pergilah", ucap Rania dengan memandang kesegala arah mencari keberadaan hantu itu.
Ternyata hantu tanpa jari itu sudah dibawa Petter keluar dari kelas karena mengganggu Rania yang sedang belajar.
Setelah jam istirahat tiba Rania menghampiri Petter yang sedang bersama hantu tanpa jari, Rania ingin tau kenapa hantu itu meminta tolong pada nya.
Ketika rlRania bertanya ternyata hantu itu adalah korban tabrak lari jari tanganya terlindas sampai terlepas dari tangan nya.
Tapi jari tangan nya berhamburan entah kemana dan hantu itu meminta Rania untuk menyatukan jari itu dengan jazad nya dan segera disempurnakan dengan utuh.
"Baiklah aku akan membantumu tapi aku belum tau nama mu, dan siapa yang sudah menabrakmu", tanya Rania dengan wajah bingung.
"Nama ku Sasa tadi aku akan berangkat kesekolah sama sepertimu tiba tiba saja ada mobil yang berjalan sangat cepat dan menabrak sepeda yang ku bawa, lalu aku terseret kedalam kolong mobilnya dan ban mobil itu melindas jari jari tanganku sampai hancur dan terlepas entah kemana saat aku sadar ternyata diriku sudah menjadi seperti ini", ucap hantu itu dengan berlinang air mata.
"Baiklah aku akan membantumu tapi kau tunggulah sampai aku pulang sekolah", ujar Rania seraya berjalan kembali ke kelas nya.
...* * * Bersambung * * *...
Para readers tercintah bantu like dan vote nya ya biar aku tambah semangat up nya love you all 💕