
Keesokan harinya Rojak yang sudah bangun dari tidurnya diajak sarapan bersama keluarga simbah, tapi Rojak menolak karena Dia harus buru buru pulang.
Bude Walimah menawarkan untuk mengantar Rojak sampai kerumah nya karena Bude harus menemani Rania ke sekolah dan melihat pohon besar yang dicetitakan Rania.
"Terima kasih ya Bu sudah mengantarkan saya pulang". Ucap Rojak seraya berpamitan masuk kedalam rumahnya.
Setelah itu Bude Walimah dan Rania pergi ke pohon besar kemarin, Disana terlihat ada sesajen yang di letakan tepat dibawah pohon besar itu.
"Rania apakah ini pohon yang Kau ceritakan kemarin". Tanya Bude Walimah dengan mengarahkan jari telunjuknya ke arah pohon besar itu.
"Iya Bude benar ini pohon nya". Jawab rania.
Wuuuussshhh...
Tiba tiba peter melesat tepat di atas kepala Rania.
"Rania cepatlah tolong Wati Dia disembunyikan dipohon ini tapi kalian tidak akan bisa melihatnya, karena Wati dibawa ke alam gaib yang ada didalam pohon ini.". Ujar Peter dengan wajah serius.
"Baiklah Peter Aku akan menyampaikanya pada Bude".
Lalu Rania menceritakan semua yang Peter katakan oada Bude, sedangkan Bude yang mendengar cerita Rania hanya bisa menangis berlinang air mata.
Karena sejak kemarin Dia tidak dapat bertemu dengan Wati putri semata wayang nya, setelah itu Rania berangkat ke sekolah karena takut terlambat.
Sedangkan Bude Walimah kembali ke kampung sebelah untuk menemui Pak Jarwo.
Tok tok tokk...
"Permisi apa Pak Jarwo nya ada". Tanya Bude Walimah dengan wajah sendu nya.
"Iya dengan saya sendiri ada apa ibu mencari saya". Jawab Pak Jarwo seraya mempersilahkan Bude Walimah masuk kerumahnya.
Lalu Bude menceritakan semua kejadian yang Rania dan Wati alamai, dan tentang pohom besar itu yang sesajen nya Wati rusak sampai Wati menghilang didekat pohon itu dan belum pulang sampai sekarang.
Kemudian Pak Jarwo meminta Bude Walimah membawanya ke pohon besar itu, karena dia ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi disana.
Sesampainya dipohon besar itu, pak Jawo duduk dengan menyilangkan kedua kaki nya tepat dibawah nya, terlihat oleh bude pak Jarwo nampak berbicara dengab seseorang yang tidak dapat dia lihat.
Tidak lama kemudian pak Jarwo bangkit dari duduknya, Dan berkata pada bude jika penunggu disini minta ditumbalkan dua ekor sapi jantan jika ingin Wati kembali dengan selamat.
Bude mau menuruti syarat itu dan meminta pak Jarwo segera melakukan ritual persembahan, Karena setelah ini Bude akan langsung memotong dua ekor sapi jantan untuk dipersembahkan pada penunggu pohon besar itu.
Setelah itu bude mengajak pak Jarwo kembali ke rumahnya untuk berbicara pada simbah Parti, karena bude harus pergi mencari dua ekor sapi jantan.
Pak Jarwo menjelaskan semua pada simbah jika penunggu disana meminta tumbal dua ekor sapi jantan supaya Wati dapat kembali dengan selamat.
"Le apa kau tidak bisa menolong cucu ku tanpa menuruti syarat yang mereka minta, karena menuruti permintaan makhluk halus itu kan musrik hukum nya". Ucap Simbah.
"Saya sudah berusaha negosiasi dengan penunggu disana mbah, Tapi mereka hanya ingin diberikan syarat itu sebagai ganti nya jika tidak mereka akan mengambil nyawa wati". Tukas Pak Jarwo.
Sementara bude Walimah yang mencari dua ekor sapi jantan baru dapat menemukan satu ekor saja, Karena uang yang dibawa bude Walimah hilang dan tidak bisa untuk membeli kedua sapi jantan itu.
* Bersambung *