
Hantu Narsih terus mengikuti Wati dan menampakan wujudnya, sementara Wati yang ketakutan hanya bisa berlari tak tentu arah.
Aku akan bersembunyi disana saja, disana pasti banyak orang, dan aku akan aman berada disana, batin Wati seraya berjalan masuk ke dalam ruangan pegawai.
Nampak di dalam ruangan itu, ada beberapa pegawai rumah sakit yang sedang bekerja, Wati menyapa mereka satu-persatu, tapi tidak ada seorangpun yang menanggapinya.
Kenapa mereka semua diam saja, jangan-jangan mereka juga salah satu dari makhluk gaib itu, batin Wati dengan berjalan mundur.
Tapi tiba-tiba ada sesosok hantu perempuan gosong yang memakai baju suster, hantu itu membulatkan kedua matanya, menatap tajam pada Wati yang berdiri ketakutan dihadapan nya, hantu itu menarik lengan Wati, dan menghempaskan tubuh Wati ke lantai, terlihat Wati menangis ketakutan, bahkan luka di lengan nya akibat goresan kuku panjang hantu itu tidak dirasakan nya.
"Toloong jangan sakiti aku huhuhu." seru Wati menangis sesegukan.
Nampak bayangan simbahnya muncul, dan teringat oleh Wati jika dia harus membaca ayat-ayat suci, dan tana menunggu lama, Wati menengadahkan kedua tangan nya seraya membaca doa-doa yang pada Alloh.
Aaaaa... Panaaaas, pekik hantu itu melesat pergi.
Wuuush...
Hantu suster gosong itu melesat pergi, meninggalkan Wati yang terluka seorang diri, nampak Wati menangis disudut ruangan itu, dia menyesali perbuatan bodohnya, yang ingin menyelidiki siapa Yudistira sebenarnya.
"Seandainya aku tidak ingin tau tentang banyak hal, pasti aku tidak akan berada di tempat ini huhuhu." ucap Wati duduk dengan memeluk kedua kaki nya.
Tanpa Wati sadari disampingnya ada hantu Narsih, yang sedang mengusap kepala nya beberapa kali, nampak Narsih mengasihani Wati dan berusaha berkomunikasi dengan nya, tapi Wati yang terlanjur ketakutan melihat wujudnya yang menyeramkan, selalu berlari menjauh ketika hantu Narsih berusaha mendekati dirinya.
Terlihat Wati mendongakan kepalanya ke atas, karena hidungnya mencium aroma sesuatu yang terbakar, dan betapa terkejutnya Wati, karena ada hantu Narsih didekatnya.
"To to toloong... Ada setaaan." pekik Wati seraya bangkit dari duduknya dan berlari tunggang langgang.
...🍁 Flashback on 🍁...
Setelah Wati berlari meminta pertolongan, nampak hantu Narsih memperlihatkan wujudnya sebagai hantu dengan banyak luka bakar dihadapan Wati, ketika hantu Narsih meminta tolong untuk mencarikan bayi perempuan nya, nampak hantu Narsih melihat tanda lahir yang ada dileher Wati, dan tanda lahir itu mengingatkan Narsih pada bayi perempuan nya yang menghilang, dan setelah itu hantu Narsih terus mengikuti Wati, karena mengira Wati adalah bayi perempuan nya yang telah menghilang, tapi hantu suster itu menyadari, jika hantu Narsih mengira jika Wati adalah darah daging nya, karena itu lah hantu suster itu ingin membalaskan dendamnya pada Narsih, dengan berusaha mencelakai Wati.
...🍁 Flashback off 🍁...
Wati yang salah paham dengan hantu Narsih, terus berlari ketakutan tak tentu arah, dan dari arah depan nya nampak hantu suster itu melesat tepat ke hadapan Wati, dan mencekik leher Wati lalu melemparkan tubuh nya.
Braaak...
"Anakku huhuhu... Bangunlah sayang ini ibumu nak, aku akan membalas apa yang telah dia lakukan padamu nak." cetus hantu Narsih dengan memeluk erat tubuh Wati.
Sementara di alam manusia sudah hampir satu minggu Wati menghilang, nampak Rania dan semua orang sedang disibukan dengan acara pemakaman ibu Luna, yang ikut koma setelah operasi besar yang dilakukan nya, mbah Karto yang semakin menurun kesehatan nya, tidak diberitau jika Wati sudah menghilang, dan belum ditemukan, sementara pak Jarwo sedang sibuk mengurusi mbah Karto dan juga Luna yang masih koma, karena jiwa nya mengembara ke alam lain, nampak pak Jarwo sudah berusaha mencari keberadaan Wati di dimensi lain rumah sakit itu, tapi dia kuwalahan mengurusi berbagai hal seorang diri.
Sedangkan bude Walimah yang bersedih, karena anak gadisnya masih belum ditemukan, akhirnya jatuh sakit dan tergeletak lemah di rumahnya, Rania pun sangat lelah dengan berbagai masalah yang terjadi akhir-akhir itu, nampak Rania menangis sesegukan di dalam kamar nya, Rania teringat simbah dan juga Petter sahabat nya.
Aku merindukan simbah dan juga Petter huhuhu, aku membutuhkan bantuan kalian, batin Rania terisak pilu.
Sementara Lala yang baru saja pulang dari pemakaman, nampak menghembuskan nafasnya panjang, ketika dia mendengar tangisan Rania.
"Seandainya aku bisa membantumu Ran." ucap Lala pada dirinya sendiri.
Terlihat Lala menundukan kepalanya, gadis itu memijat pangkal hidungnya, dan berusaha mencari cara untuk membantu Rania menemukan Wati, lalu tiba-tiba Lala teringat pada anaknya Senopati.
Ah iya anakku Senopati pasti bisa mencari Wati, dan membawanya kembali pulang, batin Lala didalam hatinya.
Setelah itu Lala berjalan ke belakang rumah, nampak Lala memanggil nama anaknya Senopati dengan menggenggam erat batu giok pemberian anaknya, tidak lama kemudian datanglah angin yang berhembus kencang, dan datanglah Senopati yang tiba-tiba berdiri didepan ibunda nya.
"Salam ibu, apa yang membuat ibunda memanggilku datang kesini?." tanya Senopati seraya menyatukan kedua tangan didepan dada nya.
"Anakku bisakah kau membantu ibumu ini nak, tolong temukan saudara ibu yang menghilang di alam lain." jawab Lala dengan wajah sendu.
"Baiklah ibunda aku akan menemukan nya untukmu, berikan padaku benda yang sering dia pakai, supaya aku lebih mudah menemukan nya." jelas Senopati pada Lala.
Kemudian Lala pergi ke kamar Wati, dan mengambil selimut yang biasa dikenakan Wati ketika tidur, nampak Lala berlinang air mata dengan memeluk anaknya.
"Ibunda sangat berharap jika kau bisa membawanya kembali ke alam manuska nak, semua keluarga ibu sedang berduka, ditambah salah satu nya lagi sudah menghilang selama beberapa hari, mereka semua sering membantu ibumu ini nak, jadi ibu harap kau bisa membantu mereka dan menemukan saudara ibu itu huhuhu." cetus Lala berlinang air mata dipelukan anaknya Senopati.
*
*
...Yuk kak dukung Author dengan memberikan Vote atau hadiahnya, jangan lupa tekan tombol like dan favoritnya, terima kasih sudah mendukung Author sejauh ini 😊🙏...
...Bersambung....