
Sementara itu pasukan Gendruwo yang lain mulai berperang dengan Shane, Maria dan hantu Mintul yang malah melayang kejar-kejaran seperti film India.
Zizi melompat ke atas pohon, pemimpin Gendruwo terlihat menyambarkan cakarnya ke arah pohon di mana Zizi berada.
Tapi tak disangka tak di duga, dari arah belakang hantu Mintul yang lagi melayang tak jelas menghindari Gendruwo yang menyerangnya menubruk kepala pemimpin Gendruwo.
"Eh eh... Maap Pak."
Kata Hantu mintul yang langsung melayang cepat ke arah Zizi.
"Ayo Non, lawan mereka!!"
Kata hantu Mintul malah menyemangati.
Zizi dengan gerakan cepat karena energinya masih on, langsung menendang Gendruwo yang mengejar hantu Mintul.
Setelah menendang Gendruwo itu, Zizi melompat ke arah pemimpin Gendruwo, meninju wajahnya berkali-kali.
Pemimpin Gendruwo pun terhuyung, namun ia tak lantas jatuh. Ia masih bertahan. Jelas ia pemimpinnya, maka kekuatannya melebihi yang lain.
"Hahaha... Cicit Bandapati, pukulanmu lumayan juga, darah Naga memang luar biasa."
Pemimpin Gendruwo tertawa.
Zizi melompat lagi ke arah pohon, mencoba mengumpulkan energi lagi untuk bersiap menghadapi sang pemimpin Gendruwo.
Matanya mulai menyala, energi Jayapada mulai merasuki Zizi, meskipun Zizi mencoba menekannya sekuat tenaga, tapi Zizi selalu kalah.
Shane di sana sedang bertarung habis-habisan dengan banyak Gendruwo. Gerakannya yang sangat cepat, dengan pukulan dan cakarannya yang kuat nyatanya mampu menumbangkan cukup banyak anggota pasukan Gendruwo itu.
Begitu juga Aunty Maria, meskipun cara bertarungnya cukup aneh, dengan melayang ke sana ke mari di sekitar kepala Gendruwo sambil memukulinya dengan dahan kayu dari pohon di hutan itu, tapi lumayan membuat Gendruwo yang dihadapi Aunty Maria pusing tujuh keliling lalu jatuh ke tanah.
Zizi mengalihkan tatapan matanya ke arah pemimpin Gendruwo, ia masih berusaha melawan kekuatan Jayapada yang ingin keluar.
Panas pada tubuhnya sangat membakar, jika terus dilawan bisa jadi Zizi malah akan meregang nyawa, karena jantungnya juga mulai berdetak sangat cepat hingga dadanya mulai sesak.
Zizi akhirnya kalah.
Energi panas Jayapada keluar dan berhasil menguasai Zizi sepenuhnya.
Matanya kini seperti menyala menatap pemimpin Gendruwo.
Zizi melompat ke atas, dengan tangan seolah menyambar sesuatu.
Sebilah pedang tiba-tiba muncul di tangannya. Pedang dengan kobaran api yang begitu membakar.
Maria, Shane dan hantu mintul melihat ke arah Zizi.
"Zizi..."
Maria memanggil nama Zizi, tapi Zizi sudah tak mengenal siapapun jika telah terasuki.
Hantu mintul kini seolah melihat zizi sebagai sosok yang sama sekali berbeda. Ia tak lagi seperti gadis absurd yang ia kenal.
Zizi mengangkat pedangnya seolah mengacungkannya ke langit.
Suara gemuruh di atas sana terdengar seperti, yang dalam sekejap hujan badai dengan angin yang begitu dahsyat menerjang hutan ke enam.
Para Gendruwo kalang kabut melarikan diri.
Sementara pemimpin Gendruwo yang berhadapan langsung dengan Zizi menggeram mengerikan.
Suara petir di atas sana dengan kilatannya yang seperti cambuk api seperti membelah langit.
Zizi menyeringai. Ia mengacungkan Jayapada ke arah pemimpin Gendruwo.
"Kau adalah mangsaku."
Kata Zizi dengan suara yang berbeda.
Suara yang bukan lagi suara perempuan, namun seperti suara berat yang aneh.
"Ziziiii..."
Maria memanggil Zizi lagi, tapi Zizi tak peduli, ia haus energi jahat, ia memburu Pemimpin Gendruwo.
Melompat ke arahnya dengan menebaskan pedangnya.
Suara erangan yang begitu tinggi seolah memenuhi setiap sudut hutan ke enam.
Zizi kembali memburunya, menebaskan pedang Jayapada nya ke arah tubuh peminpin Gendruwo tanpa ampun.
Luka yang diakibatkan Jayapada itu tak lagi hanya menyakiti karena merobek kulit, namun juga membakar, menciptakan rasa panas yang dahsyat ke seluruh tubuh.
Pemimpin Gendruwo berguling di atas tanah, suara jeritannya seolah bersahutan dengan suara gemuruh di angkasa yang menggelegas.
Angin bergulung-gulung hitam pekat memporak porandakan hutan ke enam.
Para Gendruwo semakin kalang kabut.
Zizi kali ini jauh lebih mengerikan daripada saat mereka menghadapinya di hutan gaib.
Cicit Bandapati itu seperti sudah berubah sepenuhnya menjadi monster.
Zizi turun ke tanah, matanya tajam menikmati pemimpin Gendruwo yang berguling-guling kesakitan luar biasa.
Ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, dan dalam satu lompatan, Zizi naik ke atas perut pemimpin Gendruwo, berdiri di sana dan langsung menghujamkan pedangnya ke dada pemimpin Gendruwo.
"Hahahaha... Hahahaha..."
Zizi tertawa terbahak-bahak, manakala ia yang memegangi pedang Jayapada di dada pemimpin Gendruwo seolah menghisap habis energi jahat dari mahluk itu.
Jayapada bergetar, sesuatu yang hitam meliputi Zizi dan juga pedangnya.
Shane dan Maria menghambur ke arah Zizi. Mereka tak bisa membiarkan Zizi benar-benar dikuasai energi jahat di dalam Jayapada yang kini juga mulai mengendalikan Zizi.
Tapi, belum lagi Maria dan Shane sampai ke dekat Zizi, mereka seolah menabrak sebuah kekuatan yang meliputi energi hitam di sekitar Zizi.
Shane dan Maria terpental.
Hantu mintul melongo.
Naga itu, dia benar-benar Naga, tapi apa sebetulnya yang terjadi? Kenapa Naga petakilan itu jadi begitu menakutkan? Hantu mintul yang tak tahu apa-apa terlihat kebingungan.
Zizi melayang ke atas dengan energi hitam masih melingkupi tubuhnya.
Pedang Jayapada kini apinya telah berwarna hitam, bahkan dari jauh panasnya sudah bisa dirasakan.
Zizi terlihat menatap langit yang mencurahkan hujan deras dengan petir yang seperti tanpa jeda.
Dan tiba-tiba Zizi mengarahkan tubuhnya ke arah hutan ke tujuh.
Ada energi lain yang ia rasakan di sana.
Energi yang membuat Jayapada merasa lapar lagi.
"Zizi hentikan!! Kau akan jadi monster jika diikuti!!"
Maria berteriak sambil mencoba mendekat.
Zizi yang kini berdiri mengambang terlihat menoleh ke arah Maria.
Zizi menyeringai, dan hanya dengan hanya menggerakan tangannya ke arah Maria, terlihat Maria terpental yang untungnya langsung ditangkap Shane.
"Sudah Aunty, sepertinya Nona Zizi tak mengenali kita, sekarang kita ikuti saja ia akan ke mana."
"Tapi dia akan menjadi sangat jahat Shane. Kau tahu bukan, jika sebetulnya di dalam diri Zizi ada darah Balasanggeni yang sangat jahat, dan juga darah Aji Manggala yang baik. Energi Jayapada lebih condong pada Balasanggeni dan akan semakin kuat energi jahatnya karena telah menyerap banyak sekali energi jahat. Aku rasa, saat ini Nyai Retnoasih pun bahkan sudah tak akan mampu menyeimbangkan kekuatannya. Pedang dengan energi utama Naga dan mengandung panas kawah Merapi itu, akan sangat mengerikan karena menyatu dengan energi Balasanggeni ditambah semua energi jahat yang kini sudah masuk di dalam Jayapada."
Maria matanya berkaca-kaca, bagaimanapun ia tak ingin Zizi menjadi jahat.
Hutan ke enam yang kini porak poranda seolah membisu, pohon-pohon yang tumbang bertumpang tindih, seolah pasrah diguyur hujan deras dan badai.
Shane menatap Zizi yang kini melesat meninggalkan mereka.
"Dia mau ke mana?"
Hantu mintul bertanya.
Shane dan Maria lekas mengejar Zizi.
Ah hutan ke tujuh, ular besar itu, diakah yang Zizi buru? Batin Mintul.
**------------------**