DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Penyesalan Elang.


Dan dengan berat hati perempuan itu melepas kepergian suami nya, yang sudah sangat dinantikan di desa Rawa belatung, entah perasaan cemas apa yang mengganjal didalam hati pak Jarwo, dia nampak cemas memandangi adik ipar nya Lala, nampak pak Jarwo mengingatkan Lala untuk tidak meninggalkan ibadah nya.


"Firasatku tidak enak nduk, seperti akan ada sesuatu yang terjadi, tapi aku tidak dapat mengetahui nya, kehidupanmu yang sekarang sudah berjalan normal seperti teman-teman mu yang lain, jangan pernah menatap ke belakang, tinggalkan jauh-jauh masa lalu mu, kau berhak bahagia nduk tetaplah di rumah jangan pergi jika tidak ada yang mendesak." pesan pak Jarwo dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


Nampak Lala menganggukan kepala nya, seraya melemparkan senyuman nya pada Anto yang masih tertegun menatap wajah cantik Lala.


Setelah itu pak Jarwo bergegas pergi bersama Anto, mereka mengendarai sepeda motor ke desa Rawa belatung, sementara Elang yang ingin mencelakai Anto, nampak mengurungkan niat nya, karena saat itu Anto sedang bersama pak Jarwo, dan jika Elang menampakan wujudnya dihadapan pak Jarwo, maka pak Jarwo akan memperketat pengawasan nya pada Lala, sehingga dia akan kesusahan menemui perempuan yang masih dicintai nya itu.


Lebih baik aku membiarkan lelaki itu pergi, jika aku nekat mencelakai nya, manusia sakti yang bersama nya, akan curiga terhadapku, batin Elang dengan mengkerutkan kening nya.


Kemudian Elang memandangi Lala yang masih sibuk menyulam di teras rumah nya, perempuan cantik itu mendongakan kepala nya ke atas langit-langit rumah nya, nampak kedua mata nya berkaca-kaca, hati nya pilu merindukan anak lelaki nya Asopati.


Anakku ibu membuatkan selimut yang ibunda sulam sendiri untukmu, semoga kau menyukai nya nak, batin Lala didalam hati nya risau.


Dan disaat Lala mengalihkan penglihatan nya, ke sebuah pohon besar yang ada di depan rumah nya, nampak jantung Lala berdetak kencang tidak beraturan, dilihatnya sosok Elang sedang memandangi nya dari sana.


Tatapan mata itu, meski kau merubah wujudmu menjadi makhluk menyeramkan seperti itu, aku tau itu adalah kau kangmas Elang, hanya kau saja makhluk gaib yang memandangku dengan tatapan teduh seperti itu, tapi mas Jarwo sudah berpesan padaku, untuk tidak berurusan dengan hal gaib lagi, apa yang harus aku lakukan ya Alloh, batin Lala dengan menghembuskan nafas nya panjang.


Sementara Elang yang bersembunyi di pohon besar itu, nampak tidak kuasa menahan rindu nya, apalagi setelah Lala memandang dirinya dengan penuh cinta, hati Elang seakan luluh terlihat dia merubah wujudnya menjadi lelaki tampan yang dulu sangat dicintai Lala.


Terlihat Lala membulatkan kedua mata nya, menatap haru sosok yang ada di dekat pohon besar itu, dugaan nya benar buto itu adalah suami gaib nya, lalu Lala memalingkan wajah nya, karena butiran air mata sudah membasahi wajah nya.


Kangmas Elang tidak boleh melihatku berlinang air mata, aku tidak ingin dia menyadari jika didalam hatiku masih ada tempat untuk nya, batin Lala seraya mengusap air mata nya.


Dan tiba-tiba Lala seperti mendengar ucapan Elang, ternyata ikatan batin kedua nya masih tersambung sampai saat itu, nampak Lala mendengara ucapan Elang melalui batin nya.


Lala istriku apakah kau sangat membenciku, sampai hati kau memalingkan wajahmu dihadapanku, aku tau yang terjadi dimasa lalu pasti sangat melukai hatimu, tapi sekarang aku datang padamu, untuk mengucapkan permintaan maafku, balikanlah tubuhmu tatap kedua mataku, dan lihatlah masih ada cintaku untukmu, aku merindukanmu istriku, batin Elang didalam hati nya.


Sedangkan Lala yang dapat mendengar ungkapan batin Elang, hanya bisa menundukan kepala nya dengan air mata yang berlinang deras, ingin sekali Lala berlari ke pelukan suami gaib nya, tapi Lala tau kehidupan mereka tidaklah sama.


Lebih baik aku masuk ke dalam rumah, aku tidak tahan berada disini, memandang wajah kangmas Elang yang dipenuhi rasa bersalah, batin Lala seraya melangkahkan kaki nya gontai.


Dan disaat Lala melangkahkan kaki nya, nampak hawa dingin menerpa wajah nya, ternyata Asopati anaknya datang untuk mengunjungi ibunda nya, anak yang dirindukan Lala telah datang, dia memohon pada ibunda nya supaya mau menemui romo nya, meski hanya sebentar.


"Tapi nak kenapa sekarang kau membela romomu, bukankah kau tau ibunda pergi dari alammu, karena romo mu sudah tidak percaya padaku lagi." tukas Lala seraya memeluk rindu anaknya.


Nampak hati seorang ibu sangat pilu, tidak kuasa Lala menolak permohonan anaknya, nampak Lala memandang wajah Elang, yang tertunduk sendu diseberang jalan sana, Lala berjalan perlahan menghampiri lelaki gaib yang masih dicintai nya itu, dipandang nya wajah tampan paripurna Elang, lelaki gaib itu mendongakan kepalanya, menatap rindu perempuan yang ada dihadapan nya, diraih nya tangan Lala digenggam erat dengan penuh cinta, nampak kedua tangan Elang bergetar hebat dan mengeluarkan kepulan asap, ketika kedua tangan nya menggenggam erat tangan Lala.


Wuussh...


Nampak Senopati melesat menghampiri kedua orang tua nya, dilepaskanlah tangan romo nya yang masih menggenggam erat tangan ibunda nya.


"Apa yang romo lakukan, lihatlah kedua telapak tangan romo melepuh." pekik Senopati cemas.


"Biarkanlah nak, tangan ku yang melepuh ini tidak seberapa sakit nya, dibanding penderitaan yang ibu mu rasakan selama ini." tukas Elang yang sengaja melukai dirinya sendiri.


Apa yang kangmas Elang lakukan, padahal dia tau ketika dia menyentuhku seluruh tubuhnya akan terbakar, tapi dia sengaja melakukan nya, apakah dia masih memiliki perasaan padaku, batin Lala didalam hati nya penuh tanya.


"Kau tidak perlu melakukan ini kangmas, aku sudah memaafkanmu pergilah dari sini, sebelum mbakyu ku menyadari jika kau kembali menemuiku." seru Lala seraya memalingkan wajahnya.


"Aku merindukanmu La, maafkanlah diriku, kembalilah padaku La." ucap Elang berlutut dihadapan Lala.


Terlihat Senopati meminta romo nya bangkit berdiri, tapi lelaki itu tidak mengikuti ucapan anaknya.


"Tolong Lala maafkan aku, semua karena kebodohanku, sehingga hubungan kita berantakan seperti ini." ucap Elang penuh sesal.


"Aku sudah memaafkanmu kangmas, tapi aku tidak bisa kembali ke alam mu, alam kita berbeda tidak seharusnya kita bersama, kembali lah ke alam mu bersama anak kita." jelas Lala dengan berderai air mata.


Setelah itu nampak Lala memeluk erat Senopati, Lala meminta anaknya untuk membawa romo nya kembali ke alam nya, sebelum ada seseorang yang menyadari jika Lala bertemu dengan suami gaib nya lagi.


"Lekaslah ajak romo mu kembali nak, sebelum semuanya menjadi kacau, terlebih lagi jika ibu tiri mu Sekar mengetahui keberadaan romo mu disini, dia bisa murka dan melakukan apa saja." jelas Lala dengan wajah yang cemas.


*


*


...Bersambung....