
"Mbah tadi sewaktu Aku belanja sayur banyak tetangga yang mengaku didatangi hantu pocong, dan mereka semua menduga jika pocong itu adalah Pak Kasmuri". Ujar Bude dengan wajah yang serius.
"Aku juga sudah mengira itu nduk, tapi siapa yang akan memberitahu keluarga nya supaya tali pocong itu segera dilepaskan". Ucap Simbah.
"Bagaimana jika kita meminta bantuan Pak Kades untuk memberitahu keluarga Pak Kasmuri". Seru Bude Walimah dengan mengernyitkan dahi nya.
"Mungkin itu lebih baik nduk, Kau pergilah ke kantor kades sekarang juga ajak warga yang lain nya supaya lebih meyakinkan". Perintah Simbah.
"Sebentar Mbah aku mau ajak tetangga yang lain dulu, siapa tau mereka mau ikut laporan ke pak Kades". Ujar bude seraya berjalan meninggalkan simbah di kamar nya.
Sementara Rania dan Wati yang sedang libur dari sekolah nya berusaha mencari bukti jika pocong itu memang benar pak Kasmuri, mereka pergi ke rumah mbah Karto untuk menemui Petter tapi sesampainya disana mereka tidak dapat menemui Petter.
Menurut istri mbah Karto, Suami nya sedang tidak ada di rumah sejak lima hari yang lalu.
Kemudian mereka berdua berjalan gontai untuk kembali ke rumah nya, Dan ketika mereka sedang melewati kebun rambutan mereka melihat ada keramaian warga yang sedang berbicara tentang hantu pocong yang gentayangan.
Para warga juga mengira itu adalah hantu pocong pak Kasmuri tapi tidak ada satupun warga yang berani memberitahu hal ini kepada pihak keluarga nya, karena mereka semua belum memiliki bukti yang kuat untuk membuktikan jika memang benar itu adalah hantu pocong nya pak Kasmuri.
"Kita bisa saja melaporkan ini pada pak Kades tapi kita juga tidak ada yang mempunyai bukti untuk membenarkan jika pocong itu adalah pak Kasmuri". Seru Pak Dahlan hansip di kampung.
"Aku juga tadinya mau melaporkan ini ke pak Kades tapi setelah dipikir pikir kita memang tidak mempunyai bukti jadi percuma jika kita melapor takut nya dibilang fitnah". Ujar Bude Walimah yang sedang berada dikerumunan para warga.
"Sebaiknya kita minta tolong pada mbah karto saja". Ucap bu Siti tetangga sebelah rumah Rania.
Lalu Rania dan Wati menghampiri kerumunan warga dan memberitahu jika mbah Karto sedang tidak berada di rumah sejak lima hari yang lalu.
"Jika kalian setuju untuk meminta bantuan pada pak Jarwo setelah ini aku akan pergi ke rumahnya". Seru bude meyakinkan warga yang lain nya.
"Bagaimana baik nya saja, Jika memang pak Jarwo bisa membantu segeralah meminta tolong padanya untuk segera datang ke Desa Rawa belatung ini". Tandas pak Dahlan yang memberi suara.
"Bagaimana jika keluarga pak Kasmuri ada yang tersinggung karena kita memanggil orang pintar untuk menangkap hantu pocong keluarga nya yang baru saja meninggal". Tanya bu Siti dengan mengernyitkan dahi nya.
Sreek sreek sreekk...
Tiba tiba ada suara langkah kaki yang mendekat dan memarahi kerumunan warga.
"Hei apa yang kalian bicarakan tentang Suamiku". Pekik Bu Jamilah Istri dari almarhum Pak Kasmuri.
"Tidak ada Bu Kami hanya sedang berdiskusi saja". Ujar Pak Dahlan membohongi Bu Jamilah.
"Kau pikir Aku tuli hah, jelas jelas aku mendengar kalian semua bergunjing tentang suamiku yang menjadi hantu pocong, kalian jangan sembarangan kalau berbicara ya, keluarga kami itu masih dalam keadaan berduka jadi tolong hargai perasaan kami yang masih sedih karena ditinggalkan almarhum". Seru Bu Jamilah dengan berderai air mata.
*
*
* Bersambung *