
Nampak Rania menundukan kepala nya seraya menjelaskan pada mbah Karto, jika arwah pak Parjo terkadang menampakan wujudnya yang tidak utuh lagi, sehingga Rania sering terkejut karena ketakutan melihat penampakan nya yang seperti itu.
"Mungkin arwah Parjo sengaja memperlihatkan wujudnya yang tidak utuh, supaya kau lekas menemukan pelaku tabrak lari itu." tukas mbah Karto dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
"Karena itu lah mbah, Rania harus segera mengungkap misteri itu, apalagi Petter sedang tidak ada, sehingga tidak ada yang membantuku lagi." ucap Rania dengan menghembuskan nafas nya panjang.
Nampak Rania menjelaskan pada mbah Karto, jika Petter bersama kedua orang tua nya, sedang mencari kerabat seseorang dimasa lalu nya, orang itu adalah pribumi jaman penjajahan dulu yang pernah membantu Petter dan juga mama nya, disaat jepang berusaha menangkapnya, dan saat ini kerabat orang itu tengah kesusahan, karena itu lah keluarga Petter berusaha membalas budi, ketiga hantu itu pergi meninggalkan desa Rawa belatung, untuk waktu yang belum ditentukan.
"Jika begitu ada nya, kau harus pergi bersama Wati, kalian harus saling menjaga nduk." cetus mbah Karto.
"Iya mbah kalau begitu Rania pamit dulu." tukas Rania berpamitan pada semua orang disana.
Lalu Rania mengendarai sepeda motor nya kembali ke rumah, nampak gadis itu mengajak Wati untuk pergi bersama nya ke kota.
"Bukankah kau ada mata kuliah, kenapa ingin pergi ke tempat lain juga Ran, nanti kita bisa kemalaman di jalan." seru Wati seraya berjalan di belakang Rania.
Terlihat kedua nya bergegas mengedarai sepeda motor nya, dan disepanjang perjalanan Rania menceritakan pada Wati, jika saat itu Luna bersama ibu nya sudah berada di desa Rawa belatung.
"Dan kau masih ingat arwah penasaran yang pernah ku ceritakan, dia juga mengikuti kak Luna ke desa kita." jelas Rania seraya memacu sepeda motor nya.
"Astaga Rania bisa tidak jangan berbicara tentang hantu, ketika kita sedang di jalan, aku takut jika ada sejenis mereka yang ada disini mendengar pembicaraan kita, lalu mereka sengaja mengikuti kita." cetus Wati dengan menelan ludah nya kasar.
"Hahaha... memang ada salah satu dari mereka yang sedang mengikuti kita, tapi kau tidak usah takut Wati, karena kau sudah mengenal nya." terang Rania dengan tertawa menakuti Wati.
"Ah kau ini jangan bicara begitu dong Ran, semakin kau bicara padaku untuk tidak takut, justru aku akan semakin ketakutan." seru Wati seraya mengusap tengkuk nya.
Ternyata dibelakang mereka ada sosok hantu pak Parjo, dia tengah terbang melesat mengikuti sepeda motor yang dikendarai Rania, nampak nya arwah pak Parjo sudah tidak sabar ingin mengungkap siapa pelaku yang telah membuatnya meninggal dunia.
"Sudahlah Wati kau tidak perlu takut, arwah pak Parjo mengikuti kita karena ada tujuan lain, dia tidak akan menampakan wujudnya padamu, karena kau tidak akan bisa melihat nya, seandainya kau tau seperti apa wujud hantu pak Parjo, pasti kau tidak akan mempunyai selera makan selama beberapa hari." ucap Rania yang sudah pasrah melihat wujud menjijikan hantu pak Parjo.
"Memangnya wujud nya sangat menyeramkan ya?." tanya Wati lirih.
"Bukan menyeramkan lagi Wat, tapi sangat... Hmm sudahlah jangan dibahas, nanti kau bisa ketakutan." jawab Rania tidak bisa menjabarkan kata-kata nya.
Dan tidak terasa mereka berdua sudah sampai di kampus, Rania memarkirkan sepeda motor nya tepat di samping gedung fakuktas nya, dan ketika Rania bersama Wati berjalan beriringan, nampak di gedung fakultas ekonomi sangat ramai orang berkerumun, dan mereka berdua nampak penasaran ada apa di depan sana, Wati berlari terlebih dulu mendahului Rania, sementara Rania yang sedang berjalan setengah berlari nampak terkejut, ketika melihat ada seorang perempuan yang berjalan menjauh dari kerumunan itu.
Kenapa perempuan itu berjalan menjauh seperti orang ketakutan, batin Rania dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Sesampainya di tengah kerumunan itu, terlihat Rania terkejut dengan membulatkan kedua mata nya, nampak di depan mata nya ada sesosok mayat, dengan kepala pecah dan darah yang mengucur deras dari tempurung kepala nya, nampak Wati langsung lemas dan tersungkur disana, beberapa mahasiswa pun menolong Wati, dan memapah nya berjalan ke tempat yang teduh, lalu Rania melangkahkan kaki nya gontai menghampiri sepupu nya itu.
"Kau kenapa Wati apakah kau mengenal perempuan itu?." tanya Rania dengan mengkerutkan kening nya.
Tapi Wati hanya terdiam dengan seluruh tubuh nya yang bergetar hebat, gadis itu nampak shock berat setelah melihat mayat perempuan yang ada di lapangan tadi.
Tapi tiba-tiba Rania melihat arwah perempuan itu, tengah melesat melewati lorong-lorong gedung fakultas ekonomi, dan ketika Rania bangkit dari duduknya, untuk mengikuti arwah perempuan itu, terdengar suara Wati yang menangis sesegukan, lalu Rania membalikan tubuh nya menatap bingung sepupu nya.
"Kau kenapa Wati, coba bicara lah padaku pelan-pelan saja, apakah kau mengenal mayat perempuan itu?." tanya Rania dengan menggenggam kedua tangan Wati.
"Astagfirullohaladzim jadi kau benar-benar mengenalnya ya Wat, sudah ya jangan menangis lagi." tukas Rania seraya memeluk sepupu nya yang masih terguncang jiwa nya.
Dan terdengar beberapa mahasiswa yang ada disana, membicarakan tentang perempuan yang meninggal dengan tragis itu, mereka mengatakan jika perempuan itu jatuh dari atas gedung fakultas ekonomi, padahal beberapa hari sebelumnya, perempuan itu baru saja menjalin hubungan, dengan lelaki tampan idola di kampus itu.
Jika dia baru saja menjalin hubungan dengan lelaki idola di kampus ini, kenapa dia melompat dari atas gedung itu ya, jangan-jangan ada masalah di rumah nya, batin Rania dengan memgkerutkan kening nya.
Dan ternyata lelaki yang dibicarakan itu, tengah berlari menghampiri mayat gadis yang dicintai nya itu, lelaki itu menangis histeris dengan berteriak memanggil nama perempuan itu.
Kemudian Wati berdiri berjalan tertatih mendekati lelaki itu, Wati bertanya padanya apakah dia memiliki masalah dengan teman nya yang sudah meninggal itu.
"Wisnu apakah kau memiliki masalah dengan Icha, atau dia pernah bercerita tentang sesuatu padamu, Icha yang aku kenal tidak mungkin mempunyai pemikiran untuk mengakhiri hidup nya." seru Wati dengan sesegukan.
"Aku tidak tau apa-apa Wati, baru lima hari aku berpacaran dengan Icha, dan dia belum bercerita banyak hal padaku, justru aku sangat terkejut mendengar kabar jika Icha melompat dari atas gedung, aku langsung meminta ijin pada dosen untuk keluar kelas." jelas Wisnu dengan meneteskan air mata nya.
"Apa mungkin Icha ada masalah di rumah nya ya Wis." ujar Wati dengan menghembuskan nafas nya panjang.
Terlihat di depan sana sudah banyak team keamanan kampus yang datang untuk menutupi mayat Icha, pihak kampus pun menghubungi pihak yang berwajib supaya kasus kematian Icha dapat terungkap.
Nampak Wati memandang ke segala arah, mencari sahabat Icha yang tidak berada di sekitar sana, lalu Rania menghampiri Wati untuk berpamitan, karena mata kuliah nya akan segera dimulai.
"Wati aku masuk kelas dulu ya, kau yang sabar saja doakan temanmu itu, supaya dia tenang disana." ucap Rania seraya menepuk pundak Wati.
Dan ketika Rania membalikan tubuh nya, nampak Rania terkejut dengan membulatkan kedua mata nya.
Bukankah dia adalah perempuan yang meninggal itu, jika dia bunuh diri kenapa dia menjadi arwah gentayangan disini, aku harus berpura-pura tidak bisa melihatnya, jika arwah gadis ini tau aku dapat melihatnya, pasti dia akan mengikutiku dan meminta tolong, batin Rania didalam hati nya.
*
*
...Hai para pembaca tolong berikan dukungan Vote dan hadiah nya, jika kalian ingin Author semangat update, dikarenakan HP author sedang rusak, jika tidak banyak dukungan yang diberikan, maka Author tidak akan bersemangat melanjutkan bab selanjutnya 😢...
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
...Hai semuanya 🤗...
...Mau referensi novel Romantis yang beda dari yang lain? ...
...cekidot aja nih novel pertama dari Author Black_Queen dengan judul Supir untuk sang nyonya....
...Jangan lupa untuk dukung ya agar Author nya semakin semangat....
...Bersambung....