DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Misteri seorang gadis cantik.


Datanglah sesosok kuntilanak yang memakai baju panjang berwarna merah dengan rambut nya yang menjuntai ke tanah, terdengar suara nyaring cekikikan khas hantu perempuan itu.


"Pergilah ke rumah Sumi cari tau apa yang menghalangi kekuatanku untuk masuk ke dalam rumah nya". Perintah mbah Wongso dengan membulatkan kedua mata nya.


Lalu kuntilanak merah itu terbang dikegelapan malam menuju rumah mbah Sumi yang masih ramai orang mengaji, tapi hantu perempuan itu tidak dapat mendekati rumah itu karena dia merasa terbakar ketika mendengar lantunan ayat-ayat suci yang dibaca oleh ibu-ibu itu.


Tapi disaat kuntilanak merah itu akan kembali ke pondokan mbah Wongso dia melihat seorang laki-laki yang semasa hidupnya pernah mencampakan dirinya, nampak amarah di wajah pucat kuntilanak merah itu kedua mata nya membulat dengan darah yang tiba-tiba menetes deras.


...🍃 Flashback on 🍃...


...Dulu semasa hidupnya Narti mempunyai seorang kekasih yang bernama Parto, mereka menjalin kasih tanpa restu dari kedua orang tua nya, lalu Narti nekat meneruskan hubungan mereka bahkan sampai melakukan hubungan diluar pernikahan, dan disaat Narti hamil muda kekasihnya Parto menghilang tanpa ada kabar, tapi tiba-tiba Narti mendengar kabar dari tetangga nya jika Parto sudah melamar anak pak Kades, Narti yang sedang patah hati dan juga kecewa takut mengakui kehamilan nya pada kedua orang tua nya sehingga dia memutuskan untuk mengakhiri hidup nya....


...🍃 Flashback off 🍃...


Kuntilanak itu menaruh dendam pada laki-laki itu, karena dia telah meninggalkannya begitu saja disaat dirinya tengah mengandung anak laki-laki itu, karena dia ditinggalkan tanpa alasan yang jelas kuntilanak itu pun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dan membawa kebencian nya sampai ajal menjemput lalu disaat dia sudah meninggal dendam nya terus dibawa sampai ke liang kubur, sampai pada akhirnya mbah Wongso yang sedang mencari peliharaan menemukan aura hitam di dalam kuburan kuntilanak itu sehingga mbah Wongso membangkitkan nya dari dalam kubur.


Narti bangkit dari dalam kuburnya dan menjadi kuntilanak merah karena amarah dan dendam nya yang begitu besar membuatnya paling kuat di antara kuntilanak yang lain nya.


Terlihat Parto yang baru saja kembali ke desa nya bersama anak dan istri nya sedang memasuki rumah mertua nya, nampak Parto memandang ke segala arah karena dia merasa ada yang sedang mengawasi nya entah darimana.


"Assalamualaikum pak, bagaimana kabarnya?". Sapa Parto pada bapak mertuanya yang sudah pensiun menjadi Kades.


"Waalaikumsalam To, kabar bapak baik-baik saja kalian bagaimana tadi perjalanan nya kesini lancar to". Jawab mertua nya.


"Ehm pak kok aku merasa ada yang aneh ya di desa ini". Tukas Parto dengan mengusap tengkuk nya.


"Oalah iya To, bapak lupa cerita sama kalian, jadi gini To sudah beberapa bulan ini di desa sering ada warga yang menghilang secara misterius dan beberapa yang ditemukan pasti sudah meninggal, sepertinya ada orang yang menganut ilmu hitam dan menjadikan mereka tumbal, makanya tempo hari bapak sudah melarang kalian untuk pulang ke desa ini". Jelas pak Tomo pada menantunya.


Sementara di luar rumah itu nampak kuntilanak Narti sedang memandangi Parto dengan penuh amarah, Narti berniat untuk balas dendam dan melupakan perintah mbah Wongso untuk memantau Lala yang berada di rumah nya.


Malam itu Parto yang gelisah tidak dapat tidur karena menyesali keputusan nya kembali ke desa itu, dia duduk terpaku di teras rumah dan mendongakan kepala nya ke atas, samar-samar Parto melihat sekelebatan bayangan perempuan yang tiba-tiba melintas tapi ketika dia memandang ke segala arah tidak ada siapa pun disana.


Jangan-jangan ada hantu disini, batin Parto didalam hatinya.


Lalu Parto pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah karena dia merasa ada seseorang yang mengawasi nya.


"Permisi mas, saya boleh tanya". Ucap seorang perempuan cantik dengan pakaian mini nya.


Parto pun membalikan badannya melihat siapa yang berbicara dibelakangnya, nampak kedua mata Parto terbelalak melihat seorang perempuan cantik yang sangat menggoda sedang berdiri menatap dirinya.


"Mau nanya apa mbak, kok malam-malam sendirian". Jawab Parto menghampiri perempuan itu.


"Saya tersesat mas, tadinya saya mau cari alamat tapi malah kemalaman, mas bisa tidak anterin saya ke alamat ini". Tukas perempuan itu seraya memberikan selembar kertas berisi alamat seseorang.


"Kalau alamat ini masih jauh mbak dari sini, mbak nya kesini naik apa kok malah nyasar". Ujar Parto dengan menatap kedua bagian atas perempuan itu yang menantang didepan mata nya.


Terlihat kedua bagian atas milik perempuan itu menggantung indah didepan mata Parto, membuat jiwa laki-laki nya terbangun dan dia menelan ludahnya kasar, isi kepala nya sedang sibuk membayangkan sesuatu bersama perempuan itu.


"Lho mas kok malah melamun to, bagaimana bisa antar saya ke alamat ini tidak". Seru perempuan cantik itu menempelkan kedua miliknya ke lengan Parto.


Duh sayang banget kalau aku menolak permintaan perempuan ini, siapa tau aku bisa mendekatinya, batin Parto didalam hatinya.


"Kamu tunggu didepan warung itu dulu ya, saya mau ambil mobil dulu nanti saya akan antar kamu ke alamat itu". Tukas Parto menyeringai menatap tubuh menantang perempuan itu.


Kemudian Parto melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah untuk memberi tau istri nya jika dia mau keluar rumah sebentar karena sudah ditunggu teman lama nya, istrinya yang tidak menaruh curiga pun mempersilahkan Parto untuk pergi menemui teman nya.


Lalu Parto bergegas mengganti pakaian nya dan memakai parfum untuk menunjang penampilan nya, setelah itu Parto mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi dan segera mengemudikan mobilnya menjemput seorang perempuan cantik yang sedang menunggu nya di depan warung yang tidak jauh dari rumah mertua nya.


"Ayo masuk ke dalam, biar saya yang antar kamu untuk mencari alamat itu". Ucap Parto dari dalam mobil nya.


Setelah itu perempuan cantik itu duduk disamping Parto dan memperkenalkan dirinya sebagai Hanum seorang mahasiswi yang sedang liburan di rumah saudaranya yang ingin mencari alamat teman lama nya.


"Maaf ya mas kalau saya merepotkan". Tukas Hanum menyentuh punggung tangan Parto.


"Tidak apa-apa kok dek, saya senang bisa membantu perempuan cantik seperti kamu". Sahut Parto menggenggam tangan Hanum dengan tatapan penuh arti.


Disepanjang perjalanan nampak Parto sering mencuri pandang ke arah Hanum, karena kedua bagian atas miliknya selalu bergoyang ketika mobil yang mereka naiki bergoncang karena jalanan yang tidak rata.


Aduh aku sudah tidak tahan lagi, batin Anto didalam hatinya karena miliknya sudah terasa sesak didalam sana.


"Lho mas kenapa kok badan nya berkeringat banyak sekali". Tukas Hanum seraya mengusap peluh di kening Parto menggunakan tisu.


"Tidak tau ini dek, udara didalam sini terasa panas makanya aku berkeringat". Seru Parto dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Ya sudah kancing baju nya dibuka saja mas supaya kau tidak merasa kepanasan lagi". Ucap Hanum seraya membuka kancing baju Parto satu persatu.


Chiiit...


Nampak Parto menghentikan laju mobilnya mendadak, membuat sebelah tangan Hanum jatuh menyentuh milik pribadi Parto yang sedari tadi sudah sesak didalam sana.


"Eh maaf mas saya tidak sengaja". Jelas Hanum menundukan kepalanya.


Sedangkan Parto yang sudah tidak bisa menahan jiwa laki-laki nya karena tangan Hanum yang menyentuh miliknya, berusaha memberanikan diri dan...


*


*


...Bersambung....