
Terlihat Luna bergegas ke kamar mandi dan mandi besar, karena dia harus melakukan ibadah yang belum sempat dilakukan nya, setelah itu Luna melakukan sholat dengan rambut yang masih basah karena takut waktu nya tidak akan terkejar, nampak arwah Pardi merasa kepanasan berada di dalam kamar Luna, karena Luna sedang melakukan ibadah nya, arwah Pardi melesat keluar rumah Luna, dia sangat kesal karena Luna menuruti ibu nya untuk melakukan ibadah.
Dan setelah Luna selesai melakukan ibadah nya, arwah Pardi bebas memasuki rumah itu kembali, dia melesat masuk ke dalam kamar ibu Luna dan memasuki alam mimpi nya, di dalam mimpi Wulan nampak ada seorang lelaki muda yang marah padanya, lelaki itu meminta Wulan untuk tidak mengganggu hubungan nya dengan Luna anak gadis nya, tapi Wulan hanya terdiam dan mengacuhkan ucapan lelaki itu sampai akhirnya, lelaki itu menyakiti Wulan dengan mencengkeram pergelangan tangan nya, sampai akhirnya Wulan berdoa dengan sekuat tenaga nya, dan akhir nya dia terbangun dengan pergelangan tangan yang nampak memar kebiruan.
Astagfirullohaladzim apa yang sebenarnya terjadi padaku, gumam Wulan pada dirinya sendiri, dengan merasakan sakit dipergelangan tangan nya.
Terlihat Wulan melangkahkan kaki nya ke dapur untuk mengambil es batu, dan disana ada Luna yang sedang menyeduh teh hangat.
"Loh ibu kenapa bangun lagi." seru Luna dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
"Ini lho nduk pergelangan tangan ibu sakit." jelas Wulan setengah meringis merasakan sakit.
Nampak arwah Pardi melesat ke dapur dan melihat Luna yang sedang mengompres luka dipergelangan tangan ibu nya, menggunakan es batu supaya memarnya menghilang.
"Memangnya ibu habis jatuh ya kok tangan nya bisa memar seperti ini." ucap Luna dengan wajah cemas.
"Ibu juga tidak tau nduk sebelum tidur tangan ibu tidak kenapa-kenapa, dan tiba-tiba saja ibu terbangun dengan tangan yang memar begini." tukas Wulan dengan mengkerutkan kening nya.
Lebih baik aku tidak menceritakan mimpiku pada Luna, aku takut dia menjadi hawatir dan cemas, batin Wulan didalam hati nya.
"Kok aneh sih bu, mungkin ibu tidak sadar telah memukul sesuatu disaat memejamkan mata." ucap Luna dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
"Mungkin saja nduk sudahlah jangan dipikirkan, lebih baik kau lekas tidur supaya besok dapat bangun pagi dan sholat subuh, jangan lupa baca doa sebelum tidur." ujar Wulan dengan mengusap lembut rambut Luna.
Setelah itu Luna kembali ke kamar nya dan merebahkan tubuh nya, hampir saja dia memejamkan kedua matanya, dan melupakan nasehat ibu nya untuk berdoa, lalu Luna menengadahkan kedua tangan nya seraya memanjatkan doa, dan segera memejamkan kedua matanya.
Nampak arwah Pardi berdiri mengambang menatap wajah cantik jelita gadis yang ada dihadapan nya, dengan kekuatan yang dimiliki nya Pardi berusaha memasuki alam mimpi Luna, tapi jiwa nya selalu terpental setiap kali dia berusaha masuk ke alam bawah sadar Luna.
Kenapa aku tidak bisa memasuki mimpi Luna lagi, apa yang terjadi dengan kekuatanku, batin Pardi didalam hati nya.
Arwah Pardi belum menyadari jika kekuatan gaib nya tidak berfungsi, karena Luna telah membaca doa sebelum dia terlelap dalam tidur nya, nampak Pardi mendengus kesal dan melesat meninggalkan rumah Luna.
Ternyata Pardi pergi ke rumah mbah Ngatimin, dia menceritakan apa yang telah dilakukan nya dihari pertama tugas nya membuat bangkrut pesaing bisnis langganan nya.
"Aku sudah membuat beberapa pelanggan cafe itu pergi, apakah tugasku sudah selesai?." tanya arwah Pardi pada lelaki tua yang ada dihadapan nya.
"Tugasmu belum selesai, kau harus membuat pemilik cafe itu bangkrut, sampai dia menutup usaha nya." jawab mbah Ngatimin.
"Jika aku melakukan perintahmu, apakah kau bisa membantuku untuk merasuki tubuh seseorang." seru arwah Pardi melesat mendekati mbah Ngatimin.
"Tentu saja aku bisa, jika kau melakukan perintahku dengan benar, lekas kembali ke tempat itu, dan buat pemilik cafe itu bangkrut, setelah itu aku akan membantumu merasuki tubuh seseorang dengan mudah." tukas mbah Ngatimin dengan seringai diwajah nya.
Kemudian Pardi melesat kembali ke cafe Luna, nampak arwah Pardi membuat perkakas di dapur nya pecah berantakan, dan keesokan hari nya pegawai Luna yang bertugas belanja kebutuhan makanan nampak terkejut, karena semua perkakas di dapur pecah dan berserakan di lantai, pegawai itu nampak terkejut dan bergegas menghubungi Luna melalui panggilan telepon.
"Hallo selamat pagi mbak Luna, ada yang ingin saya sampaikan mbak." ucap pegawai Luna dengan suara yang panik.
"Mbak Luna bisa ke cafe sekarang juga, perkakas di dapur berantakan di lantai mbak, sepertinya ada pencuri yang masuk ke dalam dapur." seru Desi dibalik telepon sana.
"Untuk apa pencuri masuk ke dalam dapur Des, sudahlah kau tunggu sebentar aku akan kesana sekarang juga." tukas Luna seraya mematikan ponsel nya.
Setelah itu Luna berganti pakaian dan bergegas keluar dari kamar nya, nampak Wulan menatap kepergian anaknya yang tanpa berpamitan, lalu Wulan berjalan tergesa-gesa menghampiri anak gadis nya.
"Nduk kau mau kemana sepagi ini, keluar rumah kok tidak berpamitan pada ibu." pekik Wulan di depan pintu rumah nya.
Kemudian Luna membalikan tubuh nya, memandang ibu nya yang terlihat cemas, setelah itu Luna berjalan kembali menghampiri ibu nya seraya mengecup punggung tangan nya.
"Ibu maafkan Luna ya, tadi Luna lupa berpamitan karena ada masalah di cafe, Luna pergi dulu ya bu." jelas gadis cantik itu seraya mengecup wajah sang ibu.
Tumben sekali Luna lupa berpamitan sebelum pergi, semoga saja tidak ada masalah yang serius di cafe nya, gumam Wulan pada dirinya sendiri.
Sementara itu Luna yang sedang mengemudikan mobil mendadak menginjak rem mobil nya, nampak Luna sangat terkejut karena ada seorang perempuan dengan pakaian compang-camping, yang terlihat seperti orang tidak waras tiba-tiba menyeberang mendadak dan berteriak di depan mobil nya.
"Kau harus berhati-hati ada arwah gentayangan didekatmu hahaha." pekik perempuan itu dengan menatap tajam ke kaca mobil Luna.
Apa-apa an sih perempuan itu mengagetkanku saja, gumam Luna pada dirinya sendiri.
Kemudian Luna membunyikan klakson mobil nya, tapi perempuan itu tidak bergeming dan tetap berdiri di depan mobil nya.
Lalu datanglah beberapa warga yang meminta perempuan itu untuk menepi, nampak pandangan mata perempuan itu sangat tajam menatap Luna yang membuka kaca mobil nya.
Kenapa dia melihatku seperti itu sih, batin Luna dengan mengkerutkan kening nya.
Setelah itu Luna mengemudikan mobil nya kembali, dan disepanjang perjalanan pikiran Luna terus menerka-nerka ada apa dengan dirinya, sudah dua hari ini Luna sering mengalami kejadian yang janggal, dari cafe yang mendadak ditinggalkan pelanggan, bahan makanan yang basi, lalu pagi tadi pegawainya memberi kabar yang mengejutkan.
Dreet dreet...
Terdengar suara ponsel Luna bergetar, ternyata kekasih nya yang menghubungi nya, kemudian Luna menerima panggilan telepon itu, dan mencurahkan isi hati nya, Brian pun terkejut ketika mendengar cerita Luna.
"Jangan-jangan ada yang sengaja membuat usaha mu bangkrut dengan cara yang gaib." tukas Brian diseberang telepon sana.
"Kau jangan ngawur sayang, ditahun yang serba moderen seperti ini, mana mungkin ada yang memakai cara seperti itu." seru Luna dengan mengkerutkan kening nya.
*
*
...Bersambung....