
...Warning di bab ini ada sedikit adegan hareudang yang masih belum cukup umur silahkan scrol sampai ke bacaan yang tidak mengandung unsur dewasa, dan yang sedang berpuasa diharap tidak berhalu jika membaca biar ga batal puasa nya hehe 😂...
...🍃...
...🍃...
...🍃...
...🌷🌻🌷🌻🌷🌻🌷🌻🌷🌻🌷🌻🌷...
Kemudian Pangeran Asopati berjalan turun dari singgasana nya, nampak dia memerintahkan salah satu pengawal nya untuk mencari tau apa yang dilakukan Sukma melati di pendopo istana nya, dengan tidak sabar Pangeran Asopati berjalan mengelilingi singgasana nya lalu Ki Seno pun datang menghadap di depan calon Raja nya itu.
"Ada apa sebenarnya Pangeran, kenapa kau terlihat gusar dan hamba sempat melihat Pangeran mengutus seorang pengawal untuk pergi ke dimensi gaib hutan angker itu". Tukas Ki Seno penasaran.
"Jika aku memberi tahu mu apakah kau bisa menyembunyikan rahasiaku dari Romo ku". Sahut Pangeran Asopati menatap tajam pada Ki Seno.
Terlihat Ki Seno menganggukan kepalanya, lalu Pangeran Asopati pun memceritakan segalanya tentang permainan nya dengan Sukma melati malam itu, dan kemungkinan Sukma sedang mengandung keturunan nya sehingga dia berniat untuk memperistri Sukma melati.
"Tapi Pangeran Romo mu dan juga Romo dari Sukma melati tidak akan menyetujui hubungan kalian, mengingat kejadian di masa lampau permusuhan di antara klan jin muslim dengan makhluk kafir itu". Jelas Ki Seno dengan wajah cemas.
"Aku sudah memperkirakan itu Ki, karena itu lah aku sudah menyetubuhi Sukma terlebih dulu dan meninggalkan benih didalam rahim nya, supaya kelak anak itu dapat mempersatukan klan kita dengan makhluk sesat seperti mereka, aku punya keyakinan jika Sukma melati dapat mengikuti ajaran kita setelah anak itu lahir". Tukas Pangeran Asopati mendongakan kepala nya ke atas.
Aku tidak yakin dengan keputusan Pangeran Asopati, justru aku hawatir jika Sukma sengaja merusak keyakinan Pangeran sehingga dia goyah dan terjerumus dengan ajaran sesat penguasa gaib itu, batin Ki Seno didalam hatinya.
"Kau tidak perlu menghawatirkanku, ikuti saja perintahku setelah ini". Tegas Pangeran Asopati dengan membulatkan kedua mata nya.
Sedangkan di dimensi gaib hutan angker itu, nampak Sukma melati tengah bercumbu dengan suami manusia nya, kedua nya melakukan penyatuan nya setelah sekian lama tidak saling melakukan permainan di atas ranjang panas nya.
Sukma melati selalu bisa memuaskan jiwa laki-laki Ari apalagi tubuh Sukma yang masih sangat menggoda meski sedang berbadan dua, kedua nya bergantian memimpin permainan dan suara-suara aneh mereka mengisi ruang hampa di kamar itu hentakan demi hentakan Ari hujamkan pada Sukma yang sedang berada dibawahnya.
"Aku sangat mencintaimu dek, kau semakin cantik dan membuatku semakin tergila-gila padamu". Bisik Ari di telinga Sukma dengan nafas tersengal-sengal.
Dan tanpa menjawab bisikan Ari, Sukma melati nampak melahap habis saliva Ari yang baru saja memainkan kedua puncak bagian atas miliknya, keduanya terdengar melenguh panjang menandakan sesuatu didalam diri mereka akan segera keluar dan melebur menjadi satu didalam sana.
"Terima kasih kangmas, kau bersedia kembali mengisi kekosongan ku". Ucap Sukma melati terengah-engah dengan memeluk Ari erat.
Lalu mereka berdua pun tertidur dan saling memeluk dengan tubuh polos nya, sedangkan pengawal utusan Pangeran Asopati yang baru saja tiba disana terkejut karena melihat Tuan puteri istana itu sedang terbaring di atas ranjang dengan seorang manusia.
Tapi disaat pengawal gunung wingit itu akan kembali ke tempat asalnya, salah seorang ajudan yang berjaga di depan pintu kamar Sukma melati mengetahui kehadiran nya.
"Hamba menghadap pada Pangeran Asopati". Ucap Pengawal itu bersimpuh didepan singgasana.
"Katakanlah apa yang kau lihat disana". Tukas Pangeran Asopati dengan wibawa nya.
"Hamba melihat Tuan puteri itu tengah berbaring di atas tempat tidurnya dengan seorang manusia didalam sebuah kamar, nampaknya mereka sudah melakukan". Jelas Pengawal itu terhenti karena Pangeran Asopati memberi tanda untuk tidak melanjutkan perkataan nya.
"Pergilah, aku sudah mendengar laporanmu". Perintah Pangeran Asopati dengan nafas yang berderu kencang.
Aku harus menemui Sukma dan memintanya meninggalkan manusia sesat itu, jika Sukma terus bersama manusia itu mungkin kesabaranku akan habis, dan aku tidak bisa menahan diri lagi untuk mencelakai manusia sesat itu, gumam Pangeran Asopati pada dirinya sendiri.
Kemudian Pangeran Asopati datang menemui sesepuh desa Rawa belatung yang sedang ada di ruang khusus nya, nampak mbah Karto memberikan salam pada jin muslim itu dan menanyakan tujuan nya datang menemui nya.
"Aku hanya ingin memperingatkanmu untuk segera menghentikan salah satu warga desa mu yang saat ini sedang bersama Sukma melati, mungkin dia sempat menjadi suami Sukma tapi saat ini Sukma sedang mengandung anakku, dan aku tidak ingin manusia sesat itu terus bersama ibu dari calon anakku, jika kau tidak bisa membuat manusia sesat itu menjauhi Sukma melati aku akan turun tangan sendiri dan entah apa yang akan ku perbuat pada manusia sesat itu". Ucap Pangeran Asopati pada mbah Karto.
"Baiklah Pangeran, terima kasih sudah mau singgah ke gubukku, aku akam berusaha membawa warga desa ku kembali jika memang seperti itu keadaan nya". Tukas mbah Karto dengan menyatukan kedua tangan didepan dada nya.
Setelah memperingatkan mbah Karto nampak Pangeran Asopati gelisah di depan singgasana nya, tapi tiba-tiba Raja istana gunung wingit datang dan melihat anak laki-laki nya sedang bermuram durja, dan dengan kekuatan batin nya Raja itu melihat apa yang ada didalam pikiran Pangeran Asopati.
Dasar anak kurang ajar, kenapa dia masih berhubungan dengan anak makhluk sesat itu, aku akan menghancurkan seluruh klan makhluk sesat itu, batin Raja gunung wingit dengan membulatkan kedua mata nya.
"Asopati, apa yang kau lakukan dengan makhluk sesat itu, bukankah kalian sudah tidak saling berhubungan, kenapa setelah sekian lama kau masih berhubungan dengan nya". Pekik Raja itu murka.
"Ampun Romo, aku masih mencintai Sukma apalagi sekarang dia sedang mengandung keturunanku, aku tidak bisa meninggalkan nya Romo". Seru Pangeran Asopati bersimpuh dibawah kaki Romo nya.
"Jadi kau sudah berbuat sejauh itu dengan makhluk sesat itu". Bentak Raja gunung wingit dengan suara berat nya.
"Ampuni aku Romo, bagaimanapun anak yang ada didalam kandungan Sukma melati adalah penerusku, tolong jangan kau serang mereka, karena jika itu sampai terjadi penguasa gaib itu akan mencelakai buah hatiku yang ada didalam kandungan Sukma". Ujar Pangeran Asopati memohon pada Romo nya.
"Baiklah aku akan memberimu kesempatan untuk membuat anak makhluk sesat itu mengikuti keyakinan kita, dan takut pada Allah jika kau tidak bisa merubahnya aku tidak akan pernah menerima kehadiran anak makhluk sesat itu". Seru Romo nya seraya pergi meninggalkan Pangeran Asopati yang masih duduk bersimpuh.
Sedangkan di desa Rawa belatung nampak mbah Karto bersama pak Jarwo yang kebingungan mencari keberadaan Ari yang menghilang dari dalam kamarnya, Anto memberi tahu mbah Karto jika kemarin dia sempat mendengar kangmas nya Ari berbicara sendiri didalam kamar nya, tapi disaat Anto mengetuk pintu kamar Ari tidak ada jawaban dari kangmas nya itu lalu Anto membuka paksa pintu kamar itu, dan dia pun terkejut mengetahui jika kangmas nya sudah tidak ada didalam kamar nya.
*
*
...Bersambung....