DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Rencana mbah Karto.


Petter yang mendengar jika mbah Karto belum bisa datang, nekat ingin pergi ke kampung gaib mencari mama nya.


"Petter jangan pergi kesana sendirian, aku mohon tunggulah mbah Karto", ucap Rania dengan wajah sedih.


"Tapi Rania aku hawatir dengan keadaan mama ku, aku takut mama ku akan binasa untuk kedua kalinya", jawab Petter dengan mata berkaca kaca.


Rania memandangi wajah Petter yang sedang bersedih, dia tidak bisa menahan teman nya itu untuk bertemu mama nya.


Lalu simbah Parti memberitahu Petter jika dia ingin membawa mama nya kembali dia harus minta tolong pada kuncen kuburan yang nisan nya pernah mereka kembalikan.


Tapi simbah juga berkata jika Petter tetap harus menunggu mbah Karto datang, karena kalau Petter nekat pergi ke kampung gaib sendiri salah salah dia dan mama nya akan selamanya jadi budak di kampung gaib.


Rania yang ingin membantu Petter dilarang keras oleh simbah, karena jiwa Rania lah sasaran utama nya.


Jika rania kembali ke kampung gaib untuk kedua kali nya simbah takut raga Rania tidak akan kuat menunggu jiwa nya kembali lagi.


Sore hari nya mbah Karto sudah kembali ke rumah nya, bude Walimah segera menjemput mbah Karto menggunakan sepeda motor nya.


Sesampainya di rumah Rania dan Petter sudah tidak sabar menunggu kedatangan mbah Karto, ketika melihat motor bude Walimah datang Rania berlari menghampiri mbah Karto.


"Mbah Karto akhirnya datang juga tolong kami mbah, kemarin mama Petter berusaha menyelamatkanku dari kepala desa kampung gaib, tapi dia kalah dan dibawa kepala desa itu", ujar Rania dengan wajah sedihnya.


"Tentu saja aku akan menolongnya, Petter kemarilah", ucap mbah Karto yang memanggil Petter kedekatnya.


"Ada apa mbah", tanya Petter.


"Kau harus mengajak Rania bersamamu, kalian harus membawa bunga ini taburkanlah di kuburan yang nisan nya kalian kembalikan waktu itu dan tinggalkan Rania disana, Rania harus berdoa meminta bantuan sesepuh tempat itu supaya membantumu membawa mama mu kembali secepatnya", ucap mbah Karto dengan menyerahkan sebungkus bunga tujuh rupa dan air mawar.


"Tidaaak... Aku tidak mengijinkan cucu ku kembali kesana, itu akan sangat berbahaya untuk jiwa cucu ku", pekik simbah dengan nada tinggi.


"Tapi hanya itu satu satu nya cara untuk bisa membawa Evana kembali, dan percayalah Rania akan aman di tempat pemakaman itu jika dia tidak keluar dari sana", ucap mbah Karto.


Lalu Rania memohon pada simbahnya supaya dia di ijinkan untuk membantu Petter menjemput mama nya.


"Simbah tolong ijinkan Rania menolong Petter, bukankah Evana dibawa kesana karena dia ingin melindungiku, dan Petter dia selama ini yang selalu menolongku", ucap Rania dengan memegangi tangan simbahnya.


"Baiklah kalau itu yang kau inginkan tapi sebelum kau pergi mintalah ijin pada kedua orang tua mu dulu, jika mereka menginjinkanmu tentu saja aku tidak akan melarang", ujar simbah dengan membelai lembut wajah Rania.


"Terima kasih mbah sekarang juga Rania akan menghubungi papa mama", Rania mengecup pipi simbahnya seraya berlari menuju kamarnya.


Setelah didalam kamar Rania menelepon mama nya untuk meminta ijin supaya dia diperbolehkan menemani Petter ke kampung gaib untuk membawa pulang Evana kembali.


Awalnya Anggi mama Rania tidak setuju dengan keinginan putri nya itu, tapi Rania terus memaksa dan memohon karena Rania ingin membalas semua kebaikan Petter padanya.


Dengan berat hati mama nya menyetujui permintaan putri nya, lalu Rania menutup teleponnya dan segera memberitahu simbah jika mama nya memberinya ijin.


Kemudian mbah Karto meminta mereka menunggu sampai dia mengetahui hari yang tepat dimana kekuatan gaib sedikit berkurang di kampung gaib sana yaitu waktu bulan purnama dimalam kamis wage, mbah Karto harus puasa dua hari dua malam untuk mendapatkan pelindung bagi jiwa Rania yang masih hidup tapi akan memasuki alam gaib.


...Bersambung. ...


...Kakak readers yang tercintah bantu like dan vote nya ya biar aku tambah semangat nulisnya makasih 💕...


...ig : novi_putri 💋...