
"Mari kita lekas pulang sebelum malam semakin larut, tubuh tua ku ini sudah sangat lelah, setelah seharian bepergian ke kota." jelas mbah Karto dengan mengusap peluh dikening nya.
"Maafkan kami mbah merepotkanmu lagi." ucap Anto dengan menundukan kepala nya.
"Sudah lah tidak apa-apa mari kita segera pulang." seru mbah Karto seraya melangkahkan kaki nya.
Sepanjang perjalanan ke rumah nya, nampak Ari hanya terdiam dengan sesekali tersenyum kecil, nampak Anto mengkerutkan kening nya memperhatikan tingkah aneh kangmas nya, sedangkan pak Dahlan yang nampak ketakutan berada disamping Ari, memilih berjalan beriringan dengan mbah Karto.
"Sudah Le sampai sini saja, aku harus langsung pulang." ucap mbah Karto pada ketiga nya.
Nampak pak Dahlan juga berpamitan untuk pulang ke rumah, karena dia harus berjaga di pos kampling sesuai dengan jadwal sift nya.
"Le ingatlah jaga dan awasi kangmas mu, besok aku akan kembali ke rumah mu untuk memasang pagar gaib, dan untuk sementara kau putarlah murottal di rumah mu, supaya makhluk gaib tidak ada yang berani masuk kesana." bisik mbah Karto lirih ditelinga Anto.
Lalu Anto mengecup punggung tangan mbah Karto seraya berpamitan, sedangkan Ari nampak acuh dengan berdiri berkacak pinggang, Anto menepuk lengan Ari dengan maksud supaya, kangmas nya itu berpamitan pada mbah Karto, tapi jiwa Ari yang sudah terpengaruh aura gaib, nampak acuh dan membuang muka dihadapan mbah Karto.
"Sudah Le tidak usah, kau ajak saja kangmas mu pulang ke rumah." tukas mbah Karto dengan senyum ramah nya.
Lalu Anto berjalan bersama Ari kembali ke rumah nya, dan sesampainya di rumah itu, nampak Ari langsung masuk ke dalam rumah nya tanpa berkata apa pun pada Anto, Ari membanting pintu kamar nya dengan sangat kencang membuat Anto terkejut dengan detak jantung yang kencang.
Dari kata-kata mbah Karto tadi, sepertinya kangmas Ari kembali melakukan sesuatu yang berhubungan dengan hal gaib, apa mungkin dia menemui istri gaib nya yang dulu, batin Anto dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
*
*
Sementara di alam gaib sana nampak Sukma melati, kembali ke istana pangeran Asopati dengan wajah yang berbinar-binar, perempuan siluman itu melesat melewati pangeran Asopati, yang sedang menggendong bayi perempuan nya yang bernama Kinanti sailendra.
Darimana Sukma pergi selama ini, bahkan dia tidak menyentuh anaknya sama sekali, batin pangeran Asopati dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
Lalu pangeran tampan itu melesat mendekati Sukma, nampak pangeram Asopati memberikan Kinanti pada Sukma, karena bayi itu belum meminum asi dari ibu nya, karena itu lah bayi itu sedikit rewel dan menangis.
"Berikanlah asi pada Kinanti, dia terus menangis dari tadi, dan tidak ada yang bisa menenangkan nya selain dirimu." ucap pangeran Asopati dengan wajah sendu.
"Letakan saja dia di tempat tidur nya, nanti aku akan memberikan nya minum." tukas Sukma melati tidak memandang wajah pangeran Asopati.
"Kenapa kau bersikap seperti ini Sukma, jika kau masih tidak terima dengan pernikahan ini, setidak nya kau harus bersikap manis pada bayi yang kau lahirkan dari rahim mu, tapi kenapa kau membuatnya merasakan penderitaan yang aku rasakan." seru pangeran Asopati menggenggam erat pergelangan tangan Sukma melati.
"Kau masih bertanya kenapa pangeran, bukankah dari awal kau tau jika aku sudah tidak mencintaimu lagi, bayi itu adalah hasil kesalahan yang ku lakukan bersamamu, seharusnya dia tidak pernah ada." pekik Sukma melati seraya menghempaskan tangan pangeran Asopati.
Terlihat pangeran Asopati sangat murka mendengar ucapan Sukma, dan tanpa sadar tangan pangeran Asopati menampar wajah cantik Sukma.
Plaaak...
"Kau boleh saja membenciku Sukma, tapi bagaimanapun Kinanti itu adalah darah dagingmu, kau tidak bisa memperlakukan nya seenak hatimu, hanya karena kau membenciku." bentak pangeran Asopati dengan membulatkan kedua mata nya.
Nampak Sukma melati memegangi wajah nya, perempuan itu tidak terima dengan tamparan pangeran Asopati, lalu dia memaki pangeran Asopati dan meminta nya untuk membawa nya kembali ke istana romo nya.
"Apa kau pikir aku sebodoh itu untuk mengembalikanmu pada romo mu, jangan-jangan kau memiliki pujaan hati dibelakang ku." pekik pangeran Asopati menarik lengan Sukma.
"Lepaskan tanganku, berani sekali kau bersikap kasar padaku hah." bentak Sukma penuh amarah.
"Kau adalah istriku dan aku berhak melakukan apapun padamu, semenjak Kinanti lahir kau sudah tidak pernah melayani ku layak nya seorang istri, dan aku masih bisa tahan menerima nya, tapi jika kau berbuat tidak adil pada Kinanti aku tidak akan bisa menerima nya, jadilah ibu yang baik untuk nya Sukma." cetus pangeran Asopati mencengkeram erat lengan Sukma.
Oek oek oek...
Terdengar suara bayi itu menangis, nampak pangeran Asopati tersadar jika Kinanti sudah kehausan karena belum meminum asi dari ibu nya, lalu pangeran Asopati melepaskan tangan nya, dan melesat menghampiri Kinanti yang menangis di atas tempat tidur.
"Aku meminta tolong padamu Sukma, perlakukanlah Kinanti dengan baik, kau boleh bersikap acuh padaku, tapi jangan mengacuhkan bayi yang tidak berdosa ini, dia tidak tau apa-apa jika ibu nya sangat membenci romo nya." ucap pangeran Asopati mengiba.
Apakah aku terlalu keterlaluan memperlakukan bayi yang ku kandung sendiri, maafkan ibumu ini anakku, seharusnya aku tidak mengacuhkanmu seperti itu, batin Sukma dengan mata yang berkaca-kaca.
Setelah itu Sukma melati yang hati nya luluh karena mendengar tangisan Kinanti, akhirnya membopong bayi itu dan mengecup keningnya, terlihat Sukma meneteskan air mata nya, karena dia sadar jika Kinanti tidak pantas mendapatkan perlakuan buruk dari nya, terlihat pangeran Asopati tersenyum bahagia karena Sukma memperlakukan Kinanti layaknya seorang ibu pada anaknya, dia melesat keluar dari kamar itu, supaya Sukma melati dapat menghabiskan waktu bersama buah hati nya.
Nampak bulir-bulir air mata membasahi wajah cantik Sukma, dia sangat menyesali perlakuan nya pada bayi nya, karena amarah yang terpendam pada pangeran Asopati, Sukma melati memperlakukan bayi nya sama dengan romo nya.
"Maafkan ibunda Kinan, seharusnya kau mendapat kasih sayang yang lebih dariku, tapi kau adalah keturunan jin muslim, dan ibumu ini adalah seorang siluman, kau lebih pantas tinggal bersama romo mu." tukas Sukma berderai air mata.
Lalu Sukma melati memberikan asi nya pada Kinanti, nampak bayi cantik itu terdiam dari tangisnya, bayi Kinan menggenggam ibu jari Sukma dengan erat, seakan bayi itu menunjukan kasih sayang nya pada ibunda nya.
Terlihat wajah Sukma berubah terharu, dengan berlinang air mata Sukma mengecup kening Kinanti, terdengar Sukma mengatakan sesuatu pada bayi Kinan, jika kelak Sukma akan meninggalkan istana itu.
"Kau harus menjadi keturunan jin muslim yang baik, jangan pernah kau mengikuti jejak ibundamu ini, maafkan ibu yang tidak akan bisa lama lagi merawatmu, cepat atau lambat romo mu akan mengetahui segalanya, apa yang ibu mu ini lakukan dibelakang nya, tidak akan pernah bisa diterima nya." ucap Sukma dengan menggendong bayi nya.
Meski didalam hati Sukma, dia tidak tega mengacuhkan bayi yang baru saja dilahirkan nya, tapi setiap kali Sukma memandang wajah Kinanti, nampak wajah nya mengingatkan nya dengan pangeran Asopati, sehingga Sukma lebih memilih mengacuhkan bayi nya.
*
*
...Hai semuanya Author 🤗...
...Mau memberikan referensi novel Romantis yang beda dari yang lain? ...
...cekidot aja nih novel pertama dari Author Black_Queen dengan judul Supir untuk sang nyonya....
...Jangan lupa untuk dukung ya agar Author nya semakin semangat....
......Kalian yang pengen baca selain horor wajib mampir baca di novel ini ya, dijamin ga akan menyesal 😉......
...Bersambung....