
Setelah itu Rania berpamitan pada Petter, dia memeluk erat sahabatnya itu, nampak kedua nya berwajah sendu seakan berat saling melepaskan.
"Sudahlah sayang kau harus merelakan Rania kembali ke alam nya, bukankah kau masih bisa menemui nya kembali, karena itulah kita memutuskan untuk tinggal di alam ini, karena jika kita kembali ke alam keabadian, kau tidak akan bisa bertemu dengan Rania lagi." tukas Evana seraya memeluk Petter.
Kemudian Petter melepaskan genggaman tangan nya dari Rania, dia berkata akan selalu mengunjungi nya, dan meminta Rania untuk memanggilnya, ketika dia membutuhkan bantuan nya.
"Kau tenang saja Petter, sekarang aku sudah lebih kuat, aku tidak selah dulu jadi aku bisa melindungi diriku sendiri, aku pergi dulu ya." ucap Rania seraya melambaikan tangan nya pada semua yang ada disana.
Setelah itu simbah Parti melesat bersama Rania kembali ke alam manusia, nampak Rania menundukan wajahnya sendu, menyadari jika dia akan berpisah kembali dari simbahnya, tepat diperbatasan alam gaib simbah Parti berhenti melesat, dipandang nya wajah cantik cucu nya, beliau mengecup kening Rania, seraya mengucapkan salam perpisahan.
"Nduk kebersamaan kita hanya sebatas ini saja, setelah ini aku tidak bisa datang lagi untuk menjagamu, jaga dirimu dan juga semua orang, kau harus bisa mengendalikan keadaan, belajarlah lebih banyak lagi supaya kemampuanmu itu berguna untuk membantu semua orang." ucap simbah Parti dengan wajah sendu.
"Terima kasih simbah meski alam kita sudah berbeda, simbah masih memantauku dan menjagaku, aku berjanji akan menjaga semua orang lebih baik setelah ini, aku tidak ingin simbah mencemaskanku lagi." tukas Rania seraya memeluk simbahnya.
Setelah itu Rania melangkahkan kaki nya kembali ke alam manusia, sementara simbah Parti kembali ke alam keabadian, nampak mbah Karto sudah menanti kedatangan Rania, lalu gadis itu memasuki raga nya kembali, terlihat tubuh Rania bergetar hebat, pertanda jiwa nya sudah memasuki raga nya kembali, lalu pak Jarwo membaca rapalan mantra dengan memegangi kening Rania, tidak lama setelah itu Rania tersadar, dan membuka kedua matanya.
"Alhamdulillah kau sudah kembali nduk, apakah kau berhasil membawa jiwa Luna kembali." seru pak Jarwo dengan menghembuskan nafasnya panjang.
Kemudian mbah Karto menjawab pertanyaan pak Jarwo, jika saat itu Rania kembali seorang diri, terlihat pak Jarwo mengkerutkan kening nya, dia tidak menyangka jika Rania tidak bisa membawa jiwa Luna kembali.
"Tapi mbah waktu Rania belum habis sepuluh jam di alam manusia, kenapa dia sudah kembali sebelum waktu nya, jika dia belum berhasil menemukan jiwa Luna." ucap pak Jarwo dengan wajah cemas.
"Sepertinya ada sesuatu disana Le, biarkan Rania istirahat sebentar, dan kita akan membahasnya setelah ini." uhar mbah Karto seraya memberikan segelas air yang sudah didoakan nya.
Nampak Rania meneguk habis air pemberian mbah Karto, gadis itu mengusap peluh dikening nya dengan wajah sendu, Lala dan Wati yang menunggu di luar sana, sangat resah karena dia belum mendengar suara Rania selama beberapa jam yang lalu.
Bagaimana jika Rania terlalu lama disana, dan menghabiskan waktu yang sudah ditentukan mbah Karto, batin Lala didalam hatinya.
"Wati aku ada keperluan sebentar, aku keluar dulu ya." ucap Lala seraya melangkahkan kaki nya keluar.
Kemudian Lala berjalan ke halaman belakang rumah itu, dia menggenggam batu giok merah seraya memanggil nama Senopati, tidak berselang lama datanglah angin dingin yang menerpa wajah Lala, nampak Senopati melesat menghadap ibu nya.
"Salam ibunda aku sudah berhasil menemukan jiwa Luna, berkat bantuan simbah Parti." jelas Senopati seraya menyatukan kedua tangan didepan dada nya.
"Syukurlah nak terima kasih sudah membantu, tapi dimana keberadaan kak Luna saat ini?." tanya Lala dengan mengaitkan kedua alis matanya.
Kasihan sekali kak Luna, keadaan ini tidaklah mudah untuknya, aku sangat mengerti itu, batin Lala pilu didalam hatinya.
"Ibunda tenang saja saat ini jiwa Luna masih berada di alam gaib, bersama dengan sahabat hantu Rania, mereka akan menjaga Luna sampai dia melahirkan, waktu nya tidak akan lama lagi kan bu, hanya beberapa hari saja di alam manusia, tapi di alam gaib sudah beberapa bulan lama nya." jelas Seno menenangkan ibunda nya.
Sementara mbah Karto yang menerawang melalui batin nya, melihat semua kejadian yang di alami Rania, pak Jarwo yang melakukan hal serupa nampak mengkerutkan kening nya, melihat semua kejadian yang terjadi di alam gaib, nampak mbah Karto mengucapkan sesuatu dengan suara yang bergetar.
"Kasihan sekali Luna, dia sudah menjadi yatim piatu, dan sekarang nasib buruk telah menimpa nya, semoga aku berumur panjang untuk bisa menjaga nya." ucap mbah Karto dengan memijat pangkal hidung nya.
"Amin semoga mbah Karto berumur panjang, karena kami semua menyayangi mbah Karto, dan membutuhkan bimbinganmu mbah." celetuk Rania dengan menyunggingkan senyum nya.
Sementara di luar sana Lala sedang berbicara dengan anaknya, nampak Bagaskara datang karena merindukan Lala.
Jika aku datang dengan wujudku yang sebenarnya, mereka semua akan mencurigaiku, lebih baik aku mengubah wujudku, gumam Bagaskara dengan dirinya sendiri.
Setelah itu Bagaskara mengubah wujudnya menjadi Yudistira, dia mengemudikan mobilnya berhenti tepat di depan rumah itu, Lala yang mendengar suara mesin mobil melangkahkan kaki nya ke depan, kemudian Senopati melesat mengikuti ibu nya, terlihat Yudistira keluar dari dalam mobil itu, dan Lala pun menghampirinya untuk menanyakan tujuan nya datang saat itu.
"Aku hanya datang untuk berkunjung saja La, karena kebetulan aku melewati desa ini, apakah besok kalian semua pergi ke kampus, karena ada acara peresmian gedung baru kan, bukan nya kalian juga salah satu panitia nya, jika ada yang tidak kalian mengerti aku bisa membantunya." jelas Yudistira basa-basi.
Sementara Senopati yang berada didekat mereka, selalu menatap curiga kedatangan Yudistira.
Entah kenapa aku tidak suka dengan lelaki ini, setiap kali dia datang mendekati ibunda, dan aku juga merasakan aura gelap bersamaan dengan aura manusia disekitarnya, siapa sebenarnya lelaki ini, batin Senopati dengan membulatkan kedua matanya.
*
*
...Berikan hadiah dan Vote nya yuk kak, dan jangan lupa mampir ke novel ku yang berjudul Dendam perempuan berjubah merah, semakin seru loh ceritanya 😉...
...Bersambung....