DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Menjemput Wati dari alam gaib!!!


Kemudian bude Walimah kembali ke rumah untuk mengambil uang dan segera membeli sapi jantan itu.


"Lho nduk kenapa Kau pulang tanpa membawa sapi nya". Tanya Simbah yang terlihat celingukan mencari sapi jantan untuk syarat itu


"Uangnya tadi ada yang hilang mbah ini mau balik kesana lagi".


"Cepat nduk kasihan anakmu kalau terlalu lama disana". Ujar simbah dengan meneteskan air mata.


Kemudian bude Walimah mengendarai motornya bersama pak Jarwo untuk langsung membawa kedua sapi jantan yang sudah dibeli kembali ke pohon besar itu.


Tukang jagal sapi pun dibawa kesana supaya memudahkan penyembelihan kepala sapi itu, Setelah kepala kedua sapi itu terpotong pak Jarwo langsung memulai ritualnya.


Dia duduk dengan posisi menyilakan kedua kaki nya tepat dibawah pohon besar itu dan meletakan kedua kepala sapi tepat didepan nya beserta sesajen yang lain nya.


Bude Walimah hanya mengamati pak Jarwo dari jauh karena tidak mau mengganggu ritual yang dilakukan, terlihat oleh bude, pak Jarwo sedang membaca mantra dan berbicara dengan seseorang yang tak kasat mata.


Setelah itu datang angin kencang yang membuyarkan pandangan Bude Walimah.


Wuuuuuuussshhhh....


Ketika bude Walimah membuka mata nya kembali pak Jarwo menghilang tidak berada ditempat nya yang semula, mata bude menyelidik mencari kesegala arah tapi dia tidak dapat menemukan pak Jarwo.


Tiba tiba dari belakang ada tangan yang menyentuh pundak bude Walimah, sontak mulut bude komat kamit seakan membaca mantra yang tidak jelas.


Dan ketika bude menolehkan kepala nya, dilihatnya Pak Jarwo yang sedang memapah seseorang yang nampak tidak berdaya, orang itu adalah Wati putri semata wayang nya.


"Ayo bu kita bawa anak ibu pulang dulu, kasihan dia pasti sangat lemah biar nanti di rumah saya ruqiah dulu biar bersih dari aura alam gaib". Ujar pak Jarwo yang nampak hawatir melihat keadaan Wati.


Sesampainya di rumah simbah sudah menyiapkan semua yang diminta pak Jarwo untuk menyembuhkan Wati dari aura kegelapan.


Pak Jarwo meminta bude membersihkan badan Wati dan memakaikan nya mukena, kemudian pak Jarwo mulai mengaji membaca ayat-ayat suci terlihat Wati mulai membuka mata nya dan seluruh badan nya bergetar dia meraung raung seperti kepanasan dan memuntahkan banyak cairan berwarna hitam.


Bude Walimah sangat takut karena melihat anaknya memuntahkan cairan hitam itu, Dia terus menangisi putri nya yang masih meraung raung dengan sesekali memuntahkan cairan hitam.


Pak Jarwo meminta Bude untuk memegangi Wati yang terlihat mulai lemas tidak berdaya, Setelah itu Wati tidak sadarkan diri kembali, pak Jarwo membacakan doa di segelas air putih dan meminumkan nya pada Wati.


Tidak berselang lama Wati mulai membuka mata nya kembali, dia menangis di pelukan ibu nya.


"Ibu tolong Wati bu hu hu hu". Ucap Wati dengan wajah ketakutan.


"Iya nduk ibu sudah menolongmu, sekarang Kau sudah dirumah kembali tenanglah tidak akan terjadi apa apa padamu nduk". Ujar Bude yang berlinang air mata.


Sementara simbah yang melihat cucu nya sudah sadar kembali sangat berterima kasih pada pak Jarwo.


"Le... Terima kasih sudah membawa cucuku kembali dan menyembuhkan nya".


"Sama sama mbah jangan sungkan sungkan untuk meminta tolong padaku, Jika terjadi apa apa di keluarga ini". Tukas Pak Jarwo yang terlihat kelelahan setelah menyembuhkan Wati.


* Bersambung *