
Rania mengendarai sepeda motor nya ke rumah Anto, sesampainya disana nampak mbah Karto dan Anto sedang cemas mencari keberadaan Ari yang tiba-tiba menghilang.
"Assalamuallaikum." seru Rania seraya mengecup punggung tangan mbah Karto.
"Waalaikumsallam nduk, ada apa kau datang kemari?." tanya mbah Karto dengan mengkerutkan kening nya.
"Aku datang untuk menjemput mbah Karto, karena kak Luna dan ibu nya sudah sampai di rumah mbah." jawab Rania dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
Sebenarnya ada apa ya, kenapa wajah mbah Karto dan mas Anto seperti orang cemas begitu, tanya Rania didalam hati nya.
"Aduh Le bagaimana ini kangmas mu, keponakan ku baru datang dari kota, tapi aku harus membantumu mencari Ari, dia tidak pernah belajar dari kesalahan nya, setelah dia sembuh dari amnesia nya, dia langsung berulah dengan berhubungan kembali dengan perempuan gaib itu, atau memang kesembuhan nya dari amnesia, ada sangkut paut nya dengan Sukma melati." tukas mbah Karto dengan mendongakan kepala nya ke atas.
"Entah lah mbah, terakhir kali aku membawa mas Ari ke dokter, kondisi nya sudah lebih membaik, dan tiba-tiba sikap nya berubah pendiam sekali, dari situ lah aku tau jika ingatan kangmas Ari sudah kembali, karena sebelum ingatan nya kembali, dia sering melakukan ibadah tapi semenjak dia berubah menjadi pendiam, dia tidak pernah melakukan ibadah kembali." jelas Anto dengan menghembuskan nafas nya panjang.
"Nampak nya dugaan ku benar To, Ari mendapatkan ingatan nya kembali karena bantuan Sukma melati, karena itu lah sikap Ari berubah dingin dan diam, dia sering menghabiskan waktu nya bersama Sukma di dalam kamar nya." tukas mbah Karto dengan memejamkan kedua mata nya.
Lalu mereka memutuskan untuk berpencar mencari Ari di sekitar desa nya, tapi tiba-tiba Ari sudah berjalan seorang diri kembali ke rumah nya, nampak dia berjalan gontai dengan wajah bermuram durja, Anto yang melihat kedatangan kangmas nya, bergegas berjalan menghampiri nya.
"Kangmas kau darimana saja, kami semua menghawatirkanmu, kenapa kau keluar rumah tanpa berpamitan padaku." seru Anto dengan nafas yang tersengal-sengal.
Lalu Ari menghentikan langkah kaki nya, menatap tajam pada adik lelaki nya itu, seraya mengatakan jika dia hanya mencari udara segar di luar sebentar.
"Kalian tidak perlu menghawatirkanku, aku sudah kembali ke rumah, dan jangan ganggu aku karena aku ingin istirahat." tukas Ari dengan tatapan mata yang nanar.
"Tunggu sebentar Le, apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu pada kami." ucap mbah Karto dengan suara yang berat.
"Tidak ada aku lelah dan ingin istirahat." tukas Ari datar.
Lalu dia berjalan masuk ke dalam kamar nya, nampak mbah Karto melihat melalui mata batin nya, dan benar dugaan nya Ari baru saja bertemu dengan Sukma melati.
Entah apa yang harus aku perbuat untuk menghentikan tindakan bodoh Ari, dengan dia terus menemui Sukma melati, sama saja Ari sedang mengundang maut nya sendiri, jika pangeran Asopati sampai mengetahui segalanya, aku dan Jarwo tidak akam pernah bisa menghentikan murka jin muslim itu, batin mbah Karto didalam hati nya.
"Le setelah pagar gaib yang ku buat mengelilingi rumah ini, ternyata tidak bisa menghentikan Ari untuk menemui perempuan gaib itu, karena Ari memiliki cara tersendiri untuk bertemu dengan nya, dan asal kau tau perempuan gaib itu sudah menjadi istri makhluk gaib lain nya, jika makhluk itu sampai tau Ari menjalin hubungan dengan istri nya, entah apa yang akan dilakukan nya pada Ari, bahkan aku dan juga Jarwo tidak akan bisa menolong Ari lagi, hanya kesadaran dirinya dan atas kuasa Allah saja yang bisa membuat Ari menyadari kesalahan nya." jelas mbah Karto dengan menghembuskan nafas nya panjang.
Terlihat Rania bisa mengelus dada mendengarkan perkataan mbah Karto, Rania menggelengkan kepala nya memikirkan tingkah Ari yang selalu menyusahkan sesepuh desa nya itu.
Kasihan mbah Karto, dia sudah tua dan pasti sangat lelah mengurusi segala masalah mistis yang ada di desa ini, ditambah lagi mas Ari yang tidak pernah jera berhubungan dengan hal gaib, yang membahayakan nyawa nya, apalagi ditambah dengan masalah kak Luna, yang selalui dihantui arwah penasaran, pasti mbah Karto sangat lelah saat ini, batin Ranka didalam hati nya dengan mata berkaca-kaca.
Lalu Rania mengatakan pada mbah Karto, jika lebih baik urusan Ari diserahkan pada pak Jarwo, sehingga tugas mbah Karto akan lebih ringan, dan hanya membantu keponakan nya saja.
"Bagaimana jika Rania menelepon pak Jarwo saja mbah, Rania akan meminta pak Jarwo mengawasi mas Ari, jadi mbah Karto memiliki waktu untuk istirahat, Rania tidak ingin mbah Karto kelelahan, karena saat ini hanya mbah Karto saja yang membimbing Rania untuk mempelajari kelebihan yang Rania miliki." ucap Rania dengan wajah sendu.
"Iya nduk terserah kau saja, telepon lah Jarwo minta dia datang kesini, tapi lebih baik kau antarkan aku pulang ke rumah sekarang, pasti Luna sudah menantikan kedatangan kita." ujar mbah Karto dengan menyunggingkan senyum nya.
Dan disepanjang perjalanan nampak Rania mengatakan pada mbah Karto, jika arwah Pardi mengikuti Luna kesana.
"Bukankah Pardi takut saat melihat mbah Karto, tapi kenapa dia berani sekali datang ke desa ini ya." seru Rania dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
"Pasti dukun itu lah yang mengutus Pardi mengikuti Luna, tapi aku tidak akan membiarkan arwah itu gentayangan lagi mengganggu Luna nduk, sekali saja dia menampakan wujudnya di dekat Luna, aku akan menangkap nya, dan mengirimnya kembali ke alam yang seharus nya." sahut mbah Karto dengan suara berat nya.
Tanpa terasa sepeda motor yang dikendarai Rania, sudah sampai di depan halaman rumah sederhana sesepuh desa itu, terlihat Luna menyambut kedatangan pakde nya dengan senyum manis nya.
"Assalamuallaikum pakde apakabar." ucap Luna seraya mengecup punggung tangan mbah Karto.
"Waalaikumsallam nduk kabarku baik, apakah kau susah menemukan rumahku?." tanya mbah Karto seraya melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah.
Nampak disana sudah ada Wulan dan mbah Darmi yang sedang menikmati secangkir teh, lalu Wulan menyapa mbah Karto dan menanyakan kesibukan sesepuh desa itu.
"Ya beginilah kesibukan ku, setiap hari di desa ini selalu saja ada masalah baru yang berdatangan, sehingga aku tidak bisa istirahat lama di rumah." jelas mbah Karto pada Wulan.
Terlihat Rania menepuk kening nya seraya membulatkan kedua mata nya, nampak nya ada yang sedang mengganggu pikiran gadis itu.
Seharusnya hari ini aku pergi ke kantor polisi, tapi setelah ini aku ada jam kuliah, apakah aku akan sempat pergi ke kantor polisi setelah pulanv kuliah, batin Rania di dalam hati nya.
Sementara mbah Karto yang memperhatikan tingkah Rania, nampak penasaran dan menanyakan apa yang sedang ada didalam pikiran nya, lalu Rania menjelaskan tentang kasus pak Parjo yang harus diselidiki secepatnya, tapi hari itu Rania sedang ada mata kuliah dan entah selesai jam berapa.
"Jika kau tidak sempat hari ini, bukankah besok masih ada waktu to nduk, kau boleh menolong siapapun tapi kau juga harus menjaga kesehatanmu." cetus mbah Karto menasehati Rania.
*
*
...Yuk kak berikan Vote dan gift nya pada Author, dukungan dari kalian semua sangat berharga untukku, supaya aku terus semangat menulis kelanjutan cerita ini 😉...
...Hai semuanya 🤗...
...Mau referensi novel Romantis yang beda dari yang lain? ...
...cekidot aja nih novel pertama dari Author Black_Queen dengan judul Supir untuk sang nyonya....
...Jangan lupa untuk dukung ya agar Author nya semakin semangat....
...Bersambung....